<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi dan Lagi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,50%   </title><description>Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503783/lagi-dan-lagi-bi-tahan-suku-bunga-acuan-3-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503783/lagi-dan-lagi-bi-tahan-suku-bunga-acuan-3-50"/><item><title>Lagi dan Lagi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,50%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503783/lagi-dan-lagi-bi-tahan-suku-bunga-acuan-3-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503783/lagi-dan-lagi-bi-tahan-suku-bunga-acuan-3-50</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503783/lagi-dan-lagi-bi-tahan-suku-bunga-acuan-3-50-thmd4edIPI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503783/lagi-dan-lagi-bi-tahan-suku-bunga-acuan-3-50-thmd4edIPI.jpg</image><title>BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) di angka 3,5% basis poin (bps).

Demikian pula dengan suku bunga Deposit Facility, tetap di 2,75% dan suku bunga Lending Facility di level 4,25%.

Baca Juga: BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%



Gubernur BI Pery Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten karena mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga. Keputusan ini juga sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 17 sampai 18 November memutuskan untuk mempertahankan  suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,50%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar rupiah dan akselerasi ekonomi,&quot; kata Perry di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Menurut dia, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut dengan menempuh sejumlah langkah.

Keputusan ini melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar dan juga memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif, serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran Indonesia.

&quot;Kita akan menjaga stabilitas keuangan dan perbaikan ekonomi,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) di angka 3,5% basis poin (bps).

Demikian pula dengan suku bunga Deposit Facility, tetap di 2,75% dan suku bunga Lending Facility di level 4,25%.

Baca Juga: BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%



Gubernur BI Pery Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten karena mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga. Keputusan ini juga sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 17 sampai 18 November memutuskan untuk mempertahankan  suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,50%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar rupiah dan akselerasi ekonomi,&quot; kata Perry di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Menurut dia, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut dengan menempuh sejumlah langkah.

Keputusan ini melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar dan juga memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif, serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran Indonesia.

&quot;Kita akan menjaga stabilitas keuangan dan perbaikan ekonomi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
