<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Tinggi, Indeks Dolar AS Meroket</title><description>Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi hampir 16 bulan terhadap euro dan mata uang lainnya pada akhir perdagangan kemarin</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500547/inflasi-tinggi-indeks-dolar-as-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500547/inflasi-tinggi-indeks-dolar-as-meroket"/><item><title>Inflasi Tinggi, Indeks Dolar AS Meroket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500547/inflasi-tinggi-indeks-dolar-as-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500547/inflasi-tinggi-indeks-dolar-as-meroket</guid><pubDate>Jum'at 12 November 2021 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/12/320/2500547/inflasi-tinggi-indeks-dolar-as-meroket-qYbftUF1JL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/12/320/2500547/inflasi-tinggi-indeks-dolar-as-meroket-qYbftUF1JL.jpg</image><title>Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi hampir 16 bulan terhadap euro dan mata uang lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena inflasi AS naik tajam dalam 30 tahun mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari perkiraan.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tampak bersiap untuk kenaikan hari kedua berturut-turut, menyentuh 95,197, tertinggi sejak 22 Juli 2020. Terakhir indeks menguat 0,36% pada 95,1630.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Tekan Euro hingga Sterling
 
Euro melemah 0,28% pada 1,1446 dolar AS setelah mencapai 1,1430 dolar AS, terendah sejak Juli 2020.
&amp;ldquo;Rasanya seperti kita masih memperdagangkan dampak IHK (indeks harga konsumen),&amp;rdquo; kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valas di UBS di New York.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Imbas Pengurangan Stimulus The Fed
&amp;ldquo;Jalur resistensi paling kecil dalam jangka pendek tampaknya dolar lebih tinggi. ... Inflasi yang lebih kuat melemahkan narasi sementara, yang berarti The Fed mungkin perlu melakukan pengetatan lebih cepat.&amp;rdquo;
Taruhan terkait inflasi hari kedua dan penutupan pasar obligasi AS untuk liburan Hari Veteran kemungkinan mengurangi volume perdagangan dan meningkatkan volatilitas harga, kata Joseph Trevisani, analis senior di FXstreet.com, situs web yang mengikuti pasar-pasar keuangan.
&amp;ldquo;Umumnya ketika pasar obligasi ditutup, ada lebih sedikit likuiditas dan Anda cenderung mendapatkan pergerakan yang lebih berlebihan karena ada lebih sedikit likuiditas untuk menyerap pergerakan tertentu,&amp;rdquo; katanya.Sterling turun 0,31% pada 1,3363 dolar AS setelah mencapai 1,3359  dolar AS, terendah sejak Desember 2020. Data yang menunjukkan ekonomi  Inggris tertinggal dari saingannya pada periode Juli-September tidak  banyak membantu.
Greenback terakhir naik 0,15% terhadap yen Jepang, diperdagangkan  dalam kisaran 113,81 yen hingga 114,15 yen pada siang hari setelah mata  uang AS naik tajam pada Rabu (10/11/2021).
Dolar mencetak kenaikan hari kedua berturut-turut terhadap mata uang  safe haven lainnya, franc Swiss, bertahan naik 0,40% pada 0,9217 dolar  AS.
Anggota dewan gubernur Swiss National Bank (bank sentral Swiss)  Andrea Maechler mengatakan pada sebuah acara Kamis (12/11/2021) malam  bahwa franc Swiss tetap diminati karena investasi safe haven dengan  ketidakpastian pasar yang meningkat akibat pandemi COVID-19 yang sedang  berlangsung.
Dolar Australia dan Selandia Baru ditarik lebih rendah oleh kekuatan  dolar AS. Aussie terakhir turun 0,46% pada 0,7291 dolar AS setelah  mencapai level terendah sebulan di 0,7287 dolar AS dan Kiwi Selandia  Baru turun 0,54% menjadi 0,7019 dolar AS setelah mencapai level terendah  sejak 14 Oktober.
Lira Turki jatuh ke rekor terendah 9,975 terhadap dolar setelah  pembacaan inflasi AS, dan meningkatnya ekspektasi bahwa Turki akan  segera menurunkan suku bunga lagi.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi hampir 16 bulan terhadap euro dan mata uang lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena inflasi AS naik tajam dalam 30 tahun mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari perkiraan.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tampak bersiap untuk kenaikan hari kedua berturut-turut, menyentuh 95,197, tertinggi sejak 22 Juli 2020. Terakhir indeks menguat 0,36% pada 95,1630.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Tekan Euro hingga Sterling
 
Euro melemah 0,28% pada 1,1446 dolar AS setelah mencapai 1,1430 dolar AS, terendah sejak Juli 2020.
&amp;ldquo;Rasanya seperti kita masih memperdagangkan dampak IHK (indeks harga konsumen),&amp;rdquo; kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valas di UBS di New York.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Imbas Pengurangan Stimulus The Fed
&amp;ldquo;Jalur resistensi paling kecil dalam jangka pendek tampaknya dolar lebih tinggi. ... Inflasi yang lebih kuat melemahkan narasi sementara, yang berarti The Fed mungkin perlu melakukan pengetatan lebih cepat.&amp;rdquo;
Taruhan terkait inflasi hari kedua dan penutupan pasar obligasi AS untuk liburan Hari Veteran kemungkinan mengurangi volume perdagangan dan meningkatkan volatilitas harga, kata Joseph Trevisani, analis senior di FXstreet.com, situs web yang mengikuti pasar-pasar keuangan.
&amp;ldquo;Umumnya ketika pasar obligasi ditutup, ada lebih sedikit likuiditas dan Anda cenderung mendapatkan pergerakan yang lebih berlebihan karena ada lebih sedikit likuiditas untuk menyerap pergerakan tertentu,&amp;rdquo; katanya.Sterling turun 0,31% pada 1,3363 dolar AS setelah mencapai 1,3359  dolar AS, terendah sejak Desember 2020. Data yang menunjukkan ekonomi  Inggris tertinggal dari saingannya pada periode Juli-September tidak  banyak membantu.
Greenback terakhir naik 0,15% terhadap yen Jepang, diperdagangkan  dalam kisaran 113,81 yen hingga 114,15 yen pada siang hari setelah mata  uang AS naik tajam pada Rabu (10/11/2021).
Dolar mencetak kenaikan hari kedua berturut-turut terhadap mata uang  safe haven lainnya, franc Swiss, bertahan naik 0,40% pada 0,9217 dolar  AS.
Anggota dewan gubernur Swiss National Bank (bank sentral Swiss)  Andrea Maechler mengatakan pada sebuah acara Kamis (12/11/2021) malam  bahwa franc Swiss tetap diminati karena investasi safe haven dengan  ketidakpastian pasar yang meningkat akibat pandemi COVID-19 yang sedang  berlangsung.
Dolar Australia dan Selandia Baru ditarik lebih rendah oleh kekuatan  dolar AS. Aussie terakhir turun 0,46% pada 0,7291 dolar AS setelah  mencapai level terendah sebulan di 0,7287 dolar AS dan Kiwi Selandia  Baru turun 0,54% menjadi 0,7019 dolar AS setelah mencapai level terendah  sejak 14 Oktober.
Lira Turki jatuh ke rekor terendah 9,975 terhadap dolar setelah  pembacaan inflasi AS, dan meningkatnya ekspektasi bahwa Turki akan  segera menurunkan suku bunga lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
