<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UEA Bakal Bangun Ibu Kota Baru, Berapa Investasi yang Masuk?</title><description>Uni Emirate Arab (UEA) berniat melakukan investasi pada proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/470/2500139/uea-bakal-bangun-ibu-kota-baru-berapa-investasi-yang-masuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/470/2500139/uea-bakal-bangun-ibu-kota-baru-berapa-investasi-yang-masuk"/><item><title>UEA Bakal Bangun Ibu Kota Baru, Berapa Investasi yang Masuk?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/470/2500139/uea-bakal-bangun-ibu-kota-baru-berapa-investasi-yang-masuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/11/470/2500139/uea-bakal-bangun-ibu-kota-baru-berapa-investasi-yang-masuk</guid><pubDate>Kamis 11 November 2021 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/11/470/2500139/uea-bakal-bangun-ibu-kota-baru-berapa-investasi-yang-masuk-2MsiWWBzUC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UEA tertarik investasi di ibu kota baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/11/470/2500139/uea-bakal-bangun-ibu-kota-baru-berapa-investasi-yang-masuk-2MsiWWBzUC.jpg</image><title>UEA tertarik investasi di ibu kota baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Uni Emirate Arab (UEA) berniat melakukan investasi pada proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Namun Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan angkanya masih belum disepakati.
Sebagai informasi, nilai investasi yang berhasil diboyong dari Forum Bisnis Indonesia-Uni Emirate Arab (UEA) mencapai USD44,6 miliar atau setara dengan Rp633,32 triliun (asumsi kurs Rp14.200/USD). Adapun, sebanyak USD18 miliar masuk dalam Indonesia Investment Authority (INA).
Baca Juga: Kantongi Investasi Rp633,32 Triliun, Bahlil: Bukan Angka Kaleng Kerupuk
 
&quot;Pertama 44,6 miliar dimana 18 billion  itu masuk di INA yang  clear itu 8 tapi  dimana dan 10 itu masuk di IKN bahwa UEA masih komunikasi dengan  menko untuk mrngalokasikan anggaran investasi di IKN. Angkanya belum disepakati untuk yang IKN,&quot; kata Bahlil dalam video virtual, Kamis (11/11/2021).
Menurutnya, karakteristik investasi Arab sangat berbebda dengan negara lainnya. Adapun, investor Arab sangat teliti dalam menanamkan investasi di Indonesia.
Baca Juga: Investasi Danau Toba Dibuka Luas, Sandiaga Uno: Ciptakan Peluang Usaha dan Lapangan Kerja
 
&quot;Kalau karakteristik Arab gabungan dari Amerika Eropa China Jepang dan Korsel sangat teliti harus ada chemistrymya dan hitungan bisnisnya paten dan mereka komitmen dengan lingkungan dan engeri terbarukan ,&quot; katanya.
Putra Mahkota Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) bakal ikut berperan dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.Sebelumnya, MBZ sendiri pernah diminta Jokowi untuk menjadi Dewan  Pengarah Ibu Kota Baru. Hal itu diungkapkan Jokowi pada pertemuan  keduanya Januari 2020 silam.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Jokowi  sendiri yang meminta MBZ untuk menjadi pengarah ibu kota baru. MBZ  bahkan bakal menjadi ketua dewan pengarah yang anggotanya bakal diisi  nama-nama beken di dunia.
&quot;Presiden meminta crown prince sebagai dewan pengarah di pembangunan  ibu kota dan saya pikir menjawab pertanyaan orang, nanti Indonesia ke  sana atau tidak. Jadi sesama brother, mungkin sekali, bukan mungkin,  istilah titlenya saja seperti apa, tapi ketuanya crown prince Mohammed  bin Zayed, dan anggotanya ada beberapa nama terkenal lainnya,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Uni Emirate Arab (UEA) berniat melakukan investasi pada proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Namun Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan angkanya masih belum disepakati.
Sebagai informasi, nilai investasi yang berhasil diboyong dari Forum Bisnis Indonesia-Uni Emirate Arab (UEA) mencapai USD44,6 miliar atau setara dengan Rp633,32 triliun (asumsi kurs Rp14.200/USD). Adapun, sebanyak USD18 miliar masuk dalam Indonesia Investment Authority (INA).
Baca Juga: Kantongi Investasi Rp633,32 Triliun, Bahlil: Bukan Angka Kaleng Kerupuk
 
&quot;Pertama 44,6 miliar dimana 18 billion  itu masuk di INA yang  clear itu 8 tapi  dimana dan 10 itu masuk di IKN bahwa UEA masih komunikasi dengan  menko untuk mrngalokasikan anggaran investasi di IKN. Angkanya belum disepakati untuk yang IKN,&quot; kata Bahlil dalam video virtual, Kamis (11/11/2021).
Menurutnya, karakteristik investasi Arab sangat berbebda dengan negara lainnya. Adapun, investor Arab sangat teliti dalam menanamkan investasi di Indonesia.
Baca Juga: Investasi Danau Toba Dibuka Luas, Sandiaga Uno: Ciptakan Peluang Usaha dan Lapangan Kerja
 
&quot;Kalau karakteristik Arab gabungan dari Amerika Eropa China Jepang dan Korsel sangat teliti harus ada chemistrymya dan hitungan bisnisnya paten dan mereka komitmen dengan lingkungan dan engeri terbarukan ,&quot; katanya.
Putra Mahkota Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed (MBZ) bakal ikut berperan dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.Sebelumnya, MBZ sendiri pernah diminta Jokowi untuk menjadi Dewan  Pengarah Ibu Kota Baru. Hal itu diungkapkan Jokowi pada pertemuan  keduanya Januari 2020 silam.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Jokowi  sendiri yang meminta MBZ untuk menjadi pengarah ibu kota baru. MBZ  bahkan bakal menjadi ketua dewan pengarah yang anggotanya bakal diisi  nama-nama beken di dunia.
&quot;Presiden meminta crown prince sebagai dewan pengarah di pembangunan  ibu kota dan saya pikir menjawab pertanyaan orang, nanti Indonesia ke  sana atau tidak. Jadi sesama brother, mungkin sekali, bukan mungkin,  istilah titlenya saja seperti apa, tapi ketuanya crown prince Mohammed  bin Zayed, dan anggotanya ada beberapa nama terkenal lainnya,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
