<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Siapkan Belanja Negara Rp2.714 Triliun di Tahun Depan</title><description>Pemerintah mengalokasikan anggaran belanja untuk 2022 sebesar Rp2.714,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503456/jokowi-siapkan-belanja-negara-rp2-714-triliun-di-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503456/jokowi-siapkan-belanja-negara-rp2-714-triliun-di-tahun-depan"/><item><title>Jokowi Siapkan Belanja Negara Rp2.714 Triliun di Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503456/jokowi-siapkan-belanja-negara-rp2-714-triliun-di-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/17/320/2503456/jokowi-siapkan-belanja-negara-rp2-714-triliun-di-tahun-depan</guid><pubDate>Rabu 17 November 2021 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/17/320/2503456/jokowi-siapkan-belanja-negara-rp2-714-triliun-di-tahun-depan-EILZcDqnOw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran belanja 2022 capai Rp2.714 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/17/320/2503456/jokowi-siapkan-belanja-negara-rp2-714-triliun-di-tahun-depan-EILZcDqnOw.jpg</image><title>Anggaran belanja 2022 capai Rp2.714 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran belanja untuk 2022 sebesar Rp2.714,2 triliun. Terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.944 triliun dan belanja pemerintah daerah Rp769,6 triliun.
Baca Juga: Tegas! Presiden Jokowi Minta Belanja Tidak Perlu Segera Dihilangkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan seluruh kementerian/lembaga (K/L)untuk menyiapkan pelaksanaan agar belanja dapat segera direalisasikan sejak awal 2022. Sementara itu, Presiden Jokowi akan menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada akhir November 2021.
Baca Juga: Rencana Sri Mulyani Olah APBN 2022 Senilai Rp2.700 Triliun
 
Presiden, kata Menkeu, juga meminta K/L untuk melakukan pencadangan anggaran minimal lima% dari pagu anggaran untuk mengantisipasi perubahan kebijakan anggaran karena ketidakpastian masa pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Bapak Presiden instruksikan agar seluruh K/L memberikan atau melakukan pencadangan sehingga kalau sampai terjadi adanya situasi seperti yang kita hadapi dengan varian delta di Juli-Agustus lalu, kita tidak perlu melakukan refocusing yang membuat disrupsi di dalam pelaksanaan anggaran,&amp;rdquo; ujar dia, Rabu (17/11/2021).Adapun dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2022 yang disampaikan  sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2022 di kisaran  5,0-5,5%, dibanding outlook 2021 yang sebesar 3,7-4,5%.
Pemerintah menyatakan APBN 2022 dirancang sebagai instrumen kebijakan  fiskal yang antisipatif dan responsif, dengan tetap menjaga  keseimbangan antara kemampuan kontra-siklus, dengan upaya pengendalian  risiko agar keberlanjutan fiskal jangka panjang tetap dapat dijaga.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran belanja untuk 2022 sebesar Rp2.714,2 triliun. Terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.944 triliun dan belanja pemerintah daerah Rp769,6 triliun.
Baca Juga: Tegas! Presiden Jokowi Minta Belanja Tidak Perlu Segera Dihilangkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan seluruh kementerian/lembaga (K/L)untuk menyiapkan pelaksanaan agar belanja dapat segera direalisasikan sejak awal 2022. Sementara itu, Presiden Jokowi akan menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada akhir November 2021.
Baca Juga: Rencana Sri Mulyani Olah APBN 2022 Senilai Rp2.700 Triliun
 
Presiden, kata Menkeu, juga meminta K/L untuk melakukan pencadangan anggaran minimal lima% dari pagu anggaran untuk mengantisipasi perubahan kebijakan anggaran karena ketidakpastian masa pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Bapak Presiden instruksikan agar seluruh K/L memberikan atau melakukan pencadangan sehingga kalau sampai terjadi adanya situasi seperti yang kita hadapi dengan varian delta di Juli-Agustus lalu, kita tidak perlu melakukan refocusing yang membuat disrupsi di dalam pelaksanaan anggaran,&amp;rdquo; ujar dia, Rabu (17/11/2021).Adapun dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2022 yang disampaikan  sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2022 di kisaran  5,0-5,5%, dibanding outlook 2021 yang sebesar 3,7-4,5%.
Pemerintah menyatakan APBN 2022 dirancang sebagai instrumen kebijakan  fiskal yang antisipatif dan responsif, dengan tetap menjaga  keseimbangan antara kemampuan kontra-siklus, dengan upaya pengendalian  risiko agar keberlanjutan fiskal jangka panjang tetap dapat dijaga.</content:encoded></item></channel></rss>
