<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seluruh Pesawat Garuda Indonesia Akan 'Lenyap' dalam 6 Bulan!</title><description>Seluruh armada pesawat Garuda Indonesia akan ditarik lessor atau perusahaan penyewa pesawat 6 bulan ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/10/320/2499804/seluruh-pesawat-garuda-indonesia-akan-lenyap-dalam-6-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/10/320/2499804/seluruh-pesawat-garuda-indonesia-akan-lenyap-dalam-6-bulan"/><item><title>Seluruh Pesawat Garuda Indonesia Akan 'Lenyap' dalam 6 Bulan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/10/320/2499804/seluruh-pesawat-garuda-indonesia-akan-lenyap-dalam-6-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/10/320/2499804/seluruh-pesawat-garuda-indonesia-akan-lenyap-dalam-6-bulan</guid><pubDate>Rabu 10 November 2021 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/10/320/2499804/seluruh-pesawat-garuda-indonesia-akan-lenyap-dalam-6-bulan-KxHUnjWEhN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Garuda Indonesia terancam ditarik oleh penyewa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/10/320/2499804/seluruh-pesawat-garuda-indonesia-akan-lenyap-dalam-6-bulan-KxHUnjWEhN.jpg</image><title>Pesawat Garuda Indonesia terancam ditarik oleh penyewa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Seluruh armada pesawat Garuda Indonesia akan ditarik lessor atau perusahaan penyewa pesawat 6 bulan ke depan. Kementerian BUMN memperkirakan penarikan tersebut dilakukan restrukturisasi utang emiten tidak dipercepat.
Baca Juga: Pangkas Utang Garuda dari Rp139 Triliun Jadi Rp52,3 Triliun, Caranya?
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mencatat, saat ini pengurangan jumlah pesawat emiten dengan kode saham GIAA itu terus dilakukan. Hingga saat ini tercatat hanya 60 armada pesawat Garuda yang beroperasi. Padahal kepemilikan armada saat ini mencapai 125 pesawat, terdiri atas 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.
&quot;Garuda ini butuh kecepatan (restrukturisasi utang), kalau tidak cepat dalam waktu 3-6 bulan pesawatnya bisa di grounded semua. Karena saat ini pesawatnya terus di grounded,&quot; ujar Kartika, Rabu (10/11/2021).
Baca Juga: Proposal Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia Rp139 Triliun, Ini Isinya
 
Pengurangan jumlah pesawat juga sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan. Pemegang saham, akan memangkas rute penerbangan Garuda dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup.Tiko, sapaan akrab Kartika menyebut, rute penerbangan emiten pelat  merah itu difokuskan pada rute yang tidak menguntungkan secara bisnis  dan menguatkan rute-rute super premium.
Bahkan, saat ini telah terjadinya kelangkaan rute penerbangan pesawat  Garuda di sejumlah daerah saat ini. hal itu membuat pemerintah menerima   keluhan dari sejumlah calon penumpang.
&quot;Kalau Garuda paling drastis dari pesawatnya 140, saat ini tinggal  50-60 pesawat yang beroperasi, jadi kami sudah mendapatkan banyak  komplain selama sebulan terakhir, flight garuda semakin langka, karena  pesawatnya grounded,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Seluruh armada pesawat Garuda Indonesia akan ditarik lessor atau perusahaan penyewa pesawat 6 bulan ke depan. Kementerian BUMN memperkirakan penarikan tersebut dilakukan restrukturisasi utang emiten tidak dipercepat.
Baca Juga: Pangkas Utang Garuda dari Rp139 Triliun Jadi Rp52,3 Triliun, Caranya?
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mencatat, saat ini pengurangan jumlah pesawat emiten dengan kode saham GIAA itu terus dilakukan. Hingga saat ini tercatat hanya 60 armada pesawat Garuda yang beroperasi. Padahal kepemilikan armada saat ini mencapai 125 pesawat, terdiri atas 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.
&quot;Garuda ini butuh kecepatan (restrukturisasi utang), kalau tidak cepat dalam waktu 3-6 bulan pesawatnya bisa di grounded semua. Karena saat ini pesawatnya terus di grounded,&quot; ujar Kartika, Rabu (10/11/2021).
Baca Juga: Proposal Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia Rp139 Triliun, Ini Isinya
 
Pengurangan jumlah pesawat juga sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan. Pemegang saham, akan memangkas rute penerbangan Garuda dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup.Tiko, sapaan akrab Kartika menyebut, rute penerbangan emiten pelat  merah itu difokuskan pada rute yang tidak menguntungkan secara bisnis  dan menguatkan rute-rute super premium.
Bahkan, saat ini telah terjadinya kelangkaan rute penerbangan pesawat  Garuda di sejumlah daerah saat ini. hal itu membuat pemerintah menerima   keluhan dari sejumlah calon penumpang.
&quot;Kalau Garuda paling drastis dari pesawatnya 140, saat ini tinggal  50-60 pesawat yang beroperasi, jadi kami sudah mendapatkan banyak  komplain selama sebulan terakhir, flight garuda semakin langka, karena  pesawatnya grounded,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
