<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta-Fakta Erick Thohir Selamatkan Garuda, Nomor 1 Tak Rugikan Negara</title><description>Erick Thohir lakukan upaya proteksi bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki utang sebesar USD9,8 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/22/320/2504319/fakta-fakta-erick-thohir-selamatkan-garuda-nomor-1-tak-rugikan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/22/320/2504319/fakta-fakta-erick-thohir-selamatkan-garuda-nomor-1-tak-rugikan-negara"/><item><title>Fakta-Fakta Erick Thohir Selamatkan Garuda, Nomor 1 Tak Rugikan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/22/320/2504319/fakta-fakta-erick-thohir-selamatkan-garuda-nomor-1-tak-rugikan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/22/320/2504319/fakta-fakta-erick-thohir-selamatkan-garuda-nomor-1-tak-rugikan-negara</guid><pubDate>Senin 22 November 2021 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/19/320/2504319/fakta-fakta-erick-thohir-selamatkan-garuda-nomor-1-tak-rugikan-negara-DDAxZ3xWDi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya Penyelamatan Bisnis Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/19/320/2504319/fakta-fakta-erick-thohir-selamatkan-garuda-nomor-1-tak-rugikan-negara-DDAxZ3xWDi.jpg</image><title>Upaya Penyelamatan Bisnis Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir lakukan upaya proteksi bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki utang sebesar USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.
Namun upaya tersebut belum diputuskan dan akan didiskusikan pihak terkait. Beberapa opsi pun muncul sebagai proteksi bisnis dengan kode saham GIAA tersebut.
Berikut fakta upaya penyelamatan Garuda Indonesia yang dirangkum Okezone, Senin (22/11/2021).
1.       Pendanaan Bukan dari APBN
Erick Thohir sudah menyiapkan rencana penyuntikan anggaran untuk Garuda Indonesia. Dan memastikan pendanaan baru bagi emiten pelat merah itu bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerbangan Garuda Indonesia Bakal Langka, Bisnis AP I Ikutan Rugi
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, proteksi atau perlindungan terhadap emiten dengan kode saham GIAA itu tidak merugikan negara. Khususnya di sisi pendanaan.
&quot;Kita jangan anti proteksi, banyak negara lain juga melakukan proteksinya. Hal ini juga kita mesti pintar, mana yang tidak perlu proteksi silahkan, mana yang perlu proteksi, tetapi bukan merugikan negara bahwa dia bisa sustainable secara bisnis tanpa suntikan negara,&quot; ujar Erick, Senin (15/11/2021).
2.       2 Opsi Pendanaan
Ada dua opsi pendanaan yang disebutkan Erick, pertama pembiayaan berasal dari BUMN lain yang cash flow tercatat stabil. Kedua, kemungkinan dibukanya investor baru.
Baca Juga:&amp;nbsp;Serahkan Proposal Restrukturisasi Utang Rp139 Triliun, Bos Garuda Paparkan Rencana Bisnis
&quot;Ini saya mau duduk, ini konteksnya apa, misalnya BUMN yang menyuntik dengan cash flow atau kembali mengundang lagi secara pasar, ini konteks yang sedang kita lakukan, yang pasti perbaikan Garuda harus dijalankan hari ini,&quot; ujar Erick, Selasa (15/11/2021).
3.       Memungkinkan Opsi Dilusi
Erick sendiri enggan merinci lebih jauh dua opsi pendanaan tersebut. Namun, dari pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, pemegang saham meminta pendapat legislator apakah memungkinkan saham-saham Garuda diberikan kepada investor baru. Artinya, ada pengurangan saham negara (dilusi)4. &amp;lsquo;Cinta Buta&amp;rsquo; Bahayakan Garuda
Saat ini upaya restrukturisasi dan negosiasi utang Garuda Indonesia senilai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun terus dilakukan pemegang saham. Meski begitu, Erick memastikan pihaknya tidak 'cinta buta' terhadap upaya penyelamatan maskapai penerbangan pelat merah itu.
&quot;Cinta buta yang akhirnya membahayakan pengambilan keputusan dan juga membahayakan Garuda sendiri, inilah posisi-posisi yang tidak mudah, ini bagian tanggung jawab BUMN,&quot; katanya.
5. Sewa yang Mahal Hingga Dugaan Korupsi
Erick Thohir menyebut, ada skenario mencari keuntungan pribadi saat pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Pernyataan itu menyusul bunga sewa pesawat sejumlah armada mencapai 28 persen atau paling tinggi di dunia. Tercatat, bunga sewa pesawat Garuda Indonesia mencapai 28 persen dari rata-rata bunga sewa di pasar global yang hanya menyentuh 6 persen saja.
&quot;Hari ini kita masuk dulu restrukturisasi Garuda, di mana, kita harus negosiasi sewa yang ada kasus korupsinya dan ada kemahalannya sampai 28 persen dibandingkan negara lain. Kita jalan ke situ dulu, bukan pilihan yang muda. Setelah ini restrukturisasi, bisnis modelnya kita harus fokus dalam negeri untuk beberapa tahun kedepan untuk menyehatkan keuangan Garuda,&quot; tutur Erick.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir lakukan upaya proteksi bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki utang sebesar USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun.
Namun upaya tersebut belum diputuskan dan akan didiskusikan pihak terkait. Beberapa opsi pun muncul sebagai proteksi bisnis dengan kode saham GIAA tersebut.
Berikut fakta upaya penyelamatan Garuda Indonesia yang dirangkum Okezone, Senin (22/11/2021).
1.       Pendanaan Bukan dari APBN
Erick Thohir sudah menyiapkan rencana penyuntikan anggaran untuk Garuda Indonesia. Dan memastikan pendanaan baru bagi emiten pelat merah itu bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerbangan Garuda Indonesia Bakal Langka, Bisnis AP I Ikutan Rugi
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, proteksi atau perlindungan terhadap emiten dengan kode saham GIAA itu tidak merugikan negara. Khususnya di sisi pendanaan.
&quot;Kita jangan anti proteksi, banyak negara lain juga melakukan proteksinya. Hal ini juga kita mesti pintar, mana yang tidak perlu proteksi silahkan, mana yang perlu proteksi, tetapi bukan merugikan negara bahwa dia bisa sustainable secara bisnis tanpa suntikan negara,&quot; ujar Erick, Senin (15/11/2021).
2.       2 Opsi Pendanaan
Ada dua opsi pendanaan yang disebutkan Erick, pertama pembiayaan berasal dari BUMN lain yang cash flow tercatat stabil. Kedua, kemungkinan dibukanya investor baru.
Baca Juga:&amp;nbsp;Serahkan Proposal Restrukturisasi Utang Rp139 Triliun, Bos Garuda Paparkan Rencana Bisnis
&quot;Ini saya mau duduk, ini konteksnya apa, misalnya BUMN yang menyuntik dengan cash flow atau kembali mengundang lagi secara pasar, ini konteks yang sedang kita lakukan, yang pasti perbaikan Garuda harus dijalankan hari ini,&quot; ujar Erick, Selasa (15/11/2021).
3.       Memungkinkan Opsi Dilusi
Erick sendiri enggan merinci lebih jauh dua opsi pendanaan tersebut. Namun, dari pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, pemegang saham meminta pendapat legislator apakah memungkinkan saham-saham Garuda diberikan kepada investor baru. Artinya, ada pengurangan saham negara (dilusi)4. &amp;lsquo;Cinta Buta&amp;rsquo; Bahayakan Garuda
Saat ini upaya restrukturisasi dan negosiasi utang Garuda Indonesia senilai USD9,8 miliar atau setara Rp139 triliun terus dilakukan pemegang saham. Meski begitu, Erick memastikan pihaknya tidak 'cinta buta' terhadap upaya penyelamatan maskapai penerbangan pelat merah itu.
&quot;Cinta buta yang akhirnya membahayakan pengambilan keputusan dan juga membahayakan Garuda sendiri, inilah posisi-posisi yang tidak mudah, ini bagian tanggung jawab BUMN,&quot; katanya.
5. Sewa yang Mahal Hingga Dugaan Korupsi
Erick Thohir menyebut, ada skenario mencari keuntungan pribadi saat pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Pernyataan itu menyusul bunga sewa pesawat sejumlah armada mencapai 28 persen atau paling tinggi di dunia. Tercatat, bunga sewa pesawat Garuda Indonesia mencapai 28 persen dari rata-rata bunga sewa di pasar global yang hanya menyentuh 6 persen saja.
&quot;Hari ini kita masuk dulu restrukturisasi Garuda, di mana, kita harus negosiasi sewa yang ada kasus korupsinya dan ada kemahalannya sampai 28 persen dibandingkan negara lain. Kita jalan ke situ dulu, bukan pilihan yang muda. Setelah ini restrukturisasi, bisnis modelnya kita harus fokus dalam negeri untuk beberapa tahun kedepan untuk menyehatkan keuangan Garuda,&quot; tutur Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
