<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPKM Diperpanjang, Menko Luhut: Hati-Hati Hadapi Nataru</title><description>Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali diperpanjang selama dua minggu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2502264/ppkm-diperpanjang-menko-luhut-hati-hati-hadapi-nataru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2502264/ppkm-diperpanjang-menko-luhut-hati-hati-hadapi-nataru"/><item><title>PPKM Diperpanjang, Menko Luhut: Hati-Hati Hadapi Nataru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2502264/ppkm-diperpanjang-menko-luhut-hati-hati-hadapi-nataru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/15/320/2502264/ppkm-diperpanjang-menko-luhut-hati-hati-hadapi-nataru</guid><pubDate>Senin 15 November 2021 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2502264/ppkm-diperpanjang-menko-luhut-hati-hati-hadapi-nataru-3eeNg35okg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/15/320/2502264/ppkm-diperpanjang-menko-luhut-hati-hati-hadapi-nataru-3eeNg35okg.jpg</image><title>Menko Luhut (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali diperpanjang selama dua minggu ke depan hingga 29 November 2021.
Namun, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan sikap hati-hati menyusul peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir.
Hal itu terlihat dari beberapa kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bukti Ekonomi Pulih, Aktivitas Masyarakat di Tempat Belanja Meningkat
Khusus wilayah Jawa-Bali, terdapat 29% kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu dan 34 persen kabupaten/kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.
&quot;Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru). Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021,&quot; jelas Menko Luhut Pandjaitan, dikutip dari Antara, Senin (15/11/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Monitor 5 Provinsi yang Angka Covid-19 Naik Lagi
Dia mengungkapkan, terdapat penambahan lima kabupaten/kota yang masuk dalam level 1 dan sebanyak 10 kabupaten/kota yang masuk dalam level 2 dalam penanganan Covid-19.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan menjadi 26 kabupaten/kota yang masuk level 1 dan 61 kabupaten/kota yang masuk pada level 2.
&quot;Dalam asesmen yang akan berlaku dalam dua minggu ke depan, terdapat penambahan kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 sebanyak 10 kabupaten/kota dan level 1 sebanyak lima kabupaten/kota,&quot; kata Menko Luhut.Dengan demikian, jumlah keseluruhan kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 1 menjadi 26 kabupaten/kota, level 2 menjadi 61 kabupaten/kota dan level 3 menjadi 41 kabupaten/kota.
&quot;Terkait detail keputusan ini akan kembali dituangkan dalam Inmendagri,&quot; ujar Menko Luhut Pandjaitan.
Dia juga meminta agar seluruh masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih terdapat 47% kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansia nya masih di bawah 50% dan 75% kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan vaksinasi dosis keduanya masih di bawah 50%.
&quot;Masih ada 16 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50%,&quot; ujar Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali diperpanjang selama dua minggu ke depan hingga 29 November 2021.
Namun, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan sikap hati-hati menyusul peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir.
Hal itu terlihat dari beberapa kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan perawatan mingguan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bukti Ekonomi Pulih, Aktivitas Masyarakat di Tempat Belanja Meningkat
Khusus wilayah Jawa-Bali, terdapat 29% kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu dan 34 persen kabupaten/kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.
&quot;Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru). Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021,&quot; jelas Menko Luhut Pandjaitan, dikutip dari Antara, Senin (15/11/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Monitor 5 Provinsi yang Angka Covid-19 Naik Lagi
Dia mengungkapkan, terdapat penambahan lima kabupaten/kota yang masuk dalam level 1 dan sebanyak 10 kabupaten/kota yang masuk dalam level 2 dalam penanganan Covid-19.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan menjadi 26 kabupaten/kota yang masuk level 1 dan 61 kabupaten/kota yang masuk pada level 2.
&quot;Dalam asesmen yang akan berlaku dalam dua minggu ke depan, terdapat penambahan kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 sebanyak 10 kabupaten/kota dan level 1 sebanyak lima kabupaten/kota,&quot; kata Menko Luhut.Dengan demikian, jumlah keseluruhan kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 1 menjadi 26 kabupaten/kota, level 2 menjadi 61 kabupaten/kota dan level 3 menjadi 41 kabupaten/kota.
&quot;Terkait detail keputusan ini akan kembali dituangkan dalam Inmendagri,&quot; ujar Menko Luhut Pandjaitan.
Dia juga meminta agar seluruh masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih terdapat 47% kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansia nya masih di bawah 50% dan 75% kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan vaksinasi dosis keduanya masih di bawah 50%.
&quot;Masih ada 16 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50%,&quot; ujar Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu.</content:encoded></item></channel></rss>
