<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar Kokoh di Level Tertinggi dalam 16 Bulan</title><description>Indeks dolar AS menguat mencapai level tertinggi 16-bulan terhadap  sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502344/indeks-dolar-kokoh-di-level-tertinggi-dalam-16-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502344/indeks-dolar-kokoh-di-level-tertinggi-dalam-16-bulan"/><item><title>Indeks Dolar Kokoh di Level Tertinggi dalam 16 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502344/indeks-dolar-kokoh-di-level-tertinggi-dalam-16-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502344/indeks-dolar-kokoh-di-level-tertinggi-dalam-16-bulan</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/320/2502344/indeks-dolar-kokoh-di-level-tertinggi-dalam-16-bulan-8QEQaifqp0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/320/2502344/indeks-dolar-kokoh-di-level-tertinggi-dalam-16-bulan-8QEQaifqp0.jpg</image><title>Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar AS menguat mencapai level tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Penguatan dolar didorong oleh pertumbuhan global dan kekhawatiran inflasi, serta ekspektasi kebijakan moneter ketika investor menunggu data minggu ini tentang kekuatan konsumen AS.
Dolar melonjak pada Rabu lalu (3/11/2021) setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik bulan lalu pada laju tahunan tercepat sejak 1990, menimbulkan keraguan pada pandangan Federal Reserve (Fed) bahwa tekanan harga akan bersifat sementara dan memicu spekulasi bahwa suku bunga akan dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Tertekan Data Inflasi
 
&quot;Saya merasa seperti saya berdagang kembali di tahun 90-an ketika semua orang lebih memperhatikan apa yang akan dilakukan The Fed,&quot; kata Analis Senior FXStreet.com, Joseph Trevisani.
&quot;Sudah lama sejak kami mengalami perubahan nyata dalam tingkat suku bunga komparatif dan tampaknya ke sanalah tujuan kami.&quot;
Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama saingannya, mencapai 95,462 pada Senin (15/11/2021), tertinggi sejak Juli 2020, dan terakhir naik 0,274% pada 95,394.
Baca Juga: Inflasi Tinggi, Indeks Dolar AS Meroket
Permintaan untuk greenback telah melunak pada Jumat (12/11/2021), ketika sebuah laporan menunjukkan sentimen konsumen turun ke level terendah dalam satu dekade, sebagian karena lonjakan inflasi. Tapi permintaan menguat lagi pada Senin (15/11/2021) setelah pembuat kebijakan di Eropa dan Inggris menyuarakan kekhawatiran pertumbuhan dan harga.
Investor akan melihat data penjualan ritel AS pada Selasa (16/11/2021) waktu setempat untuk petunjuk ke mana arah dolar selanjutnya. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penjualan ritel naik 1,1% bulan lalu, menurut jajak pendapat Reuters.
&quot;Mengikuti data sentimen konsumen, perhatian akan tertuju pada penjualan ritel AS besok untuk melihat apakah penurunan sentimen konsumen tercermin dalam penjualan ritel,&quot; kata Analis Pasar Keuangan Senior City Index, Fiona Cincotta.Kenaikan dalam indeks dolar tertimbang terhadap euro juga telah  dibantu oleh penurunan mata uang tunggal, dengan Presiden Bank Sentral  Eropa (ECB) Christine Lagarde terus mendorong kembali taruhan pasar  untuk kebijakan yang lebih ketat.
Kemacetan rantai pasokan dan melonjaknya biaya energi memperlambat  pertumbuhan zona euro dan akan menjaga inflasi tetap tinggi lebih lama  dari yang diperkirakan, kata Lagarde.
Lagarde &quot;mengulangi pandangan dovish pembuat kebijakan&quot; menjaga euro  tetap terkendali, kata Jane Foley, Kepala Strategi Valas di Rabobank  London.
Euro mencapai level terendah 16 bulan terhadap greenback dan terakhir turun 0,49% pada 1,13865 dolar AS.
Terhadap franc Swiss, euro merosot ke level terlemahnya dalam 18 bulan dan terakhir turun 0,17% pada 1,0524.
Minat pada pasangan euro/franc Swiss telah meningkat tajam, kata  Simon Harvey, analis pasar senior valas di Monex Europe, &quot;karena franc  Swiss adalah lindung nilai alami terhadap inflasi.&quot;
Anggota dewan gubernur babk sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB),  Andrea Maechler mengatakan inflasi Swiss yang moderat, pada tingkat  tahunan sekitar 1,2%, membatasi kenaikan franc. Tapi dia menegaskan  kembali komitmen SNB untuk melakukan intervensi pasar yang dirancang  untuk membatasi, jika diperlukan, efek kekuatan franc Swiss terhadap  ekonomi berorientasi ekspor Swiss.
Di Inggris, pound naik 0,16% menjadi 1,3429 dolar AS untuk memulai  minggu yang padat data dengan angka ketenagakerjaan, inflasi dan  penjualan ritel diharapkan memberikan petunjuk apakah bank sentral  Inggris (BoE) akan menaikkan suku pada Desember, seperti yang  diperkirakan oleh pasar. Pada Jumat (12/11/2021), sterling menyentuh  level terendah tahun ini terhadap dolar.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar AS menguat mencapai level tertinggi 16-bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Penguatan dolar didorong oleh pertumbuhan global dan kekhawatiran inflasi, serta ekspektasi kebijakan moneter ketika investor menunggu data minggu ini tentang kekuatan konsumen AS.
Dolar melonjak pada Rabu lalu (3/11/2021) setelah data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik bulan lalu pada laju tahunan tercepat sejak 1990, menimbulkan keraguan pada pandangan Federal Reserve (Fed) bahwa tekanan harga akan bersifat sementara dan memicu spekulasi bahwa suku bunga akan dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Tertekan Data Inflasi
 
&quot;Saya merasa seperti saya berdagang kembali di tahun 90-an ketika semua orang lebih memperhatikan apa yang akan dilakukan The Fed,&quot; kata Analis Senior FXStreet.com, Joseph Trevisani.
&quot;Sudah lama sejak kami mengalami perubahan nyata dalam tingkat suku bunga komparatif dan tampaknya ke sanalah tujuan kami.&quot;
Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama saingannya, mencapai 95,462 pada Senin (15/11/2021), tertinggi sejak Juli 2020, dan terakhir naik 0,274% pada 95,394.
Baca Juga: Inflasi Tinggi, Indeks Dolar AS Meroket
Permintaan untuk greenback telah melunak pada Jumat (12/11/2021), ketika sebuah laporan menunjukkan sentimen konsumen turun ke level terendah dalam satu dekade, sebagian karena lonjakan inflasi. Tapi permintaan menguat lagi pada Senin (15/11/2021) setelah pembuat kebijakan di Eropa dan Inggris menyuarakan kekhawatiran pertumbuhan dan harga.
Investor akan melihat data penjualan ritel AS pada Selasa (16/11/2021) waktu setempat untuk petunjuk ke mana arah dolar selanjutnya. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penjualan ritel naik 1,1% bulan lalu, menurut jajak pendapat Reuters.
&quot;Mengikuti data sentimen konsumen, perhatian akan tertuju pada penjualan ritel AS besok untuk melihat apakah penurunan sentimen konsumen tercermin dalam penjualan ritel,&quot; kata Analis Pasar Keuangan Senior City Index, Fiona Cincotta.Kenaikan dalam indeks dolar tertimbang terhadap euro juga telah  dibantu oleh penurunan mata uang tunggal, dengan Presiden Bank Sentral  Eropa (ECB) Christine Lagarde terus mendorong kembali taruhan pasar  untuk kebijakan yang lebih ketat.
Kemacetan rantai pasokan dan melonjaknya biaya energi memperlambat  pertumbuhan zona euro dan akan menjaga inflasi tetap tinggi lebih lama  dari yang diperkirakan, kata Lagarde.
Lagarde &quot;mengulangi pandangan dovish pembuat kebijakan&quot; menjaga euro  tetap terkendali, kata Jane Foley, Kepala Strategi Valas di Rabobank  London.
Euro mencapai level terendah 16 bulan terhadap greenback dan terakhir turun 0,49% pada 1,13865 dolar AS.
Terhadap franc Swiss, euro merosot ke level terlemahnya dalam 18 bulan dan terakhir turun 0,17% pada 1,0524.
Minat pada pasangan euro/franc Swiss telah meningkat tajam, kata  Simon Harvey, analis pasar senior valas di Monex Europe, &quot;karena franc  Swiss adalah lindung nilai alami terhadap inflasi.&quot;
Anggota dewan gubernur babk sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB),  Andrea Maechler mengatakan inflasi Swiss yang moderat, pada tingkat  tahunan sekitar 1,2%, membatasi kenaikan franc. Tapi dia menegaskan  kembali komitmen SNB untuk melakukan intervensi pasar yang dirancang  untuk membatasi, jika diperlukan, efek kekuatan franc Swiss terhadap  ekonomi berorientasi ekspor Swiss.
Di Inggris, pound naik 0,16% menjadi 1,3429 dolar AS untuk memulai  minggu yang padat data dengan angka ketenagakerjaan, inflasi dan  penjualan ritel diharapkan memberikan petunjuk apakah bank sentral  Inggris (BoE) akan menaikkan suku pada Desember, seperti yang  diperkirakan oleh pasar. Pada Jumat (12/11/2021), sterling menyentuh  level terendah tahun ini terhadap dolar.</content:encoded></item></channel></rss>
