<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di KTT APEC, Presiden Jokowi Soroti UMKM dan Ekonomi Hijau</title><description>Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue with Economic Leaders secara virtual.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500635/di-ktt-apec-presiden-jokowi-soroti-umkm-dan-ekonomi-hijau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500635/di-ktt-apec-presiden-jokowi-soroti-umkm-dan-ekonomi-hijau"/><item><title>Di KTT APEC, Presiden Jokowi Soroti UMKM dan Ekonomi Hijau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500635/di-ktt-apec-presiden-jokowi-soroti-umkm-dan-ekonomi-hijau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/320/2500635/di-ktt-apec-presiden-jokowi-soroti-umkm-dan-ekonomi-hijau</guid><pubDate>Jum'at 12 November 2021 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/12/320/2500635/di-ktt-apec-presiden-jokowi-soroti-umkm-dan-ekonomi-hijaun-ekonomi-hijau-HRZq9mKyr2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soroti UMKM dan ekonomi hijau dalam KTT APEC (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/12/320/2500635/di-ktt-apec-presiden-jokowi-soroti-umkm-dan-ekonomi-hijaun-ekonomi-hijau-HRZq9mKyr2.jpg</image><title>Presiden Jokowi soroti UMKM dan ekonomi hijau dalam KTT APEC (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue with Economic Leaders secara virtual. Dalam kesempatan tersebut Jokowi menyampaikan butir-butir intervensinya dengan dua fokus.
Pertama, Jokowi berfokus pada peningkatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempercepat pemulihan ekonomi inklusif. Menurutnya, bergeraknya UMKM tidak hanya menjadi jaring pengaman bagi masyarakat penghasilan rendah, namun juga menyerap tenaga kerja yang sangat besar.
Baca Juga: Jokowi Sebut Ekonomi APEC Minus 2,7%, 74 Juta Orang Jadi Pengangguran
 
&quot;Tahun 2019, UMKM berkontribusi terhadap 52% PDB Asia Pasifik dan berhasil menyerap 50% tenaga kerja. Di Indonesia, 64% pelaku UMKM adalah perempuan. Artinya, memberdayakan UMKM di Indonesia juga memberdayakan perempuan,&quot; kata Jokowi dikutip dari siaran pers Biro Pers Setpres, Jumat (12/11/2021).
Dia juga menegaskan bahwa peningkatan inklusi keuangan merupakan prioritas. Di tahun 2021, Indonesia memberikan pinjaman lunak dan bantuan lebih dari USD4 miliar bagi 17,8 juta UMKM dan usaha kecil perorangan yang terdampak pandemi.
Baca Juga: KTT APEC 2020, Jokowi Singgung Bogor Goals 1994
Selain itu, Indonesia juga terus bekerja keras mendukung transformasi digital UMKM selama pandemi. Sebanyak 8,4 juta UMKM di Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk 54% UMKM perempuan.
&quot;Digitalisasi UMKM di kawasan Asia Pasifik akan makin cepat didukung oleh pembangunan infrastruktur digital, perluasan konektivitas digital secara inklusif, dan peningkatan literasi digital pelaku UMKM,&quot; imbuhnya.


Kedua, fokus yang disampaikan Jokowi adalah meletakkan upaya  penanganan dampak perubahan iklim dalam kerangka pembangunan  berkelanjutan. Menurutnya, penanganan dampak perubahan iklim harus  dilakukan secara berimbang dengan pembangunan sosial dan ekonomi  masyarakat, untuk memenuhi target pembangunan berkelanjutan.
&quot;Konservasi hutan dan kekayaan laut, serta transformasi menuju energi  baru dan terbarukan harus mensejahterakan masyarakat bawah. Transisi  menuju ekonomi rendah karbon ini harus dilakukan secara adil dan  kolaboratif,&quot; jelasnya.
&quot;Dukungan pendanaan dan alih teknologi ramah lingkungan sangat  diperlukan untuk mendukung berbagai aksi mitigasi perubahan iklim di  negara sedang berkembang,&quot; lanjutnya.
Dia juga menekankan bahwa Indonesia menempatkan investasi industri  berkelanjutan dan hijau sebagai prioritas penting. Proyek prioritas  Indonesia antara lain pembangunan kawasan industri hijau, pembangunan  rantai pasok industri baterai sampai mobil listrik, serta perdagangan  karbon yang sangat besar potensinya.
&quot;Untuk itu, kami mengundang para investor dan pelaku usaha dari  kawasan APEC untuk makin banyak bersinergi dan memanfaatkan peluang yang  besar di Indonesia,&quot; pungkasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri  Perdagangan Muhammad Lutfi, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar,  Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul  Kadir Jailani, dan Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue with Economic Leaders secara virtual. Dalam kesempatan tersebut Jokowi menyampaikan butir-butir intervensinya dengan dua fokus.
Pertama, Jokowi berfokus pada peningkatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempercepat pemulihan ekonomi inklusif. Menurutnya, bergeraknya UMKM tidak hanya menjadi jaring pengaman bagi masyarakat penghasilan rendah, namun juga menyerap tenaga kerja yang sangat besar.
Baca Juga: Jokowi Sebut Ekonomi APEC Minus 2,7%, 74 Juta Orang Jadi Pengangguran
 
&quot;Tahun 2019, UMKM berkontribusi terhadap 52% PDB Asia Pasifik dan berhasil menyerap 50% tenaga kerja. Di Indonesia, 64% pelaku UMKM adalah perempuan. Artinya, memberdayakan UMKM di Indonesia juga memberdayakan perempuan,&quot; kata Jokowi dikutip dari siaran pers Biro Pers Setpres, Jumat (12/11/2021).
Dia juga menegaskan bahwa peningkatan inklusi keuangan merupakan prioritas. Di tahun 2021, Indonesia memberikan pinjaman lunak dan bantuan lebih dari USD4 miliar bagi 17,8 juta UMKM dan usaha kecil perorangan yang terdampak pandemi.
Baca Juga: KTT APEC 2020, Jokowi Singgung Bogor Goals 1994
Selain itu, Indonesia juga terus bekerja keras mendukung transformasi digital UMKM selama pandemi. Sebanyak 8,4 juta UMKM di Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk 54% UMKM perempuan.
&quot;Digitalisasi UMKM di kawasan Asia Pasifik akan makin cepat didukung oleh pembangunan infrastruktur digital, perluasan konektivitas digital secara inklusif, dan peningkatan literasi digital pelaku UMKM,&quot; imbuhnya.


Kedua, fokus yang disampaikan Jokowi adalah meletakkan upaya  penanganan dampak perubahan iklim dalam kerangka pembangunan  berkelanjutan. Menurutnya, penanganan dampak perubahan iklim harus  dilakukan secara berimbang dengan pembangunan sosial dan ekonomi  masyarakat, untuk memenuhi target pembangunan berkelanjutan.
&quot;Konservasi hutan dan kekayaan laut, serta transformasi menuju energi  baru dan terbarukan harus mensejahterakan masyarakat bawah. Transisi  menuju ekonomi rendah karbon ini harus dilakukan secara adil dan  kolaboratif,&quot; jelasnya.
&quot;Dukungan pendanaan dan alih teknologi ramah lingkungan sangat  diperlukan untuk mendukung berbagai aksi mitigasi perubahan iklim di  negara sedang berkembang,&quot; lanjutnya.
Dia juga menekankan bahwa Indonesia menempatkan investasi industri  berkelanjutan dan hijau sebagai prioritas penting. Proyek prioritas  Indonesia antara lain pembangunan kawasan industri hijau, pembangunan  rantai pasok industri baterai sampai mobil listrik, serta perdagangan  karbon yang sangat besar potensinya.
&quot;Untuk itu, kami mengundang para investor dan pelaku usaha dari  kawasan APEC untuk makin banyak bersinergi dan memanfaatkan peluang yang  besar di Indonesia,&quot; pungkasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri  Perdagangan Muhammad Lutfi, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar,  Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul  Kadir Jailani, dan Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie.</content:encoded></item></channel></rss>
