<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Erick Thohir Pangkas Utang Garuda Rp139 Triliun, Cek 6 Faktanya</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir tengah berusaha melakukan restrukturisasi utang sebagai langkah penyelamatan Garuda Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/14/320/2501294/cara-erick-thohir-pangkas-utang-garuda-rp139-triliun-cek-6-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/14/320/2501294/cara-erick-thohir-pangkas-utang-garuda-rp139-triliun-cek-6-faktanya"/><item><title>Cara Erick Thohir Pangkas Utang Garuda Rp139 Triliun, Cek 6 Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/14/320/2501294/cara-erick-thohir-pangkas-utang-garuda-rp139-triliun-cek-6-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/14/320/2501294/cara-erick-thohir-pangkas-utang-garuda-rp139-triliun-cek-6-faktanya</guid><pubDate>Minggu 14 November 2021 05:41 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/13/320/2501294/cara-erick-thohir-pangkas-utang-garuda-rp139-triliun-cek-6-faktanya-kkJ2R8KybY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya Menteri BUMN Erick Thohir pangkas utang Garuda Indonesia (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/13/320/2501294/cara-erick-thohir-pangkas-utang-garuda-rp139-triliun-cek-6-faktanya-kkJ2R8KybY.jpg</image><title>Upaya Menteri BUMN Erick Thohir pangkas utang Garuda Indonesia (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir tengah berusaha melakukan restrukturisasi utang sebagai langkah penyelamatan Garuda Indonesia. Namun bila usaha tersebut dinilai tidak berjalan baik, pailit menjadi opsi terakhir.
Hingga saat ini utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bengkak mencapai USD9,8 Miliar atau setara Rp139 triliun (kurs Rp14.200).
Berikut upaya Erick Thohir untuk lunasi utang Garuda Indonesia sebesar Rp139 triliun yang dirangkum Okezone, Sabtu (13/11/2021).
Baca Juga: Serikat Karyawan: Garuda Indonesia Akan Jadi Indosat Jilid Dua
 
1. Erick Akui Kesalahan Bisnis Garuda Indonesia
 
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui kesalahan bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi pelajaran bagi seluruh perusahaan negara. Di mana saat ini, Garuda tengah menanggung beban kerja dan keuangan akibat tingginya utang.
&quot;Khusus Garuda ini memang kesalahan yang kita juga tidak bermaksud apa-apa, tapi memang kita ingin menjadi bagian yang harus kita belajar,&quot; ujar Erick dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, dikutip Kamis, (16/9/2021).
Baca Juga: 6 Fakta Garuda Indonesia Hanya Punya 6 Pesawat dan Utang Rp139 Triliun
2. Perjanjian dengan Sejumlah BUMN
 
Perihal restrukturisasi, Garuda telah mendapatkan persetujuan untuk merestrukturisasi utang dalam jangka panjang. Saat ini, manajemen telah menandatangani perjanjian dengan sejumlah BUMN dengan rata-rata jangka waktunya tiga tahun.
Perjanjian itu disepakati dengan PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMS8xLzE0MTU0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Merubah Model Bisnis
 
Ihwal perubahan model bisnis, kata Erick, Garuda akan difokuskan pada  rute penerbangan domestik. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan ceruk  pasar domestik yang masih potensial.
Selain berfokus pada penerbangan domestik, Garuda juga akan menguatkan bisnis kargo.
 
4. Bekerja Sama dengan Emirates
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bekerja sama dengan perusahaan penerbangan asal Dubai, Emirates.
Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, kerja sama itu bertujuan agar  Garuda Indonesia bisa fokus pada bisnis penerbangan domestik. Selain  itu, perjanjian dalam bentuk code sharing juga menegaskan bahwa  pelanggan Garuda tetap bisa menjelajahi rute internasional melalui  maskapai Emirates.
Melalui kerjasama code sharing dengan Emirates dalam melayani rute  penerbangan ke luar negeri, maka Garuda masih memiliki nilai di mata  pelanggannya. Hal ini diharapkan berdampak positif dalam mendukung  orientasi baru Garuda yang akan lebih fokus melayani rute domestik.  &quot;Bagaimanapun juga, kita tidak bisa tinggal diam, bukan? Yang namanya  usaha dan mencari solusi harus tetap dipikirkan. Termasuk juga menyusun  strategi dan fokus baru untuk bisnis penerbangan domestik Garuda,&quot; kata  Erick.
 
5. Dinilai Potensial
Data penerbangan masih didominasi oleh penumpang domestik. Tercatat,  78 persen penumpang menggunakan pesawat untuk bepergian antar pulau  dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1.400 triliun.
&quot;Toh kalau kita lihat dari data sebelum Covid sendiri, 78% adalah  turis lokal, sisanya turis asing. Dari 78% itu Rp1.400 triliun  perputaran uangnya. Jadi memang nanti kita akan memfokuskan kepada  penerbangan dalam negeri saja, ini untuk bisnis model perubahan,&quot;  katanya.
6. Menekan Biaya Sewa Pesawat
 
Manajemen juga diharuskan melakukan upaya pemetaan ihwal pembiayaan  sewa (leasing) pesawat. Erick mencatat, leasing pesawat Garuda mencapai  28% atau tertinggi di dunia. Hal ini menjadi sebab lain emiten  menanggung beban keuangan.
&quot;Jadi, makanya kita sedang fokus negosiasi dengan lessor dan kita  kategorikan ada dua, lessor yang klasifikasi korupsi sesuai dengan  temuan KPK dll, kita tidak mau dalam negosiasi kita dilemahkan, silahkan  saja ambil pesawatnya. Untuk B to B kemahalan, ya kita coba negosiasi  ulang,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir tengah berusaha melakukan restrukturisasi utang sebagai langkah penyelamatan Garuda Indonesia. Namun bila usaha tersebut dinilai tidak berjalan baik, pailit menjadi opsi terakhir.
Hingga saat ini utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bengkak mencapai USD9,8 Miliar atau setara Rp139 triliun (kurs Rp14.200).
Berikut upaya Erick Thohir untuk lunasi utang Garuda Indonesia sebesar Rp139 triliun yang dirangkum Okezone, Sabtu (13/11/2021).
Baca Juga: Serikat Karyawan: Garuda Indonesia Akan Jadi Indosat Jilid Dua
 
1. Erick Akui Kesalahan Bisnis Garuda Indonesia
 
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui kesalahan bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi pelajaran bagi seluruh perusahaan negara. Di mana saat ini, Garuda tengah menanggung beban kerja dan keuangan akibat tingginya utang.
&quot;Khusus Garuda ini memang kesalahan yang kita juga tidak bermaksud apa-apa, tapi memang kita ingin menjadi bagian yang harus kita belajar,&quot; ujar Erick dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, dikutip Kamis, (16/9/2021).
Baca Juga: 6 Fakta Garuda Indonesia Hanya Punya 6 Pesawat dan Utang Rp139 Triliun
2. Perjanjian dengan Sejumlah BUMN
 
Perihal restrukturisasi, Garuda telah mendapatkan persetujuan untuk merestrukturisasi utang dalam jangka panjang. Saat ini, manajemen telah menandatangani perjanjian dengan sejumlah BUMN dengan rata-rata jangka waktunya tiga tahun.
Perjanjian itu disepakati dengan PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xMS8xLzE0MTU0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Merubah Model Bisnis
 
Ihwal perubahan model bisnis, kata Erick, Garuda akan difokuskan pada  rute penerbangan domestik. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan ceruk  pasar domestik yang masih potensial.
Selain berfokus pada penerbangan domestik, Garuda juga akan menguatkan bisnis kargo.
 
4. Bekerja Sama dengan Emirates
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bekerja sama dengan perusahaan penerbangan asal Dubai, Emirates.
Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, kerja sama itu bertujuan agar  Garuda Indonesia bisa fokus pada bisnis penerbangan domestik. Selain  itu, perjanjian dalam bentuk code sharing juga menegaskan bahwa  pelanggan Garuda tetap bisa menjelajahi rute internasional melalui  maskapai Emirates.
Melalui kerjasama code sharing dengan Emirates dalam melayani rute  penerbangan ke luar negeri, maka Garuda masih memiliki nilai di mata  pelanggannya. Hal ini diharapkan berdampak positif dalam mendukung  orientasi baru Garuda yang akan lebih fokus melayani rute domestik.  &quot;Bagaimanapun juga, kita tidak bisa tinggal diam, bukan? Yang namanya  usaha dan mencari solusi harus tetap dipikirkan. Termasuk juga menyusun  strategi dan fokus baru untuk bisnis penerbangan domestik Garuda,&quot; kata  Erick.
 
5. Dinilai Potensial
Data penerbangan masih didominasi oleh penumpang domestik. Tercatat,  78 persen penumpang menggunakan pesawat untuk bepergian antar pulau  dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1.400 triliun.
&quot;Toh kalau kita lihat dari data sebelum Covid sendiri, 78% adalah  turis lokal, sisanya turis asing. Dari 78% itu Rp1.400 triliun  perputaran uangnya. Jadi memang nanti kita akan memfokuskan kepada  penerbangan dalam negeri saja, ini untuk bisnis model perubahan,&quot;  katanya.
6. Menekan Biaya Sewa Pesawat
 
Manajemen juga diharuskan melakukan upaya pemetaan ihwal pembiayaan  sewa (leasing) pesawat. Erick mencatat, leasing pesawat Garuda mencapai  28% atau tertinggi di dunia. Hal ini menjadi sebab lain emiten  menanggung beban keuangan.
&quot;Jadi, makanya kita sedang fokus negosiasi dengan lessor dan kita  kategorikan ada dua, lessor yang klasifikasi korupsi sesuai dengan  temuan KPK dll, kita tidak mau dalam negosiasi kita dilemahkan, silahkan  saja ambil pesawatnya. Untuk B to B kemahalan, ya kita coba negosiasi  ulang,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
