<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Bisa Kuasai Industri Mobil Listrik Dunia</title><description>Indonesia dinilai mampu menguasai industri mobil listrik global di masa datang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503750/indonesia-bisa-kuasai-industri-mobil-listrik-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503750/indonesia-bisa-kuasai-industri-mobil-listrik-dunia"/><item><title>Indonesia Bisa Kuasai Industri Mobil Listrik Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503750/indonesia-bisa-kuasai-industri-mobil-listrik-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503750/indonesia-bisa-kuasai-industri-mobil-listrik-dunia</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503750/indonesia-bisa-kuasai-industri-mobil-listrik-dunia-X8OrlTS1zp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia mampu kuasai pasar mobil listrik di dunia (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503750/indonesia-bisa-kuasai-industri-mobil-listrik-dunia-X8OrlTS1zp.jpg</image><title>Indonesia mampu kuasai pasar mobil listrik di dunia (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dinilai mampu menguasai industri mobil listrik global di masa datang. Pengamat ekonomi dari INDEF Tauhid Ahmad mengatakan hal ini bisa dicapai karena Indonesia memiliki sumber baterai listrik dari produk turunan nikel.
&amp;ldquo;Sumber pembiayaan yang paling mahal dari mobil listrik adalah soal komponen baterai listrik. Karena bahan baku yang satu ini, kita punya daya saing,&amp;rdquo; kata Tauhid, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Daftar Harga dan Fitur Keren Mobil Listrik di GIIAS 2021
 
Pemerintah telah membentuk PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang merupakan gabungan dari PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum alias MIND ID, anak usahanya ANTM, Pertamina dan PLN.
Selain itu, pemerintah sudah memiliki roadmap infrastruktur mobil listrik. &amp;ldquo;PLN sudah punya SPLU (stasiun pengisian listrik umum) itu akan dibangun sampai tahun berapa, itu kan berarti infrastruktur dasarnya kita sudah punya,&amp;rdquo;katanya.
Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Raja Baterai Mobil Listrik
Tauhid menambahkan, melihat tren, data dari Gaikindo pengguna mobil listrik makin banyak dan dunia pertumbuhannya juga cepat. &amp;ldquo;Artinya pasarnya besar,&amp;rdquo; katanya.
Dari segi teknologi, untuk mengembangkan industri mobil listrik, Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. &amp;ldquo;Kita harus bermitra dengan banyak perusahaan luar, kalau hanya mengandalkan SDM sendiri terlalu lama, mungkin bisa tapi lama,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy84LzE0MTgxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya, pemerintah ke depan harus lebih banyak memberikan  dukungan kepada sektor ini, seperti halnya insentif fiskal. Sebab, kalau  tidak, tentunya industri mobil listrik dalam negeri tidak dapat  berkembang. &amp;ldquo;Jadi kita tidak hanya mengandalkan produk-produk luar  saja,&amp;rdquo; kata dia.
IBC sebagai holding perusahaan baterai di Indonesia, rencananya juga  telah menyiapkan pengembangan bisnis, baik di ekosistem EV Battery  maupun Electric Vehicle.
Pengembangan ekosistem Electric Vehicle ini menjadi salah satu kunci  untuk mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis  baterai (KBLBB) di Tanah Air. Bahkan, IBC dikabarkan akan mengakuisisi  StreetScooter, produsen kendaraan listrik milik Deutsche Post DHL Group  asal Jerman.
Sebelumnya, pada Rabu (17/11) Presiden Joko Widodo menyatakan  pemerintah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan produksi  mobil listrik.
Usai menjajal mobil listrik di pameran Gaikindo Indonesia  Internasional Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition  (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Jokowi menyampaikan pentingnya  ekosistem mobil listrik yang rendah emisi dan ramah lingkungan agar  segera dibangun.
&quot;Kita juga mendorong untuk produksi mobil listrik, produksi mobil  hybrid, tetapi sekali lagi, yang semuanya harus ramah lingkungan,&quot; ujar  Presiden.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dinilai mampu menguasai industri mobil listrik global di masa datang. Pengamat ekonomi dari INDEF Tauhid Ahmad mengatakan hal ini bisa dicapai karena Indonesia memiliki sumber baterai listrik dari produk turunan nikel.
&amp;ldquo;Sumber pembiayaan yang paling mahal dari mobil listrik adalah soal komponen baterai listrik. Karena bahan baku yang satu ini, kita punya daya saing,&amp;rdquo; kata Tauhid, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Daftar Harga dan Fitur Keren Mobil Listrik di GIIAS 2021
 
Pemerintah telah membentuk PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang merupakan gabungan dari PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum alias MIND ID, anak usahanya ANTM, Pertamina dan PLN.
Selain itu, pemerintah sudah memiliki roadmap infrastruktur mobil listrik. &amp;ldquo;PLN sudah punya SPLU (stasiun pengisian listrik umum) itu akan dibangun sampai tahun berapa, itu kan berarti infrastruktur dasarnya kita sudah punya,&amp;rdquo;katanya.
Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Raja Baterai Mobil Listrik
Tauhid menambahkan, melihat tren, data dari Gaikindo pengguna mobil listrik makin banyak dan dunia pertumbuhannya juga cepat. &amp;ldquo;Artinya pasarnya besar,&amp;rdquo; katanya.
Dari segi teknologi, untuk mengembangkan industri mobil listrik, Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. &amp;ldquo;Kita harus bermitra dengan banyak perusahaan luar, kalau hanya mengandalkan SDM sendiri terlalu lama, mungkin bisa tapi lama,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy84LzE0MTgxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurutnya, pemerintah ke depan harus lebih banyak memberikan  dukungan kepada sektor ini, seperti halnya insentif fiskal. Sebab, kalau  tidak, tentunya industri mobil listrik dalam negeri tidak dapat  berkembang. &amp;ldquo;Jadi kita tidak hanya mengandalkan produk-produk luar  saja,&amp;rdquo; kata dia.
IBC sebagai holding perusahaan baterai di Indonesia, rencananya juga  telah menyiapkan pengembangan bisnis, baik di ekosistem EV Battery  maupun Electric Vehicle.
Pengembangan ekosistem Electric Vehicle ini menjadi salah satu kunci  untuk mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis  baterai (KBLBB) di Tanah Air. Bahkan, IBC dikabarkan akan mengakuisisi  StreetScooter, produsen kendaraan listrik milik Deutsche Post DHL Group  asal Jerman.
Sebelumnya, pada Rabu (17/11) Presiden Joko Widodo menyatakan  pemerintah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan produksi  mobil listrik.
Usai menjajal mobil listrik di pameran Gaikindo Indonesia  Internasional Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition  (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Jokowi menyampaikan pentingnya  ekosistem mobil listrik yang rendah emisi dan ramah lingkungan agar  segera dibangun.
&quot;Kita juga mendorong untuk produksi mobil listrik, produksi mobil  hybrid, tetapi sekali lagi, yang semuanya harus ramah lingkungan,&quot; ujar  Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
