<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akhirnya, Joe Biden Teken UU Infrastruktur Rp14,4 Kuadriliun</title><description>Presiden AS Joe Biden akhirnya menandatangani perjanjian infrastruktur bernilai USD1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502357/akhirnya-joe-biden-teken-uu-infrastruktur-rp14-4-kuadriliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502357/akhirnya-joe-biden-teken-uu-infrastruktur-rp14-4-kuadriliun"/><item><title>Akhirnya, Joe Biden Teken UU Infrastruktur Rp14,4 Kuadriliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502357/akhirnya-joe-biden-teken-uu-infrastruktur-rp14-4-kuadriliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502357/akhirnya-joe-biden-teken-uu-infrastruktur-rp14-4-kuadriliun</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/320/2502357/akhirnya-joe-biden-teken-uu-infrastruktur-usd1-triliun-7CqCKdIxe4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Joe Biden teken angaran infrastruktur USD1 triliun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/320/2502357/akhirnya-joe-biden-teken-uu-infrastruktur-usd1-triliun-7CqCKdIxe4.jpg</image><title>Presiden AS Joe Biden teken angaran infrastruktur USD1 triliun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Presiden AS Joe Biden akhirnya menandatangani perjanjian infrastruktur bernilai USD1 triliun atau setara Rp14,4 kuadriliun. Penandatanganan ini dihadiri beberapa anggota Partai Demokrat dan Republik yang berperan penting dalam meloloskan RUU itu.
Baca Juga: Pembiayaan Syariah untuk Infrastruktur Masih Minim, Kenapa Ya?
Upaya itu diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja di seluruh negara itu dengan mengucurkan milyaran dolar ke pemerintah negara bagian dan lokal untuk memperbaiki jembatan dan jalan yang rusak, dan memperluas akses internet broadband kepada jutaan rakyat AS.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin BUMN Lebih Agresif Bangun Infrastruktur Teknologi dan Inovasi  
 
Sebelumnya, Perwakilan Gedung Putih mengatakan bahwa Biden mengangkat Walikota New Orleans Mitch Landrieu untuk mengawasi implementasi dari upaya infrastruktur itu.


Selain itu, Biden telah menandatangani sebuah perintah  eksekutif sebelum upacara. Perintah eksekutif itu mengatur agar  bahan-bahan yang dibuat di AS diprioritaskan dalam proyek-proyek  infrastruktur, kata Gedung Putih. Perintah itu juga membentuk satgas  yang terdiri dari beberapa pejabat tinggi Kabinet untuk memandu  implementasi dari UU itu.
Upacara penandatanganan di halaman Gedung Putih itu diikuti para  gubernur dan wali kota dari partai Demokrat dan Republik, serta para  pemimpin serikat pekerja dan pengusaha.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden AS Joe Biden akhirnya menandatangani perjanjian infrastruktur bernilai USD1 triliun atau setara Rp14,4 kuadriliun. Penandatanganan ini dihadiri beberapa anggota Partai Demokrat dan Republik yang berperan penting dalam meloloskan RUU itu.
Baca Juga: Pembiayaan Syariah untuk Infrastruktur Masih Minim, Kenapa Ya?
Upaya itu diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja di seluruh negara itu dengan mengucurkan milyaran dolar ke pemerintah negara bagian dan lokal untuk memperbaiki jembatan dan jalan yang rusak, dan memperluas akses internet broadband kepada jutaan rakyat AS.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin BUMN Lebih Agresif Bangun Infrastruktur Teknologi dan Inovasi  
 
Sebelumnya, Perwakilan Gedung Putih mengatakan bahwa Biden mengangkat Walikota New Orleans Mitch Landrieu untuk mengawasi implementasi dari upaya infrastruktur itu.


Selain itu, Biden telah menandatangani sebuah perintah  eksekutif sebelum upacara. Perintah eksekutif itu mengatur agar  bahan-bahan yang dibuat di AS diprioritaskan dalam proyek-proyek  infrastruktur, kata Gedung Putih. Perintah itu juga membentuk satgas  yang terdiri dari beberapa pejabat tinggi Kabinet untuk memandu  implementasi dari UU itu.
Upacara penandatanganan di halaman Gedung Putih itu diikuti para  gubernur dan wali kota dari partai Demokrat dan Republik, serta para  pemimpin serikat pekerja dan pengusaha.</content:encoded></item></channel></rss>
