<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Susu Naik selama Pandemi, Peluang Buat Peternak Lokal</title><description>Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih menyadari pentingnya kesehatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/455/2503872/konsumsi-susu-naik-selama-pandemi-peluang-buat-peternak-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/455/2503872/konsumsi-susu-naik-selama-pandemi-peluang-buat-peternak-lokal"/><item><title>Konsumsi Susu Naik selama Pandemi, Peluang Buat Peternak Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/455/2503872/konsumsi-susu-naik-selama-pandemi-peluang-buat-peternak-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/455/2503872/konsumsi-susu-naik-selama-pandemi-peluang-buat-peternak-lokal</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/455/2503872/konsumsi-susu-naik-selama-pandemi-peluang-buat-peternak-lokal-3x6P51uvME.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konsumsi susu selama pandemi meningkat (Foto: Biomin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/455/2503872/konsumsi-susu-naik-selama-pandemi-peluang-buat-peternak-lokal-3x6P51uvME.jpg</image><title>Konsumsi susu selama pandemi meningkat (Foto: Biomin)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih menyadari pentingnya kesehatan. Salah satu cara menjaga kesehatan tubuh antara lain dengan mengkonsumsi susu segar.
Baca Juga: Duh! Kebutuhan Susu RI Masih Impor, Lokal ke Mana?
 
Dairy Development program (DDP) Project FDOV Manager Akhmad Sawaldi mengatakan, kebutuhan susu segar di Indonesia terus meningkat selama pandemi covid-19.
&quot;Kalau dilihat lifestyle orang sekarang lebih aware minum susu, makin banyak orang beli susu. Antusias orang beli susu lebih bagus setelah pandemi,&quot; ucapnya, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Warga Borong Susu Beruang, Prof Ari: Lebih Sehat Tenang di Rumah dan Banyak Berdoa
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif kecil yaitu 16,9 kg/kapita/tahun di bawah negara Asean lainnya yakni Filipina, Thailand, Myanmar dan Malaysia. Dalam hitung-hitung Akhmad, jika satu orang konsumsi susunya naik 1 liter maka ada peluang konsumsi susu dalam negeri meningkat 270 juta liter.
&quot;Kalau kita bisa menaikkan konsumsi susu 1 liter saja dikali 270 juta masyarakat, volumenya besar banget, pangsa pasarnya besar banget,&quot; ujarnya.Potensi pengembangan industri pengolahan susu masih sangat terbuka  lebar seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat.  Dengan bertumbuhnya kelas menengah maka akan mendongkrak tingkat  konsumsi susu masyarkat Indonesia.
&quot;Bahan baku industri pengolahan susu 80% impor, 20% lokal, jadi ini kesempatan&amp;nbsp;peternak lokal masih besar,&quot; imbunya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih menyadari pentingnya kesehatan. Salah satu cara menjaga kesehatan tubuh antara lain dengan mengkonsumsi susu segar.
Baca Juga: Duh! Kebutuhan Susu RI Masih Impor, Lokal ke Mana?
 
Dairy Development program (DDP) Project FDOV Manager Akhmad Sawaldi mengatakan, kebutuhan susu segar di Indonesia terus meningkat selama pandemi covid-19.
&quot;Kalau dilihat lifestyle orang sekarang lebih aware minum susu, makin banyak orang beli susu. Antusias orang beli susu lebih bagus setelah pandemi,&quot; ucapnya, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Warga Borong Susu Beruang, Prof Ari: Lebih Sehat Tenang di Rumah dan Banyak Berdoa
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif kecil yaitu 16,9 kg/kapita/tahun di bawah negara Asean lainnya yakni Filipina, Thailand, Myanmar dan Malaysia. Dalam hitung-hitung Akhmad, jika satu orang konsumsi susunya naik 1 liter maka ada peluang konsumsi susu dalam negeri meningkat 270 juta liter.
&quot;Kalau kita bisa menaikkan konsumsi susu 1 liter saja dikali 270 juta masyarakat, volumenya besar banget, pangsa pasarnya besar banget,&quot; ujarnya.Potensi pengembangan industri pengolahan susu masih sangat terbuka  lebar seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat.  Dengan bertumbuhnya kelas menengah maka akan mendongkrak tingkat  konsumsi susu masyarkat Indonesia.
&quot;Bahan baku industri pengolahan susu 80% impor, 20% lokal, jadi ini kesempatan&amp;nbsp;peternak lokal masih besar,&quot; imbunya.</content:encoded></item></channel></rss>
