<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Negara Rp2.058 Triliun, Sri Mulyani Tetap Fokus Covid-19</title><description>Realisasi belanja negara mencapai Rp2.058,9 triliun atau pada Januari-Oktober 2021</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502581/belanja-negara-rp2-058-triliun-sri-mulyani-tetap-fokus-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502581/belanja-negara-rp2-058-triliun-sri-mulyani-tetap-fokus-covid-19"/><item><title>Belanja Negara Rp2.058 Triliun, Sri Mulyani Tetap Fokus Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502581/belanja-negara-rp2-058-triliun-sri-mulyani-tetap-fokus-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/320/2502581/belanja-negara-rp2-058-triliun-sri-mulyani-tetap-fokus-covid-19</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/320/2502581/belanja-negara-rp2-058-triliun-sri-mulyani-tetap-fokus-covid-19-sExNXuR4gA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Negara Mencapai Rp2.058 Triliun. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/320/2502581/belanja-negara-rp2-058-triliun-sri-mulyani-tetap-fokus-covid-19-sExNXuR4gA.jpg</image><title>Belanja Negara Mencapai Rp2.058 Triliun. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Realisasi belanja negara mencapai Rp2.058,9 triliun atau pada Januari-Oktober 2021. Belanja negara ini tumbuh 0,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yakni Rp2.041,8 triliun.
&quot;Belanja kami coba kendalikan tanpa mengorbankan kebutuhan Covid-19 yang masih sangat penting,&quot; ungkap Menteri Sri Mulyanim, dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN 2021 Tembus Rp452 Triliun di September
Dengan demikian, realisasi tersebut telah mencapai 74,9% dari target APBN yang sebesar Rp2.750 triliun. Belanja negara itu meliputi belanja pemerintah pusat Rp1.416,2 triliun atau tumbuh 5,4% (yoy) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp642,6 triliun atau terkontraksi 7,9%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tekan Utang untuk APBN Sehat, Penerbitan SUN Opsi yang Tepat?
Belanja pemerintah pusat tersebut telah mencapai 72,5% dari target Rp1.954,5 triliun, sementara TKDD mencapai 80,8% dari target Rp795,5 triliun. Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja kementerian/lembaga Rp833,1 triliun atau tumbuh 14,8 persen (yoy) dan belanja nonkementerian/lembaga Rp583,1 triliun atau minus 5,7% (yoy).&quot;Belanja kesehatan masih sangat tinggi, bahkan melonjak dan belanja bantuan sosial masih kami pertahankan cukup tinggi sehingga pemulihan ekonomi bisa berjalan,&quot; ujar Sri Mulyani.
Sementara itu, realisasi TKDD terdiri atas transfer ke daerah Rp585,3 triliun atau terkontraksi 8,2 persen (yoy), sedangkan dana desa terealisasi Rp57,3 triliun atau minus 5,2 persen (yoy).</description><content:encoded>JAKARTA - Realisasi belanja negara mencapai Rp2.058,9 triliun atau pada Januari-Oktober 2021. Belanja negara ini tumbuh 0,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yakni Rp2.041,8 triliun.
&quot;Belanja kami coba kendalikan tanpa mengorbankan kebutuhan Covid-19 yang masih sangat penting,&quot; ungkap Menteri Sri Mulyanim, dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Defisit APBN 2021 Tembus Rp452 Triliun di September
Dengan demikian, realisasi tersebut telah mencapai 74,9% dari target APBN yang sebesar Rp2.750 triliun. Belanja negara itu meliputi belanja pemerintah pusat Rp1.416,2 triliun atau tumbuh 5,4% (yoy) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp642,6 triliun atau terkontraksi 7,9%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tekan Utang untuk APBN Sehat, Penerbitan SUN Opsi yang Tepat?
Belanja pemerintah pusat tersebut telah mencapai 72,5% dari target Rp1.954,5 triliun, sementara TKDD mencapai 80,8% dari target Rp795,5 triliun. Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja kementerian/lembaga Rp833,1 triliun atau tumbuh 14,8 persen (yoy) dan belanja nonkementerian/lembaga Rp583,1 triliun atau minus 5,7% (yoy).&quot;Belanja kesehatan masih sangat tinggi, bahkan melonjak dan belanja bantuan sosial masih kami pertahankan cukup tinggi sehingga pemulihan ekonomi bisa berjalan,&quot; ujar Sri Mulyani.
Sementara itu, realisasi TKDD terdiri atas transfer ke daerah Rp585,3 triliun atau terkontraksi 8,2 persen (yoy), sedangkan dana desa terealisasi Rp57,3 triliun atau minus 5,2 persen (yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
