<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun Imbas Spekulasi The Fed</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/320/2501100/harga-minyak-dunia-turun-imbas-spekulasi-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/320/2501100/harga-minyak-dunia-turun-imbas-spekulasi-the-fed"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun Imbas Spekulasi The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/320/2501100/harga-minyak-dunia-turun-imbas-spekulasi-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/13/320/2501100/harga-minyak-dunia-turun-imbas-spekulasi-the-fed</guid><pubDate>Sabtu 13 November 2021 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/13/320/2501100/harga-minyak-dunia-turun-imbas-spekulasi-the-fed-MwnOiHqS1e.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/13/320/2501100/harga-minyak-dunia-turun-imbas-spekulasi-the-fed-MwnOiHqS1e.jpeg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak turun di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan mempercepat rencana untuk meningkatkan suku bunga acuan guna menjinakkan inflasi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari merosot 70 sen atau 0,8%, menjadi menetap di USD82,17 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember terpangkas 80 sen atau 1,0%, menjadi ditutup di USD80,79 per barel.
Kedua kontrak acuan jatuh untuk minggu ketiga berturut-turut, terpukul oleh penguatan dolar dan spekulasi bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mungkin melepaskan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS untuk mendinginkan harga. Pada basis mingguan, Brent turun 0,7%, sementara WTI turun 0,6%.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus USD81,80/Barel di Oktober
 
&quot;Pekan ini telah menjadi pengingat yang baik bagi pasar minyak bahwa harga tidak hanya dipengaruhi oleh lintasan penawaran-permintaan, tetapi juga dari perkiraan kebijakan moneter dan oleh bentuk intervensi pemerintah,&quot; kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energy.
&quot;Suku bunga yang lebih tinggi akan memberikan dukungan lebih lanjut terhadap dolar dan bahkan lebih banyak tekanan ke bawah pada harga minyak.&quot;
Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan pada Senin (8/11/2021) bahwa Biden dapat bertindak secepatnya minggu ini untuk mengatasi kenaikan harga bensin.
Baca Juga: Minyak Mentah Rebound, WTI Dibanderol USD81,5/Barel
 
&quot;Kami percaya bahwa apa pun pengumuman itu hanya akan berdampak jangka pendek pada harga, tetapi karena ketidakpastian pasar sedikit mundur,&quot; kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam untuk minggu ketiga berturut-turut. Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi masa depan, naik enam menjadi 556 dalam seminggu hingga 12 November, level tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan pada Jumat (12/11/2021).Rosneft Rusia, perusahaan minyak terbesar kedua di dunia berdasarkan  produksi setelah Saudi Aramco, memperingatkan pada Jumat (12/11/2021)  tentang potensi &quot;siklus super&quot; di pasar energi global, meningkatkan  prospek harga yang lebih tinggi karena permintaan melebihi pasokan.
Namun, meskipun ada tanda-tanda positif di sisi permintaan, dengan  perjalanan udara meningkat cepat, kebijakan moneter dan fiskal yang  lebih ketat dan musim dingin di belahan bumi utara akan bertindak  sebagai peredam.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis  (11/11/2021) memangkas perkiraan permintaan minyak dunia untuk kuartal  keempat sebesar 330.000 barel per hari (bph) dari perkiraan bulan lalu,  karena harga energi yang tinggi menghambat pemulihan ekonomi dari  pandemi COVID-19.
OPEC, Rusia dan sekutu, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, sepakat  pekan lalu untuk tetap berpegang pada rencana untuk menambah 400.000  barel per hari ke pasar setiap bulan.
&quot;Pasar minyak berjalan dalam tidur menuju surplus pasokan,&quot; kata  Stephen Brennock dari pialang minyak PVM. &amp;ldquo;OPEC dan sekutunya setidaknya  perlu menghentikan pelonggaran pembatasan pasokan mereka di tahun baru.  Kelambanan akan mengakibatkan stok minyak global membengkak lagi.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak turun di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan mempercepat rencana untuk meningkatkan suku bunga acuan guna menjinakkan inflasi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari merosot 70 sen atau 0,8%, menjadi menetap di USD82,17 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember terpangkas 80 sen atau 1,0%, menjadi ditutup di USD80,79 per barel.
Kedua kontrak acuan jatuh untuk minggu ketiga berturut-turut, terpukul oleh penguatan dolar dan spekulasi bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mungkin melepaskan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS untuk mendinginkan harga. Pada basis mingguan, Brent turun 0,7%, sementara WTI turun 0,6%.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus USD81,80/Barel di Oktober
 
&quot;Pekan ini telah menjadi pengingat yang baik bagi pasar minyak bahwa harga tidak hanya dipengaruhi oleh lintasan penawaran-permintaan, tetapi juga dari perkiraan kebijakan moneter dan oleh bentuk intervensi pemerintah,&quot; kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energy.
&quot;Suku bunga yang lebih tinggi akan memberikan dukungan lebih lanjut terhadap dolar dan bahkan lebih banyak tekanan ke bawah pada harga minyak.&quot;
Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan pada Senin (8/11/2021) bahwa Biden dapat bertindak secepatnya minggu ini untuk mengatasi kenaikan harga bensin.
Baca Juga: Minyak Mentah Rebound, WTI Dibanderol USD81,5/Barel
 
&quot;Kami percaya bahwa apa pun pengumuman itu hanya akan berdampak jangka pendek pada harga, tetapi karena ketidakpastian pasar sedikit mundur,&quot; kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam untuk minggu ketiga berturut-turut. Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi masa depan, naik enam menjadi 556 dalam seminggu hingga 12 November, level tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan pada Jumat (12/11/2021).Rosneft Rusia, perusahaan minyak terbesar kedua di dunia berdasarkan  produksi setelah Saudi Aramco, memperingatkan pada Jumat (12/11/2021)  tentang potensi &quot;siklus super&quot; di pasar energi global, meningkatkan  prospek harga yang lebih tinggi karena permintaan melebihi pasokan.
Namun, meskipun ada tanda-tanda positif di sisi permintaan, dengan  perjalanan udara meningkat cepat, kebijakan moneter dan fiskal yang  lebih ketat dan musim dingin di belahan bumi utara akan bertindak  sebagai peredam.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis  (11/11/2021) memangkas perkiraan permintaan minyak dunia untuk kuartal  keempat sebesar 330.000 barel per hari (bph) dari perkiraan bulan lalu,  karena harga energi yang tinggi menghambat pemulihan ekonomi dari  pandemi COVID-19.
OPEC, Rusia dan sekutu, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, sepakat  pekan lalu untuk tetap berpegang pada rencana untuk menambah 400.000  barel per hari ke pasar setiap bulan.
&quot;Pasar minyak berjalan dalam tidur menuju surplus pasokan,&quot; kata  Stephen Brennock dari pialang minyak PVM. &amp;ldquo;OPEC dan sekutunya setidaknya  perlu menghentikan pelonggaran pembatasan pasokan mereka di tahun baru.  Kelambanan akan mengakibatkan stok minyak global membengkak lagi.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
