<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Akui Mobil Listrik Lebih Mahal 40%</title><description>Kendaraan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah  berkomitmen menerapkan energi bersih sebagai langkah mitigasi perubahan  iklim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503967/menko-airlangga-akui-mobil-listrik-lebih-mahal-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503967/menko-airlangga-akui-mobil-listrik-lebih-mahal-40"/><item><title>Menko Airlangga Akui Mobil Listrik Lebih Mahal 40%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503967/menko-airlangga-akui-mobil-listrik-lebih-mahal-40</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/320/2503967/menko-airlangga-akui-mobil-listrik-lebih-mahal-40</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503967/menko-airlangga-akui-mobil-listrik-lebih-mahal-40-l4WHNI9nnN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akui harga mobil listrik mahal (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/320/2503967/menko-airlangga-akui-mobil-listrik-lebih-mahal-40-l4WHNI9nnN.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akui harga mobil listrik mahal (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Mengembangkan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah berkomitmen menerapkan energi bersih sebagai langkah mitigasi perubahan iklim. Penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan diharapkan bisa menurunkan emisi.
Baca Juga: Biden Kendarai Mobil Hummer, Promosikan Penjualan Kendaraan Listrik
 
Namun, harga kendaraan listrik yang lebih mahal menjadi tantangan bagi pemerintah. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui harga jual kendaraan elektrik atau mobil listrik cukup menguras kantong alias mahal.
&quot;Memang kita ketahui bahwa dari segi harga, mobil elektrik lebih tinggi 30% hingga 40% dibanding mobil BBM,&quot; kata Airlangga dalam video virtual, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Kemenperin: Target Mobil Listrik Dapat Tekan Emisi Karbon 2,7 Juta Ton di 2030
 
Lanjutnya, pemerintah telah memberikan  kebijakan insentif pada kendaraan berbasis listrik (electric vehicle/EV) guna mendorong pertumbuhannya. Insentif diberikan lantaran harga EV terlampau tinggi dibandingkan kendaraan konvensional (combustion engine) yang menggunakan energi fosil, yakni minyak.
Hitungannya, akan didasari pada tingkat emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan. Bukan tidak mungkin, semakin kecil emisi gas buang yang dihasilkan, semakin besar pula insentif yang diberikan
.&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy84LzE0MTgxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi saya mau tekankan, teknologi itu tidak statis. Teknologi akan  terus berkembang, pertama mungkin EV, lalu kedua ke hydrogen energy yang  mana kita punya potensi ke sana,&quot; tuturnya.
Dia menambahkan PLN bisa memerapkan EV. Namun untuk itu, perseroan  juga membutuhkan dukungan dari pemerintah agar pengembangan EV menjadi  optimum.
&quot;Kami terima kasih PPnBM dihapus, tapi ada dua pajak lain yakni PPN  dan PPh terkait mobil listrik yang dinikmati mobil fosil dan saat ini  belum dimiliki mobil,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mengembangkan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah berkomitmen menerapkan energi bersih sebagai langkah mitigasi perubahan iklim. Penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan diharapkan bisa menurunkan emisi.
Baca Juga: Biden Kendarai Mobil Hummer, Promosikan Penjualan Kendaraan Listrik
 
Namun, harga kendaraan listrik yang lebih mahal menjadi tantangan bagi pemerintah. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui harga jual kendaraan elektrik atau mobil listrik cukup menguras kantong alias mahal.
&quot;Memang kita ketahui bahwa dari segi harga, mobil elektrik lebih tinggi 30% hingga 40% dibanding mobil BBM,&quot; kata Airlangga dalam video virtual, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Kemenperin: Target Mobil Listrik Dapat Tekan Emisi Karbon 2,7 Juta Ton di 2030
 
Lanjutnya, pemerintah telah memberikan  kebijakan insentif pada kendaraan berbasis listrik (electric vehicle/EV) guna mendorong pertumbuhannya. Insentif diberikan lantaran harga EV terlampau tinggi dibandingkan kendaraan konvensional (combustion engine) yang menggunakan energi fosil, yakni minyak.
Hitungannya, akan didasari pada tingkat emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan. Bukan tidak mungkin, semakin kecil emisi gas buang yang dihasilkan, semakin besar pula insentif yang diberikan
.&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy84LzE0MTgxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi saya mau tekankan, teknologi itu tidak statis. Teknologi akan  terus berkembang, pertama mungkin EV, lalu kedua ke hydrogen energy yang  mana kita punya potensi ke sana,&quot; tuturnya.
Dia menambahkan PLN bisa memerapkan EV. Namun untuk itu, perseroan  juga membutuhkan dukungan dari pemerintah agar pengembangan EV menjadi  optimum.
&quot;Kami terima kasih PPnBM dihapus, tapi ada dua pajak lain yakni PPN  dan PPh terkait mobil listrik yang dinikmati mobil fosil dan saat ini  belum dimiliki mobil,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
