<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Jelaskan Alasan Utang Indonesia Tembus Rp6.711,2 Triliun</title><description>Utang Indonesia telah mencapai angka Rp6.711,52 triliun per September 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2499776/sri-mulyani-jelaskan-alasan-utang-indonesia-tembus-rp6-711-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2499776/sri-mulyani-jelaskan-alasan-utang-indonesia-tembus-rp6-711-2-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Jelaskan Alasan Utang Indonesia Tembus Rp6.711,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2499776/sri-mulyani-jelaskan-alasan-utang-indonesia-tembus-rp6-711-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2499776/sri-mulyani-jelaskan-alasan-utang-indonesia-tembus-rp6-711-2-triliun</guid><pubDate>Kamis 11 November 2021 04:06 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/10/320/2499776/sri-mulyani-jelaskan-alasan-utang-indonesia-tembus-rp6-711-2-triliun-rUVDjTqpxS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beri penjelasan mengenai utang (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/10/320/2499776/sri-mulyani-jelaskan-alasan-utang-indonesia-tembus-rp6-711-2-triliun-rUVDjTqpxS.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beri penjelasan mengenai utang (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Utang Indonesia telah mencapai angka Rp6.711,52 triliun per September 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebut utang datang karena faktor pendapatan yang kurang, tetapi belanja negara tetap banyak.
&amp;ldquo;Kalau penerimaan kurang untuk membiayai belanja yang begitu banyak, berarti kita ada defisit atau kurang, maka kekurangannya dibiayai pakai utang. Utangnya berapa dan dari mana saja, itu semua dibahas dengan DPR sebagai wakil rakyat. Jadi kita sebelum membuat utang secara tidak langsung menyampaikan ke rakyat melalui wakil-wakil tersebut,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Selasa (9/11/2021).
Menurut Sri, utang tidak selamanya berarti jelek. Kuncinya ada pada pengelolaan dan pembayarannya. Di kondisi ini, Pemerintah perlu biaya yang besar untuk membantu masyarakat yang tertekan pandemi.
&quot;Bukankah utang itu jelek, nah untuk apa? Ada yang tanya, bu, kalau belanjanya saja dikurangi bisa? Bisa saja tapi kalau penerimaan kurang memang harus berutang,&quot; katanya.
Baca selengkapnya: Utang Bertambah Jadi Rp6.711 Triliun, Sri Mulyani Sebut Sudah Izin ke Rakyat</description><content:encoded>JAKARTA - Utang Indonesia telah mencapai angka Rp6.711,52 triliun per September 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebut utang datang karena faktor pendapatan yang kurang, tetapi belanja negara tetap banyak.
&amp;ldquo;Kalau penerimaan kurang untuk membiayai belanja yang begitu banyak, berarti kita ada defisit atau kurang, maka kekurangannya dibiayai pakai utang. Utangnya berapa dan dari mana saja, itu semua dibahas dengan DPR sebagai wakil rakyat. Jadi kita sebelum membuat utang secara tidak langsung menyampaikan ke rakyat melalui wakil-wakil tersebut,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Selasa (9/11/2021).
Menurut Sri, utang tidak selamanya berarti jelek. Kuncinya ada pada pengelolaan dan pembayarannya. Di kondisi ini, Pemerintah perlu biaya yang besar untuk membantu masyarakat yang tertekan pandemi.
&quot;Bukankah utang itu jelek, nah untuk apa? Ada yang tanya, bu, kalau belanjanya saja dikurangi bisa? Bisa saja tapi kalau penerimaan kurang memang harus berutang,&quot; katanya.
Baca selengkapnya: Utang Bertambah Jadi Rp6.711 Triliun, Sri Mulyani Sebut Sudah Izin ke Rakyat</content:encoded></item></channel></rss>
