<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Pendapatan Negara Rp1.916 Triliun, Sri Mulyani: Saya seperti Ikut Lari Maraton</title><description>Sri Mulyani Indrawati kerja keras untuk mencapai target pendapatan negara tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503691/kejar-pendapatan-negara-rp1-916-triliun-sri-mulyani-saya-seperti-ikut-lari-maraton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503691/kejar-pendapatan-negara-rp1-916-triliun-sri-mulyani-saya-seperti-ikut-lari-maraton"/><item><title>Kejar Pendapatan Negara Rp1.916 Triliun, Sri Mulyani: Saya seperti Ikut Lari Maraton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503691/kejar-pendapatan-negara-rp1-916-triliun-sri-mulyani-saya-seperti-ikut-lari-maraton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503691/kejar-pendapatan-negara-rp1-916-triliun-sri-mulyani-saya-seperti-ikut-lari-maraton</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503691/kejar-pendapatan-negara-rp1-916-triliun-sri-mulyani-saya-seperti-ikut-lari-maraton-JqpolsQtxh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503691/kejar-pendapatan-negara-rp1-916-triliun-sri-mulyani-saya-seperti-ikut-lari-maraton-JqpolsQtxh.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerja keras untuk mencapai target pendapatan negara tahun ini.

Sri Mulyani memprediksi, pendapatan negara tahun 2021 akan tumbuh sebesar 16,3% year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.916 triliun dari target dalam APBN sebesar Rp1.743,6 triliun.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara tahun lalu sebesar Rp1.647,7 triliun atau mencapai 96,9% dari target Rp1.699,9 triliun. Angka ini turun 15,9% (yoy) yaitu Rp312,8 triliun dari 2019.

&amp;ldquo;Pendapatan negara kita proyeksikan akan mencapai 16,3% growth-nya. Nominalnya sekitar Rp1.916 triliun. Kita akan lihat nanti, komponennya akan kita identifikasi,&amp;rdquo; ujar Sri dalam acara virtual di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Jokowi Siapkan Belanja Negara Rp2.714 Triliun di Tahun Depan



Hingga Oktober 2021, Sri Mulyani mencatat pendapatan negara meningkat hingga 18,2% yoy yaitu dari Rp1.277 triliun menjadi Rp1.510 triliun. Maka dari itu, pemerintah akan mengejar proyeksi pertumbuhan pendapatan negara sebesar 16,3% tersebut dalam dua bulan terakhir dengan memetakan komponen penunjangnya.

&amp;ldquo;Tentu satu setengah bulan terakhir ini saya seperti ikut lari maraton. Ini adalah the last mile yang sangat penting,&amp;rdquo; katanya.

Sri Mulyani mengatakan bahwa konsumsi masyarakat yang merupakan salah satu komponen pendorong pendapatan negara masih cukup resilient bahkan di tengah adanya pandemi Covid-19 varian delta.

&quot;Varian delta memang telah menurunkan konsumsi masyarakat yang awalnya di atas 5% menjadi hanya sekitar 1% namun underlying activity masyarakat tidak berhenti,&quot; ujarnya.

Dari sisi belanja negara, dia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah untuk terus mendorong belanja sesuai yang telah dianggarkan.

Realisasi belanja negara hingga Oktober 2021 mencapai Rp2.058,9 triliun atau tumbuh 0,8% yoy dari yang sebelumnya Rp2.041,8 triliun dan telah mencapai 74,9% dari target APBN Rp2.750 triliun.

&quot;Melalui upaya ini maka pemerintah memperkirakan defisit APBN tahun ini hanya akan menjadi 5,2% sampai 5,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp873,6 triliun,&quot; katanya.

Proyeksi defisit anggaran tersebut lebih rendah dibanding asumsi dalam UU APBN 2021 yang sebesar 5,7% PDB atau Rp1.006,4 triliun.

&amp;ldquo;Nanti masih akan ada barang yang bergerak satu setengah bulan ini. Ini lebih kecil dari yang kita lihat dari UU APBN 2021,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerja keras untuk mencapai target pendapatan negara tahun ini.

Sri Mulyani memprediksi, pendapatan negara tahun 2021 akan tumbuh sebesar 16,3% year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.916 triliun dari target dalam APBN sebesar Rp1.743,6 triliun.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara tahun lalu sebesar Rp1.647,7 triliun atau mencapai 96,9% dari target Rp1.699,9 triliun. Angka ini turun 15,9% (yoy) yaitu Rp312,8 triliun dari 2019.

&amp;ldquo;Pendapatan negara kita proyeksikan akan mencapai 16,3% growth-nya. Nominalnya sekitar Rp1.916 triliun. Kita akan lihat nanti, komponennya akan kita identifikasi,&amp;rdquo; ujar Sri dalam acara virtual di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Jokowi Siapkan Belanja Negara Rp2.714 Triliun di Tahun Depan



Hingga Oktober 2021, Sri Mulyani mencatat pendapatan negara meningkat hingga 18,2% yoy yaitu dari Rp1.277 triliun menjadi Rp1.510 triliun. Maka dari itu, pemerintah akan mengejar proyeksi pertumbuhan pendapatan negara sebesar 16,3% tersebut dalam dua bulan terakhir dengan memetakan komponen penunjangnya.

&amp;ldquo;Tentu satu setengah bulan terakhir ini saya seperti ikut lari maraton. Ini adalah the last mile yang sangat penting,&amp;rdquo; katanya.

Sri Mulyani mengatakan bahwa konsumsi masyarakat yang merupakan salah satu komponen pendorong pendapatan negara masih cukup resilient bahkan di tengah adanya pandemi Covid-19 varian delta.

&quot;Varian delta memang telah menurunkan konsumsi masyarakat yang awalnya di atas 5% menjadi hanya sekitar 1% namun underlying activity masyarakat tidak berhenti,&quot; ujarnya.

Dari sisi belanja negara, dia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah untuk terus mendorong belanja sesuai yang telah dianggarkan.

Realisasi belanja negara hingga Oktober 2021 mencapai Rp2.058,9 triliun atau tumbuh 0,8% yoy dari yang sebelumnya Rp2.041,8 triliun dan telah mencapai 74,9% dari target APBN Rp2.750 triliun.

&quot;Melalui upaya ini maka pemerintah memperkirakan defisit APBN tahun ini hanya akan menjadi 5,2% sampai 5,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp873,6 triliun,&quot; katanya.

Proyeksi defisit anggaran tersebut lebih rendah dibanding asumsi dalam UU APBN 2021 yang sebesar 5,7% PDB atau Rp1.006,4 triliun.

&amp;ldquo;Nanti masih akan ada barang yang bergerak satu setengah bulan ini. Ini lebih kecil dari yang kita lihat dari UU APBN 2021,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
