<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Oktober Diprediksi Surplus USD3,8 Miliar</title><description>Neraca perdagangan Oktober 2021 diprediksi surplus USD3,87 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501773/neraca-dagang-oktober-diprediksi-surplus-usd3-8-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501773/neraca-dagang-oktober-diprediksi-surplus-usd3-8-miliar"/><item><title>Neraca Dagang Oktober Diprediksi Surplus USD3,8 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501773/neraca-dagang-oktober-diprediksi-surplus-usd3-8-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501773/neraca-dagang-oktober-diprediksi-surplus-usd3-8-miliar</guid><pubDate>Senin 15 November 2021 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2501773/neraca-dagang-oktober-diprediksi-surplus-usd3-8-miliar-yOifveAdgr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca perdagangan Oktober diprediksi surplus (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2501773/neraca-dagang-oktober-diprediksi-surplus-usd3-8-miliar-yOifveAdgr.jpeg</image><title>Neraca perdagangan Oktober diprediksi surplus (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Neraca perdagangan Oktober 2021 diprediksi surplus USD3,87 miliar. Meskipun surplus, neraca perdagangan menyusut jika dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD4,37 miliar.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan surplus neraca dagang cenderung disebabkan oleh peningkatan nilai impor secara bulanan, yang diperkirakan bertumbuh 2,3% (month on month/mom) atau setara dengan 53,98% (year on year/yoy) secara tahunan. Pertumbuhan impor pada bulan Oktober, berkaitan dengan kenaikan impor migas, sejalan dengan kenaikan harga minyak global sebesar 12,74% mom.
Baca Juga: 4 Fakta Neraca Perdagangan September Surplus USD4,37 Miliar
 
&quot;Kenaikan harga minyak juga diikuti oleh kenaikan mobilitas masyarakat Indonesia, sehingga mendorong kenaikan volume permintaan minyak,&quot; kata Josua, Senin (15/11/2021).
Baca Juga: Impor Capai USD16,2 Miliar, Berikut 3 Negara Paling Sering Kirim Barang ke Indonesia
 
Sementara itu, dari kenaikan sisi impor non-migas didukung oleh kenaikan PMI Manufacturing Indonesia, dari sebelumnya sebesar 52,2 menjadi 57,2 di bulan Oktober. Kenaikan aktivitas manufaktur, yang tergambar dari PMI Manufacturing tersebut menjadi indikasi kenaikan permintaan bahan baku, terutama bahan baku impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8yMC80LzEzMjE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di sisi lain, kami proyeksikan bahwa ekspor pada bulan  Oktober akan terkontraksi tipis di level 0,6% mom atau setara dengan  pertumbuhan tahunan sebesar 42,59% yoy,&quot; katanya.
Kontraksi nilai ekspor secara bulanan diperkirakan akibat penurunan  volume permintaan dari Tiongkok. Secara bulanan, volume impor batu bara  ke Tiongkok turun 18,2% mom. Penurunan volume diperkirakan juga terjadi  di banyak negara seiring dengan kenaikan harga batu bara yang mencapai  27,58% mom. Penurunan ekspor diikuti oleh kenaikan impor menjadi  pendorong penurunan surplus neraca dagang di bulan Oktober.</description><content:encoded>JAKARTA - Neraca perdagangan Oktober 2021 diprediksi surplus USD3,87 miliar. Meskipun surplus, neraca perdagangan menyusut jika dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD4,37 miliar.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan surplus neraca dagang cenderung disebabkan oleh peningkatan nilai impor secara bulanan, yang diperkirakan bertumbuh 2,3% (month on month/mom) atau setara dengan 53,98% (year on year/yoy) secara tahunan. Pertumbuhan impor pada bulan Oktober, berkaitan dengan kenaikan impor migas, sejalan dengan kenaikan harga minyak global sebesar 12,74% mom.
Baca Juga: 4 Fakta Neraca Perdagangan September Surplus USD4,37 Miliar
 
&quot;Kenaikan harga minyak juga diikuti oleh kenaikan mobilitas masyarakat Indonesia, sehingga mendorong kenaikan volume permintaan minyak,&quot; kata Josua, Senin (15/11/2021).
Baca Juga: Impor Capai USD16,2 Miliar, Berikut 3 Negara Paling Sering Kirim Barang ke Indonesia
 
Sementara itu, dari kenaikan sisi impor non-migas didukung oleh kenaikan PMI Manufacturing Indonesia, dari sebelumnya sebesar 52,2 menjadi 57,2 di bulan Oktober. Kenaikan aktivitas manufaktur, yang tergambar dari PMI Manufacturing tersebut menjadi indikasi kenaikan permintaan bahan baku, terutama bahan baku impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8yMC80LzEzMjE5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di sisi lain, kami proyeksikan bahwa ekspor pada bulan  Oktober akan terkontraksi tipis di level 0,6% mom atau setara dengan  pertumbuhan tahunan sebesar 42,59% yoy,&quot; katanya.
Kontraksi nilai ekspor secara bulanan diperkirakan akibat penurunan  volume permintaan dari Tiongkok. Secara bulanan, volume impor batu bara  ke Tiongkok turun 18,2% mom. Penurunan volume diperkirakan juga terjadi  di banyak negara seiring dengan kenaikan harga batu bara yang mencapai  27,58% mom. Penurunan ekspor diikuti oleh kenaikan impor menjadi  pendorong penurunan surplus neraca dagang di bulan Oktober.</content:encoded></item></channel></rss>
