<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Kelola Keuangan</title><description>Kemampuan mengelola keuangan penting dimiliki agar penghasilan dan pengeluaran bisa diatur dengan baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/622/2500750/waspada-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-kelola-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/622/2500750/waspada-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-kelola-keuangan"/><item><title>Waspada! Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Kelola Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/622/2500750/waspada-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-kelola-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/12/622/2500750/waspada-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-kelola-keuangan</guid><pubDate>Jum'at 12 November 2021 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/12/622/2500750/waspada-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-kelola-keuangan-2kXhukTBit.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips mengelola keuangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/12/622/2500750/waspada-ini-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-kelola-keuangan-2kXhukTBit.jpeg</image><title>Tips mengelola keuangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kemampuan mengelola keuangan penting dimiliki agar penghasilan dan pengeluaran bisa diatur dengan baik. Sayangnya belum semua masyarakat mengetahu pentingnya mengelola keuangan.
Padahal siapapun tahu bahwa gagal mengatur uang secara bijak dapat menurunkan kualitas kesehatan finansial. Kesehatan finansial yang terus menurun tentu menimbulkan efek samping yang berbahaya.
Baca Juga: Catat! 10 Kesalahan Kelola Keuangan di Usia 20 Tahun
 
Sementara itu, Survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) per 25 Juni 2020 menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia, meskipun gemar menabung namun tidak memiliki ketahanan finansial, sehingga tidak siap menghadapi krisis ekonomi.
Menurut financial advisor dan financial coach Philip Mulyana, situasi seperti ini muncul karena sebagian masyarakat terutama generasi muda, belum terbiasa untuk mengelola uang secara sistematis dan konsisten.
Baca Juga: 7 Cara Melunasi Hutang dengan Cepat
&quot;Perencanaan keuangan pun dirancang secara ala kadarnya. Nyaris tidak memiliki prioritas, baik untuk keperluan jangka pendek, menengah dan panjang,&amp;rdquo; katanya di Jakarta, Jumat (12/11/2021).
Menurut dia, masyarakat sebenarnya punya kebiasaan menabung untuk kebutuhan masa mendatang. Mereka tahu pentingnya menyisihkan dana darurat. Tapi polanya kerap tidak beraturan. Alokasi dananya terkadang juga tidak konsisten.
&quot;Dan ketika uangnya terkumpul, mereka mudah mencairkan. Lupa sama tujuan awalnya,&quot; katanya.Philip menjelaskan, generasi milenial juga mulai semakin tercerahkan  dengan rutin berinvestasi di luar produk konvensional seperti tabungan.  Ada yang investasi di kripto, reksadana dan saham.
Tapi, sisi buruknya, mereka terlalu gampang membelanjakan hasil  investasi untuk gaya hidup. Nilai portofolio investasinya bagai berjalan  di tempat, meski sering mencetak cuan.
Jadi, kata Philip, untuk mencapai kesehatan finansial yang ideal, diperlukan perencanaan keuangan yang komprehensif.
&quot;Jangan sampai kita rajin investasi, tapi hasil keuntungannya menguap  begitu saja karena ketidakmampuan menahan diri dari hal hal yang  konsumtif. Pun demikian, jangan sampai rajin menabung tapi tanpa pola  yang jelas dan tidak memiliki tujuan spesifik,&quot; katanya.
Head of Product and Marketing Bank Jago Andy Djiwandono mengatakan,  masyarakat bisa belajar kelola keuangan dengan Financial Vitamin  (Fintamin)
&quot;Resep Fintamin ini dirancang bersama sama dengan mengacu ke  tantangan finansial yang paling sering dihadapi masyarakat sehari hari,&quot;  katanya.
Menurut Andy, Fintamin adalah serangkaian nutrisi yang akan membantu  menjaga kesehatan dan daya tahan finansial. Setiap Fintamin memberikan  khasiat dan memiliki anjuran pemakaian yang berbeda, tergantung tahap  kehidupan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kemampuan mengelola keuangan penting dimiliki agar penghasilan dan pengeluaran bisa diatur dengan baik. Sayangnya belum semua masyarakat mengetahu pentingnya mengelola keuangan.
Padahal siapapun tahu bahwa gagal mengatur uang secara bijak dapat menurunkan kualitas kesehatan finansial. Kesehatan finansial yang terus menurun tentu menimbulkan efek samping yang berbahaya.
Baca Juga: Catat! 10 Kesalahan Kelola Keuangan di Usia 20 Tahun
 
Sementara itu, Survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) per 25 Juni 2020 menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia, meskipun gemar menabung namun tidak memiliki ketahanan finansial, sehingga tidak siap menghadapi krisis ekonomi.
Menurut financial advisor dan financial coach Philip Mulyana, situasi seperti ini muncul karena sebagian masyarakat terutama generasi muda, belum terbiasa untuk mengelola uang secara sistematis dan konsisten.
Baca Juga: 7 Cara Melunasi Hutang dengan Cepat
&quot;Perencanaan keuangan pun dirancang secara ala kadarnya. Nyaris tidak memiliki prioritas, baik untuk keperluan jangka pendek, menengah dan panjang,&amp;rdquo; katanya di Jakarta, Jumat (12/11/2021).
Menurut dia, masyarakat sebenarnya punya kebiasaan menabung untuk kebutuhan masa mendatang. Mereka tahu pentingnya menyisihkan dana darurat. Tapi polanya kerap tidak beraturan. Alokasi dananya terkadang juga tidak konsisten.
&quot;Dan ketika uangnya terkumpul, mereka mudah mencairkan. Lupa sama tujuan awalnya,&quot; katanya.Philip menjelaskan, generasi milenial juga mulai semakin tercerahkan  dengan rutin berinvestasi di luar produk konvensional seperti tabungan.  Ada yang investasi di kripto, reksadana dan saham.
Tapi, sisi buruknya, mereka terlalu gampang membelanjakan hasil  investasi untuk gaya hidup. Nilai portofolio investasinya bagai berjalan  di tempat, meski sering mencetak cuan.
Jadi, kata Philip, untuk mencapai kesehatan finansial yang ideal, diperlukan perencanaan keuangan yang komprehensif.
&quot;Jangan sampai kita rajin investasi, tapi hasil keuntungannya menguap  begitu saja karena ketidakmampuan menahan diri dari hal hal yang  konsumtif. Pun demikian, jangan sampai rajin menabung tapi tanpa pola  yang jelas dan tidak memiliki tujuan spesifik,&quot; katanya.
Head of Product and Marketing Bank Jago Andy Djiwandono mengatakan,  masyarakat bisa belajar kelola keuangan dengan Financial Vitamin  (Fintamin)
&quot;Resep Fintamin ini dirancang bersama sama dengan mengacu ke  tantangan finansial yang paling sering dihadapi masyarakat sehari hari,&quot;  katanya.
Menurut Andy, Fintamin adalah serangkaian nutrisi yang akan membantu  menjaga kesehatan dan daya tahan finansial. Setiap Fintamin memberikan  khasiat dan memiliki anjuran pemakaian yang berbeda, tergantung tahap  kehidupan.</content:encoded></item></channel></rss>
