<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi di Pasar Modal Harus Punya Tujuan, Jangan Cuma Ikut-Ikutan</title><description>Investor dan calon investor pasar modal harus memiliki tujuan yang jelas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/622/2503771/investasi-di-pasar-modal-harus-punya-tujuan-jangan-cuma-ikut-ikutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/622/2503771/investasi-di-pasar-modal-harus-punya-tujuan-jangan-cuma-ikut-ikutan"/><item><title>Investasi di Pasar Modal Harus Punya Tujuan, Jangan Cuma Ikut-Ikutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/622/2503771/investasi-di-pasar-modal-harus-punya-tujuan-jangan-cuma-ikut-ikutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/18/622/2503771/investasi-di-pasar-modal-harus-punya-tujuan-jangan-cuma-ikut-ikutan</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/622/2503771/investasi-di-pasar-modal-harus-punya-tujuan-jangan-cuma-ikut-ikutan-ArsQI1bco1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Memulai Investasi saham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/622/2503771/investasi-di-pasar-modal-harus-punya-tujuan-jangan-cuma-ikut-ikutan-ArsQI1bco1.jpg</image><title>Tips Memulai Investasi saham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Investor dan calon investor pasar modal harus memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai berinvestasi di pasar modal hanya karena mengikuti tren.
&quot;Investor harus membuat rencana, tujuannya apa melakukan investasi. Jangan kemudian ikut-ikutan. Jadi harus pahami dulu tujuannya apa, kalau tujuannya untuk belajar, masukkan dana secukupnya,&quot; ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Cara Membedakan Robot Trading Asli dan Ilegal
 
Selain itu, lanjut Hoesen, investor juga harus memahami risiko berinvestasi dan mengenali profil risiko produk investasi. Investor sebaiknya tidak hanya memikirkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh saja.
&quot;Investasi ini dari perspektif risiko harus menjadi pertimbangan yang seimbang dengan irasional ekspektasi terhadap keuntungan,&quot; kata Hoesen.
Baca Juga: Daftar Robot Trading Terbaik, Investasi Semakin Maksimal
Kemudian, sumber dana yang digunakan untuk berinvestasi merupakan dana lebih atau excess fund, bukan dari hasil melakukan pinjaman atau ngutang.
Investor juga harus memastikan bahwa penjual atau penyedia produk investasi adalah pihak yang berizin.
&quot;Walau sudah berizin, tapi harus tetap perhatikan profile-nya, cara ia menawarkan produk, dan sebagainya. Karena bisa diukur secara common sense untuk mengetahui niat baik atau tidak. Karena ini juga yang kita pantau jangan sampai terjadi market conduct violation di mana menjanjikan imbal hasil untung, tidak ada ruginya, tidak ada risikonya,&quot; ujar Hoesen.Hoesen menyampaikan, investor perlu mencari informasi dan pengetahuan  sebanyak mungkin mengenai produk investasi dan jangan tergiur dengan  promosi atau endorsement dari publik figur.
&quot;Terkait tinggi rendah risiko tergantung pengetahuan dan kemampuan  informasi yang kita dapat, jadi memang berbanding lurus. Semakin kita  tidak punya pengetahuan atau miskin informasi, makin tinggi risikonya.  Semakin banyak pengetahuan dan informasi yang kita punya, pasti semakin  rendah risikonya. Makanya teman-teman kalau jadi investor harus punya  pengetahuannya,&quot; kata Hoesen.
Dia menambahkan, investor sebaiknya melakukan investasi secara  berkala dengan orientasi jangka panjang. Selain itu, tentukan pula batas  nilai investasi.
&quot;Limiting liabilities kita, jangan semua ditaruh di dalam investasi  tetapi juga harus dihitung dan investasi itu harus ditentukan batas  untung dan batas ruginya,&quot; ujar Hoesen.
Terakhir, investor harus melakukan diversifikasi investasi dan menghindari berinvestasi hanya pada satu jenis produk investasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor dan calon investor pasar modal harus memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai berinvestasi di pasar modal hanya karena mengikuti tren.
&quot;Investor harus membuat rencana, tujuannya apa melakukan investasi. Jangan kemudian ikut-ikutan. Jadi harus pahami dulu tujuannya apa, kalau tujuannya untuk belajar, masukkan dana secukupnya,&quot; ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, Kamis (18/11/2021).
Baca Juga: Cara Membedakan Robot Trading Asli dan Ilegal
 
Selain itu, lanjut Hoesen, investor juga harus memahami risiko berinvestasi dan mengenali profil risiko produk investasi. Investor sebaiknya tidak hanya memikirkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh saja.
&quot;Investasi ini dari perspektif risiko harus menjadi pertimbangan yang seimbang dengan irasional ekspektasi terhadap keuntungan,&quot; kata Hoesen.
Baca Juga: Daftar Robot Trading Terbaik, Investasi Semakin Maksimal
Kemudian, sumber dana yang digunakan untuk berinvestasi merupakan dana lebih atau excess fund, bukan dari hasil melakukan pinjaman atau ngutang.
Investor juga harus memastikan bahwa penjual atau penyedia produk investasi adalah pihak yang berizin.
&quot;Walau sudah berizin, tapi harus tetap perhatikan profile-nya, cara ia menawarkan produk, dan sebagainya. Karena bisa diukur secara common sense untuk mengetahui niat baik atau tidak. Karena ini juga yang kita pantau jangan sampai terjadi market conduct violation di mana menjanjikan imbal hasil untung, tidak ada ruginya, tidak ada risikonya,&quot; ujar Hoesen.Hoesen menyampaikan, investor perlu mencari informasi dan pengetahuan  sebanyak mungkin mengenai produk investasi dan jangan tergiur dengan  promosi atau endorsement dari publik figur.
&quot;Terkait tinggi rendah risiko tergantung pengetahuan dan kemampuan  informasi yang kita dapat, jadi memang berbanding lurus. Semakin kita  tidak punya pengetahuan atau miskin informasi, makin tinggi risikonya.  Semakin banyak pengetahuan dan informasi yang kita punya, pasti semakin  rendah risikonya. Makanya teman-teman kalau jadi investor harus punya  pengetahuannya,&quot; kata Hoesen.
Dia menambahkan, investor sebaiknya melakukan investasi secara  berkala dengan orientasi jangka panjang. Selain itu, tentukan pula batas  nilai investasi.
&quot;Limiting liabilities kita, jangan semua ditaruh di dalam investasi  tetapi juga harus dihitung dan investasi itu harus ditentukan batas  untung dan batas ruginya,&quot; ujar Hoesen.
Terakhir, investor harus melakukan diversifikasi investasi dan menghindari berinvestasi hanya pada satu jenis produk investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
