<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tips Kelola Keuangan Generasi Sandwich, Usahakan Tetap Menabung</title><description>Istilah generasi sandwich kian terdengar di pembicaraan seputar keuangan generasi milenial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/622/2502485/5-tips-kelola-keuangan-generasi-sandwich-usahakan-tetap-menabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/622/2502485/5-tips-kelola-keuangan-generasi-sandwich-usahakan-tetap-menabung"/><item><title>5 Tips Kelola Keuangan Generasi Sandwich, Usahakan Tetap Menabung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/622/2502485/5-tips-kelola-keuangan-generasi-sandwich-usahakan-tetap-menabung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/16/622/2502485/5-tips-kelola-keuangan-generasi-sandwich-usahakan-tetap-menabung</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/622/2502485/5-tips-kelola-keuangan-generasi-sandwich-usahakan-tetap-menabung-EI89NWFmqK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan bagi generasi sandwich (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/622/2502485/5-tips-kelola-keuangan-generasi-sandwich-usahakan-tetap-menabung-EI89NWFmqK.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan bagi generasi sandwich (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Istilah generasi sandwich kian terdengar di pembicaraan seputar keuangan generasi milenial. Pasalnya, mereka telah memasuki usia siap menikah. Di saat yang sama, mereka masih harus membiayai keluarganya pula.
Hal ini membuat sebagian besar kaum milenial pusing karena rata-rata tidak berpenghasilan tinggi. Namun, perencana keuangan sekaligus CEO ZAP Finance Prita Ghozie percaya bahwa masalah ini bisa disiasati dengan rencana keuangan yang matang.
Baca Juga: 7 Tips Liburan Hemat Bikin Kantong Anti Jebol
 
&quot;Setiap mention generasi sandwich jadi sedih mulu? Well, hari ini kita ubah yuk! Takdir udah turun, maka the only way: Ikhlas dan dibawa happy aja,&quot; katanya dikutip dari Instagram @pritaghozie, Selasa (16/11/2021).
Lantas, apa saja kiat-kiat keuangan yang bisa dilakukan oleh para generasi sandwich menurut Prita? Simak rangkumannya di bawah ini.
Baca Juga: Fresh Graduate Harus Tau! Ini 3 Kebiasaan yang Bikin Kantong Jebol, MotionBanking Tawarkan Extra Income
1. Kenali dan pahami kebutuhan
 
Pertama, kebutuhan diri sendiri, pasangan, dan keluarga harus diketahui. Prioritaskan yang menjadi kebutuhan hidup, bukan gaya hidup.
2. Atur cash flow
 
Setelah menentukan prioritas, tentukan cash flow. Persentase yang bisa digunakan yaitu 50-70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk menabung, dan 10% untuk hiburan.
Jika cash flow tersebut dirasa masih kurang, mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan bisa menjadi solusi.3. Usahakan tetap menabung
 
Untuk tetap menabung di saat pengeluaran cukup banyak memang terasa  berat. Namun, Prita menilai menabung tetap penting terutama untuk dana  darurat.
Jika dana darurat sudah tersedia, lanjutkan dengan tabungan untuk  dana pensiun dan dana untuk anak-anak. Menabung untuk liburan juga  sah-sah saja apabila masih terdapat bonus yang tersisa.
4. Jangan lupa proteksi
 
Selain dana darurat, Prita juga menilai proteksi berupa asuransi jiwa  untuk diri sendiri dan asuransi kesehatan untuk seluruh anggota  keluarga sama pentingnya.
5. Komunikasikan secara terbuka
 
Jika memang terasa berat, mengomunikasikan keadaan sebenarnya kepada  seluruh anggota keluarga, terutama orang tua, dapat menjadi jalan  keluar.
Menurut Prita, mengatur batasan untuk diri sendiri juga penting. Jika  semua sudah terasa membebani mental, Prita juga menyarankan untuk tidak  ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional.
&quot;Aku memang ga ngerasain sih jadi Generasi Sandwich karena both of  our parents menata keuangan dgn baik. Namun, bukan berarti kamu ga bisa  jalaninnya. It's harder yes, but percayalah &amp;amp; yakin kamu bisa  melewatinya. Pelukkkkkk &amp;amp; doa terbaik buat kamu semua,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Istilah generasi sandwich kian terdengar di pembicaraan seputar keuangan generasi milenial. Pasalnya, mereka telah memasuki usia siap menikah. Di saat yang sama, mereka masih harus membiayai keluarganya pula.
Hal ini membuat sebagian besar kaum milenial pusing karena rata-rata tidak berpenghasilan tinggi. Namun, perencana keuangan sekaligus CEO ZAP Finance Prita Ghozie percaya bahwa masalah ini bisa disiasati dengan rencana keuangan yang matang.
Baca Juga: 7 Tips Liburan Hemat Bikin Kantong Anti Jebol
 
&quot;Setiap mention generasi sandwich jadi sedih mulu? Well, hari ini kita ubah yuk! Takdir udah turun, maka the only way: Ikhlas dan dibawa happy aja,&quot; katanya dikutip dari Instagram @pritaghozie, Selasa (16/11/2021).
Lantas, apa saja kiat-kiat keuangan yang bisa dilakukan oleh para generasi sandwich menurut Prita? Simak rangkumannya di bawah ini.
Baca Juga: Fresh Graduate Harus Tau! Ini 3 Kebiasaan yang Bikin Kantong Jebol, MotionBanking Tawarkan Extra Income
1. Kenali dan pahami kebutuhan
 
Pertama, kebutuhan diri sendiri, pasangan, dan keluarga harus diketahui. Prioritaskan yang menjadi kebutuhan hidup, bukan gaya hidup.
2. Atur cash flow
 
Setelah menentukan prioritas, tentukan cash flow. Persentase yang bisa digunakan yaitu 50-70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk menabung, dan 10% untuk hiburan.
Jika cash flow tersebut dirasa masih kurang, mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan bisa menjadi solusi.3. Usahakan tetap menabung
 
Untuk tetap menabung di saat pengeluaran cukup banyak memang terasa  berat. Namun, Prita menilai menabung tetap penting terutama untuk dana  darurat.
Jika dana darurat sudah tersedia, lanjutkan dengan tabungan untuk  dana pensiun dan dana untuk anak-anak. Menabung untuk liburan juga  sah-sah saja apabila masih terdapat bonus yang tersisa.
4. Jangan lupa proteksi
 
Selain dana darurat, Prita juga menilai proteksi berupa asuransi jiwa  untuk diri sendiri dan asuransi kesehatan untuk seluruh anggota  keluarga sama pentingnya.
5. Komunikasikan secara terbuka
 
Jika memang terasa berat, mengomunikasikan keadaan sebenarnya kepada  seluruh anggota keluarga, terutama orang tua, dapat menjadi jalan  keluar.
Menurut Prita, mengatur batasan untuk diri sendiri juga penting. Jika  semua sudah terasa membebani mental, Prita juga menyarankan untuk tidak  ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional.
&quot;Aku memang ga ngerasain sih jadi Generasi Sandwich karena both of  our parents menata keuangan dgn baik. Namun, bukan berarti kamu ga bisa  jalaninnya. It's harder yes, but percayalah &amp;amp; yakin kamu bisa  melewatinya. Pelukkkkkk &amp;amp; doa terbaik buat kamu semua,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
