<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantah Terlibat Bisnis PCR, Erick Thohir Tak Tahu Pendirian GSI</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir dituding terlibat bisnis PCR. Nama Erick  Thohir dikaitkan dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501841/bantah-terlibat-bisnis-pcr-erick-thohir-tak-tahu-pendirian-gsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501841/bantah-terlibat-bisnis-pcr-erick-thohir-tak-tahu-pendirian-gsi"/><item><title>Bantah Terlibat Bisnis PCR, Erick Thohir Tak Tahu Pendirian GSI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501841/bantah-terlibat-bisnis-pcr-erick-thohir-tak-tahu-pendirian-gsi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501841/bantah-terlibat-bisnis-pcr-erick-thohir-tak-tahu-pendirian-gsi</guid><pubDate>Senin 15 November 2021 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2501841/bantah-terlibat-bisnis-pcr-erick-thohir-tak-tahu-pendirian-gsi-4OfcmvyMcV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir membantah keterlibatannya dalam bisnis PCR (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2501841/bantah-terlibat-bisnis-pcr-erick-thohir-tak-tahu-pendirian-gsi-4OfcmvyMcV.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir membantah keterlibatannya dalam bisnis PCR (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir dituding terlibat bisnis PCR. Nama Erick Thohir dikaitkan dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Selain Erick ada pula nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Meski begitu, Erick menolak opini adanya keterlibatannya dirinya dengan perusahaan penyedia PCR tersebut. Menurutnya, sejak awal pendirian GSI pun dia tidak ikut terlibat.
Baca Juga: Soal Tuduhan Bisnis PCR, Erick Thohir: Pejabat Publik Punya Risiko Difitnah
 
&quot;GSI pendiriannya juga saya tidak mengikuti. Dan itu di bawah Yayasan (Adaro),&quot; ujar Erick, Senin (15/11/2021).
Dari sejumlah sumber pemberitaan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Yayasan tersebut merupakan yayasan milik keluarga besar Erick Thohir. Sementara itu, dua perusahaan lain yang terafiliasi dengan GSI adalah PT Toba Sejahtra dan PT Tiba Bumi Energi.
Baca Juga: PCR Syarat Perjalanan Bisa Berlaku Lagi, Luhut: Jangan Bilang Tak Konsisten
Dimana, kedua korporasi mengantongi 242 lembar saham. Keduanya pun dikaitkan dengan nama Luhut Binsar Pandjaitan. GSI sendiri memiliki laboratorium modern dan berkapasitas besar dan mampu melakukan tes PCR sebanyak 5.000 test per hari.Erick menegaskan, seluruh jabatannya di luar pemerintahan sudah  dilepaskan sejak awal dirinya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi)  untuk memimpin Kementerian BUMN. Bahkan, seluruh harta kekayaannya pun  sudah dilaporkan secara transparan di Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK).
&quot;Saya melaporkan harta kekayaan saya secara transparan di KPK, di  Pajak, dan alhamdulillah konsisten sampai hari ini. Kita salah satu  pribadi yang melaporkan kekayaan dan pajak secara transparan,&quot; katanya.
Di luar itu, Komisi Antirasuah itu pun menetapkan Kementerian BUMN  sebagai Kementerian yang transparan dalam melaporkan harta kekayaan  seluruh pejabatnya.
&quot;KPK mengundang Menteri BUMN sebagai salah satu kementerian yang  transparan dalam memberikan laporan harta kekayaan, bukan saya saja,  seluruh Direksi dan Komisaris, bahkan saya tekankan waktu itu, yang  tadinya hanya holdingnya, sekarang anak dan cucu harus melaporkan harta  kekayaan. Kita harus transparan,&quot; ungkap Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir dituding terlibat bisnis PCR. Nama Erick Thohir dikaitkan dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Selain Erick ada pula nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Meski begitu, Erick menolak opini adanya keterlibatannya dirinya dengan perusahaan penyedia PCR tersebut. Menurutnya, sejak awal pendirian GSI pun dia tidak ikut terlibat.
Baca Juga: Soal Tuduhan Bisnis PCR, Erick Thohir: Pejabat Publik Punya Risiko Difitnah
 
&quot;GSI pendiriannya juga saya tidak mengikuti. Dan itu di bawah Yayasan (Adaro),&quot; ujar Erick, Senin (15/11/2021).
Dari sejumlah sumber pemberitaan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Yayasan tersebut merupakan yayasan milik keluarga besar Erick Thohir. Sementara itu, dua perusahaan lain yang terafiliasi dengan GSI adalah PT Toba Sejahtra dan PT Tiba Bumi Energi.
Baca Juga: PCR Syarat Perjalanan Bisa Berlaku Lagi, Luhut: Jangan Bilang Tak Konsisten
Dimana, kedua korporasi mengantongi 242 lembar saham. Keduanya pun dikaitkan dengan nama Luhut Binsar Pandjaitan. GSI sendiri memiliki laboratorium modern dan berkapasitas besar dan mampu melakukan tes PCR sebanyak 5.000 test per hari.Erick menegaskan, seluruh jabatannya di luar pemerintahan sudah  dilepaskan sejak awal dirinya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi)  untuk memimpin Kementerian BUMN. Bahkan, seluruh harta kekayaannya pun  sudah dilaporkan secara transparan di Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK).
&quot;Saya melaporkan harta kekayaan saya secara transparan di KPK, di  Pajak, dan alhamdulillah konsisten sampai hari ini. Kita salah satu  pribadi yang melaporkan kekayaan dan pajak secara transparan,&quot; katanya.
Di luar itu, Komisi Antirasuah itu pun menetapkan Kementerian BUMN  sebagai Kementerian yang transparan dalam melaporkan harta kekayaan  seluruh pejabatnya.
&quot;KPK mengundang Menteri BUMN sebagai salah satu kementerian yang  transparan dalam memberikan laporan harta kekayaan, bukan saya saja,  seluruh Direksi dan Komisaris, bahkan saya tekankan waktu itu, yang  tadinya hanya holdingnya, sekarang anak dan cucu harus melaporkan harta  kekayaan. Kita harus transparan,&quot; ungkap Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
