<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Inflasi</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai kenaikan inflasi di akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503387/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503387/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-inflasi"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503387/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503387/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-inflasi</guid><pubDate>Rabu 17 November 2021 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/17/320/2503387/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-inflasi-PF5lOoEpQ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani waspadai kenaikan inflasi di akhir tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/17/320/2503387/sri-mulyani-waspadai-kenaikan-inflasi-PF5lOoEpQ5.jpg</image><title>Sri Mulyani waspadai kenaikan inflasi di akhir tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai kenaikan inflasi di akhir tahun. Sementara itu, untuk perkembangan ekonomi terkini pemerintah masih fokus pada pemulihan ekonomi dan tantangan yang ada.
Baca Juga: Menko Airlangga: Semua Negara Alami Kenaikan Inflasi
&quot;Sampai dengan hari ini, pemulihan ekonomi di kuartal IV diperkirakan akan meningkat cukup kuat terutama ditunjang dengan beberapa indikator seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang meningkat, Retail Sales Index meningkat, PMI manufaktur meningkat sesudah mengalami penurunan akibat varian Delta, juga pertumbuhan ekspor impor yang sangat tinggi, lebih dari 50%,&quot; ujar Sri, Rabu(17/11/2021).
Baca Juga: Biang Kerok Inflasi Oktober 2021, Harga Rokok hingga Minyak Goreng
 
Dia menyebutkan bahwa untuk pasar keuangan, yield surat berharga sudah mengalami perbaikan dengan spread yang menurun dari US Treasury yang tadinya pada awal bulan Juli 2021, spreadnya 512 bps sekarang menurun menjadi 449 bps.
&quot;Rupiah dan indeks harga saham juga mengalami perbaikan, namun kita juga paham bahwa ada tantangan yang harus kita waspadai, yang pertama adalah kecenderungan inflasi atau kenaikan harga-harga,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dilihat di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, China, dan  beberapa emerging market seperti Meksiko dan Korea terjadi kenaikan  dari harga produsen. Harga produsen ini bisa menyebabkan kenaikan harga  di tingkat konsumen, yang kemudian diukur menjadi inflasi.
&quot;Inilah yang kemudian kita akan waspadai, untuk Indonesia kita lihat  harga di tingkat produsen juga mengalami kenaikan 7,3%, di Eropa bahkan  kenaikannya mencapai 16,3%, China 13,5%, AS 8,6%, Korea 7,5%. Kenaikan  harga produsen ini harus kita waspadai agar tidak mendorong inflasi pada  tingkat konsumen,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai kenaikan inflasi di akhir tahun. Sementara itu, untuk perkembangan ekonomi terkini pemerintah masih fokus pada pemulihan ekonomi dan tantangan yang ada.
Baca Juga: Menko Airlangga: Semua Negara Alami Kenaikan Inflasi
&quot;Sampai dengan hari ini, pemulihan ekonomi di kuartal IV diperkirakan akan meningkat cukup kuat terutama ditunjang dengan beberapa indikator seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang meningkat, Retail Sales Index meningkat, PMI manufaktur meningkat sesudah mengalami penurunan akibat varian Delta, juga pertumbuhan ekspor impor yang sangat tinggi, lebih dari 50%,&quot; ujar Sri, Rabu(17/11/2021).
Baca Juga: Biang Kerok Inflasi Oktober 2021, Harga Rokok hingga Minyak Goreng
 
Dia menyebutkan bahwa untuk pasar keuangan, yield surat berharga sudah mengalami perbaikan dengan spread yang menurun dari US Treasury yang tadinya pada awal bulan Juli 2021, spreadnya 512 bps sekarang menurun menjadi 449 bps.
&quot;Rupiah dan indeks harga saham juga mengalami perbaikan, namun kita juga paham bahwa ada tantangan yang harus kita waspadai, yang pertama adalah kecenderungan inflasi atau kenaikan harga-harga,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dilihat di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, China, dan  beberapa emerging market seperti Meksiko dan Korea terjadi kenaikan  dari harga produsen. Harga produsen ini bisa menyebabkan kenaikan harga  di tingkat konsumen, yang kemudian diukur menjadi inflasi.
&quot;Inilah yang kemudian kita akan waspadai, untuk Indonesia kita lihat  harga di tingkat produsen juga mengalami kenaikan 7,3%, di Eropa bahkan  kenaikannya mencapai 16,3%, China 13,5%, AS 8,6%, Korea 7,5%. Kenaikan  harga produsen ini harus kita waspadai agar tidak mendorong inflasi pada  tingkat konsumen,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
