<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Sri Mulyani Dapatkan Aset Negara Butuh Pengorbanan</title><description>Sri Mulyani menyebut dalam mendapatkan aset negara dalam mendapatkan barang milik negara (BMN) tidak mudah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501880/curhat-sri-mulyani-dapatkan-aset-negara-butuh-pengorbanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501880/curhat-sri-mulyani-dapatkan-aset-negara-butuh-pengorbanan"/><item><title>Curhat Sri Mulyani Dapatkan Aset Negara Butuh Pengorbanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501880/curhat-sri-mulyani-dapatkan-aset-negara-butuh-pengorbanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2501880/curhat-sri-mulyani-dapatkan-aset-negara-butuh-pengorbanan</guid><pubDate>Senin 15 November 2021 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2501880/curhat-sri-mulyani-dapatkan-aset-negara-butuh-pengorbanan-h1dxI97mxR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2501880/curhat-sri-mulyani-dapatkan-aset-negara-butuh-pengorbanan-h1dxI97mxR.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut dalam mendapatkan aset negara dalam mendapatkan barang milik negara (BMN) tidak mudah. Hal ini dikarenakan, butuh pengorbanan yang keras dalam mendapatkan aset negara.
&quot;Kita  bersama membangun karakter bangsa Indonesia dan peradaban Indonesia. Hal ini karena kita memahami barang milik negara  ini tidak datang begitu saja atau tiba-tiba barang milik negara ini atau aset negara diperoleh senuah proses keuangan negara dan membutuhkan pengorbanan dan upaya keras untuk mendapatkannya,&quot; ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (15/11/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut G20 Punya Peran Penting Atur Ekonomi Dunia
Menurutnya, karakteristik suatu negara bisa digambarkan dengan tata kelola dalam mengelola barang milik negara. Adapun, aset negara ini digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dalam membantu ekonomi.
&quot;Perlakukan suatu bangsa dan negara  mengelola asetnya menujukkan sikap karakter bangsa itu dan perdabannya. Aset negara ini adalah milik masyarakat,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemulihan Ekonomi Tak Merata, Ini Sederet Tantangan Baru yang Dihadapi Negara G20
Dia menambahkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus dikelola dengan hati-hati. Hal ini dilakukan agar bisa membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang memghantam semua lapisan masyarakat.

&quot;Dalam APBN kita dipahami masyarakat kita dalam menghadapi covid dan pandemi yang tidak hanya terjadi di Indonesia. APBN dan keuangan negara sangat penting dalam menjadi musibah pandemi baik dibidang kesejatan maupun sosial dan ekonomi dalam memulihkan ekonomi Indonesia,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut dalam mendapatkan aset negara dalam mendapatkan barang milik negara (BMN) tidak mudah. Hal ini dikarenakan, butuh pengorbanan yang keras dalam mendapatkan aset negara.
&quot;Kita  bersama membangun karakter bangsa Indonesia dan peradaban Indonesia. Hal ini karena kita memahami barang milik negara  ini tidak datang begitu saja atau tiba-tiba barang milik negara ini atau aset negara diperoleh senuah proses keuangan negara dan membutuhkan pengorbanan dan upaya keras untuk mendapatkannya,&quot; ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (15/11/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut G20 Punya Peran Penting Atur Ekonomi Dunia
Menurutnya, karakteristik suatu negara bisa digambarkan dengan tata kelola dalam mengelola barang milik negara. Adapun, aset negara ini digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dalam membantu ekonomi.
&quot;Perlakukan suatu bangsa dan negara  mengelola asetnya menujukkan sikap karakter bangsa itu dan perdabannya. Aset negara ini adalah milik masyarakat,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemulihan Ekonomi Tak Merata, Ini Sederet Tantangan Baru yang Dihadapi Negara G20
Dia menambahkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus dikelola dengan hati-hati. Hal ini dilakukan agar bisa membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang memghantam semua lapisan masyarakat.

&quot;Dalam APBN kita dipahami masyarakat kita dalam menghadapi covid dan pandemi yang tidak hanya terjadi di Indonesia. APBN dan keuangan negara sangat penting dalam menjadi musibah pandemi baik dibidang kesejatan maupun sosial dan ekonomi dalam memulihkan ekonomi Indonesia,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
