<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Garuda Rp139 Triliun dan Dinyatakan Bangkrut, Karyawan Bakal Kena PHK</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2500057/utang-garuda-rp139-triliun-dan-dinyatakan-bangkrut-karyawan-bakal-kena-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2500057/utang-garuda-rp139-triliun-dan-dinyatakan-bangkrut-karyawan-bakal-kena-phk"/><item><title>Utang Garuda Rp139 Triliun dan Dinyatakan Bangkrut, Karyawan Bakal Kena PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2500057/utang-garuda-rp139-triliun-dan-dinyatakan-bangkrut-karyawan-bakal-kena-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/320/2500057/utang-garuda-rp139-triliun-dan-dinyatakan-bangkrut-karyawan-bakal-kena-phk</guid><pubDate>Kamis 11 November 2021 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/11/320/2500057/utang-garuda-rp139-triliun-dan-dinyatakan-bangkrut-karyawan-bakal-kena-phk-t4hV42tpYJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia (Foto: Dokumen Garuda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/11/320/2500057/utang-garuda-rp139-triliun-dan-dinyatakan-bangkrut-karyawan-bakal-kena-phk-t4hV42tpYJ.jpg</image><title>Garuda Indonesia (Foto: Dokumen Garuda)</title></images><description>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

PHK dilakukan sebagai upaya efisiensi struktur keuangan dan menekan utang USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, PHK dilakukan melalui program pensiun dini hingga program lain yang nantinya ditawarkan manajemen.

&quot;Rencana Garuda melakukan pengurangan jumlah karyawan, baik melalui program pensiun dini maupun program-program lainnya,&quot; ujar Kartika dikutip Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: Seluruh Pesawat Garuda Indonesia Akan 'Lenyap' dalam 6 Bulan!



Langkah pengurangan jumlah karyawan sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional emiten dengan kode saham GIAA tersebut. Untuk rute penerbangan domestik akan berkurang dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup.

Hal itu dibarengi dengan pengembalian sejumlah armada pesawat Garuda Indonesia kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.

Pemegang saham akan memberhentikan rute-rute internasional Garuda Indonesia secara signifikan dan menyisakan volume kargo yang dinilai masih memadai. Sebagai gantinya, pemegang saham mengalihkan (refocusing) rute internasional ke domestik yang dinilai menguntungkan secara bisnis.

&quot;Internasional kita kurangi secara signifikan, dan internasional hanya beberapa yang di servis itupun sebagian besar karena adanya volume kargo yang baik, jadi kita tidak akan punya rute-rute long hold seperti Amsterdam, London, dan sebagainya di shutdown, rute yang sepi seperti Korea pun di shutdown. Jadi kita menyisakan volume kargo yang yang memadai,&quot; jelasnya.

Dari laporan Kementerian BUMN jumlah pesawat yang dioperasikan saat ini berada di kisaran 50-60 saja. Padahal kepemilikan armada saat ini mencapai 125 pesawat, terdiri atas 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.

Akibat berkurangnya jumlah pesawat menyebabkan terjadinya kelangkaan rute penerbangan pesawat Garuda di sejumlah daerah.

&quot;Ini jadi tantangan karen mungkin nanti airport yang akan mengalami kelangkaan jumlah flight karena memang rutenya dikurangi dan fokus kepada rute-rute yang menghasilkan positif margin,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

PHK dilakukan sebagai upaya efisiensi struktur keuangan dan menekan utang USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, PHK dilakukan melalui program pensiun dini hingga program lain yang nantinya ditawarkan manajemen.

&quot;Rencana Garuda melakukan pengurangan jumlah karyawan, baik melalui program pensiun dini maupun program-program lainnya,&quot; ujar Kartika dikutip Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: Seluruh Pesawat Garuda Indonesia Akan 'Lenyap' dalam 6 Bulan!



Langkah pengurangan jumlah karyawan sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional emiten dengan kode saham GIAA tersebut. Untuk rute penerbangan domestik akan berkurang dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup.

Hal itu dibarengi dengan pengembalian sejumlah armada pesawat Garuda Indonesia kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.

Pemegang saham akan memberhentikan rute-rute internasional Garuda Indonesia secara signifikan dan menyisakan volume kargo yang dinilai masih memadai. Sebagai gantinya, pemegang saham mengalihkan (refocusing) rute internasional ke domestik yang dinilai menguntungkan secara bisnis.

&quot;Internasional kita kurangi secara signifikan, dan internasional hanya beberapa yang di servis itupun sebagian besar karena adanya volume kargo yang baik, jadi kita tidak akan punya rute-rute long hold seperti Amsterdam, London, dan sebagainya di shutdown, rute yang sepi seperti Korea pun di shutdown. Jadi kita menyisakan volume kargo yang yang memadai,&quot; jelasnya.

Dari laporan Kementerian BUMN jumlah pesawat yang dioperasikan saat ini berada di kisaran 50-60 saja. Padahal kepemilikan armada saat ini mencapai 125 pesawat, terdiri atas 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.

Akibat berkurangnya jumlah pesawat menyebabkan terjadinya kelangkaan rute penerbangan pesawat Garuda di sejumlah daerah.

&quot;Ini jadi tantangan karen mungkin nanti airport yang akan mengalami kelangkaan jumlah flight karena memang rutenya dikurangi dan fokus kepada rute-rute yang menghasilkan positif margin,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
