<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Daerah Kian Mudah Berinvestasi</title><description>Kehadiran Perusahaan Efek Daerah (PED) kini memberikan kemudahan bagi  investor daerah dalam berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/278/2501222/investor-daerah-kian-mudah-berinvestasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/278/2501222/investor-daerah-kian-mudah-berinvestasi"/><item><title>Investor Daerah Kian Mudah Berinvestasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/278/2501222/investor-daerah-kian-mudah-berinvestasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/278/2501222/investor-daerah-kian-mudah-berinvestasi</guid><pubDate>Sabtu 13 November 2021 14:09 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/13/278/2501222/investor-daerah-kian-mudah-berinvestasi-dlwnmyHFhW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor daerah kini semakin mudah dalam berinvestasi di pasar modal (Foto: Shuttertstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/13/278/2501222/investor-daerah-kian-mudah-berinvestasi-dlwnmyHFhW.jpg</image><title>Investor daerah kini semakin mudah dalam berinvestasi di pasar modal (Foto: Shuttertstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kehadiran Perusahaan Efek Daerah (PED) kini memberikan kemudahan bagi investor daerah dalam investasi di Pasar Modal Indonesia. Pada 8 Oktober 2021 lalu, PT BJB Sekuritas Jawa Barat yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR), telah resmi beroperasi sebagai PED pertama di Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, dengan dukungan dari PT Mandiri Sekuritas sebagai Anggota Bursa Sponsor PED.
Baca Juga: Investor Harus Tahu! Ini Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Robot Trading
Sejak tahun 2019, telah terdapat aturan mengenai dimungkinkannya perusahaan di daerah untuk menjadi PED dimana untuk melakukan transaksi di Bursa harus menggandeng sponsor yang merupakan salah satu Perusahaan Efek yang telah menjadi Anggota di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peraturan yang dimaksud adalah POJK nomor 18/POJK.04./2019 tentang Perusahaan Efek Daerah. Lalu, tahun ini pertama kalinya beroperasi satu PED, yang tentunya menjadi salah satu tonggak sejarah baru bagi perkembangan Pasar Modal Indonesia.
Dengan hadirnya PED, diharapkan dapat membuat penyebaran investor semakin merata di berbagai daerah. Di Jawa Barat sendiri, menurut Direktur Utama PT BJB Sekuritas Jawa Barat, Yogi H. Permadi, ada sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat dan PT BJB Sekuritas Jawa Barat menargetkan paling tidak bisa membukakan rekening efek bagi 5.000 investor baru di Jawa Barat sampai akhir tahun depan. Hingga awal November 2021, sudah tercatat 700 investor yang membuka rekening di PT BJB Sekuritas Jawa Barat.
Baca Juga: Modus Robot Trading, Bappebti: Cek Legalitas Investasi dan Jangan Tergiur Untung Besar
 
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor pasar modal tumbuh 71,42% sepanjang tahun 2021. Hal itu terlihat dari single investor identification (SID) yang mencapai 6,76 juta per 29 Oktober 2021, yang terdiri atas investor saham, obligasi, dan reksa dana. Dari jumlah tersebut, total investor Pasar Modal di Jawa Barat sudah mencapai lebih dari 1,3 juta SID atau 20% dari SID nasional dengan penambahan di 2021 yang mencapai 645.014 SID baru. Jawa Barat berkontribusi cukup besar bagi pertumbuhan investor pasar modal secara nasional.Potensi pertumbuhan jumlah investor di Indonesia masih sangat besar  karena jumlah penduduk usia produktif di Indonesia per tahun 2020  terdapat sebanyak 187,21 juta jiwa. Sementara itu, dilihat dari jumlah  persebaran investor Pasar Modal sebagian besar investor masih terpusat  di berbagai kota besar. Setelah PT BJB Sekuritas Jawa Barat berhasil  menjadi PED pertama, diharapkan makin banyak PED yang beroperasi dengan  lingkup usaha per wilayah Provinsi, sehingga lebih mudah untuk  menjangkau wilayah-wilayah yang lebih kecil, seperti kabupaten, kota dan  kecamatan.
Saat ini profil investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian  didominasi investor muda. Tercatat, jumlah investor saham berusia di  bawah usia 40 tahun mencapai 2,42 juta orang atau 78,4% dari total  investor saham yang berjumlah sekitar 3,09 juta orang pada Oktober 2021.  Sementara khusus investor saham berusia 18-25 tahun, jumlahnya 1,15  juta atau 37,2% dari total investor saham pada 2021.
Milenial dan Generasi Z adalah drivers dari ritel investor di Pasar  Modal Indonesia seperti diungkapkan  Komisaris BEI, Pandu Sjahrir, pada  acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) IX 2021 awal Oktober lalu. Di  tengah Pandemi Covid-19, terjadi peningkatan jumlah investor milenial  baru, karena transaksi saham bisa dilakukan secara online, melalui  sistem online trading, yang bisa dilakukan dari rumah saja (invest from  home). Selain itu, terhentinya sebagian besar investasi riil selama  pandemi, membuat banyak investor yang mengalihkan dananya ke Pasar  Modal.
Jumlah investor milenial juga meningkat berkat digitalisasi pasar  modal yang akrab dengan kaum muda. Namun harus diingat, para investor  muda, terutama di daerah harus mendapatkan edukasi yang cukup dalam  berinvestasi. Investasi di Pasar Modal harus memiliki horizon jangka  panjang karena memiliki risiko fluktuasi. Dana yang digunakan untuk  berinvestasi saham harus merupakan dana yang tidak terpakai, sehingga  jika terjadi risiko capital loss, tidak mengganggu kebutuhan dana jangka  pendek.
Dalam berinvestasi, investor harus mengamati valuasi harga saham  berdasarkan analisa yang bisa didapatkan dari Perusahaan Sekuritas  tempat investor membuka rekening saham.
Kenali juga profil risiko masing-masing sebelum memilih saham untuk  mengisi portofolio investasi. Dan lakukan diversifikasi atau memiliki  lebih dari satu saham untuk mengelola risiko. Sesuai prinsip investasi,  &amp;ldquo;Jangan simpan semua telurmu ke dalam satu keranjang&amp;rdquo;.
(TIM BEI)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kehadiran Perusahaan Efek Daerah (PED) kini memberikan kemudahan bagi investor daerah dalam investasi di Pasar Modal Indonesia. Pada 8 Oktober 2021 lalu, PT BJB Sekuritas Jawa Barat yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR), telah resmi beroperasi sebagai PED pertama di Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, dengan dukungan dari PT Mandiri Sekuritas sebagai Anggota Bursa Sponsor PED.
Baca Juga: Investor Harus Tahu! Ini Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Robot Trading
Sejak tahun 2019, telah terdapat aturan mengenai dimungkinkannya perusahaan di daerah untuk menjadi PED dimana untuk melakukan transaksi di Bursa harus menggandeng sponsor yang merupakan salah satu Perusahaan Efek yang telah menjadi Anggota di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peraturan yang dimaksud adalah POJK nomor 18/POJK.04./2019 tentang Perusahaan Efek Daerah. Lalu, tahun ini pertama kalinya beroperasi satu PED, yang tentunya menjadi salah satu tonggak sejarah baru bagi perkembangan Pasar Modal Indonesia.
Dengan hadirnya PED, diharapkan dapat membuat penyebaran investor semakin merata di berbagai daerah. Di Jawa Barat sendiri, menurut Direktur Utama PT BJB Sekuritas Jawa Barat, Yogi H. Permadi, ada sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat dan PT BJB Sekuritas Jawa Barat menargetkan paling tidak bisa membukakan rekening efek bagi 5.000 investor baru di Jawa Barat sampai akhir tahun depan. Hingga awal November 2021, sudah tercatat 700 investor yang membuka rekening di PT BJB Sekuritas Jawa Barat.
Baca Juga: Modus Robot Trading, Bappebti: Cek Legalitas Investasi dan Jangan Tergiur Untung Besar
 
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor pasar modal tumbuh 71,42% sepanjang tahun 2021. Hal itu terlihat dari single investor identification (SID) yang mencapai 6,76 juta per 29 Oktober 2021, yang terdiri atas investor saham, obligasi, dan reksa dana. Dari jumlah tersebut, total investor Pasar Modal di Jawa Barat sudah mencapai lebih dari 1,3 juta SID atau 20% dari SID nasional dengan penambahan di 2021 yang mencapai 645.014 SID baru. Jawa Barat berkontribusi cukup besar bagi pertumbuhan investor pasar modal secara nasional.Potensi pertumbuhan jumlah investor di Indonesia masih sangat besar  karena jumlah penduduk usia produktif di Indonesia per tahun 2020  terdapat sebanyak 187,21 juta jiwa. Sementara itu, dilihat dari jumlah  persebaran investor Pasar Modal sebagian besar investor masih terpusat  di berbagai kota besar. Setelah PT BJB Sekuritas Jawa Barat berhasil  menjadi PED pertama, diharapkan makin banyak PED yang beroperasi dengan  lingkup usaha per wilayah Provinsi, sehingga lebih mudah untuk  menjangkau wilayah-wilayah yang lebih kecil, seperti kabupaten, kota dan  kecamatan.
Saat ini profil investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian  didominasi investor muda. Tercatat, jumlah investor saham berusia di  bawah usia 40 tahun mencapai 2,42 juta orang atau 78,4% dari total  investor saham yang berjumlah sekitar 3,09 juta orang pada Oktober 2021.  Sementara khusus investor saham berusia 18-25 tahun, jumlahnya 1,15  juta atau 37,2% dari total investor saham pada 2021.
Milenial dan Generasi Z adalah drivers dari ritel investor di Pasar  Modal Indonesia seperti diungkapkan  Komisaris BEI, Pandu Sjahrir, pada  acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) IX 2021 awal Oktober lalu. Di  tengah Pandemi Covid-19, terjadi peningkatan jumlah investor milenial  baru, karena transaksi saham bisa dilakukan secara online, melalui  sistem online trading, yang bisa dilakukan dari rumah saja (invest from  home). Selain itu, terhentinya sebagian besar investasi riil selama  pandemi, membuat banyak investor yang mengalihkan dananya ke Pasar  Modal.
Jumlah investor milenial juga meningkat berkat digitalisasi pasar  modal yang akrab dengan kaum muda. Namun harus diingat, para investor  muda, terutama di daerah harus mendapatkan edukasi yang cukup dalam  berinvestasi. Investasi di Pasar Modal harus memiliki horizon jangka  panjang karena memiliki risiko fluktuasi. Dana yang digunakan untuk  berinvestasi saham harus merupakan dana yang tidak terpakai, sehingga  jika terjadi risiko capital loss, tidak mengganggu kebutuhan dana jangka  pendek.
Dalam berinvestasi, investor harus mengamati valuasi harga saham  berdasarkan analisa yang bisa didapatkan dari Perusahaan Sekuritas  tempat investor membuka rekening saham.
Kenali juga profil risiko masing-masing sebelum memilih saham untuk  mengisi portofolio investasi. Dan lakukan diversifikasi atau memiliki  lebih dari satu saham untuk mengelola risiko. Sesuai prinsip investasi,  &amp;ldquo;Jangan simpan semua telurmu ke dalam satu keranjang&amp;rdquo;.
(TIM BEI)</content:encoded></item></channel></rss>
