<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Banyak! Uang Beredar Tembus Rp7.490 Triliun di Oktober 2021</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp7.490,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2505980/makin-banyak-uang-beredar-tembus-rp7-490-triliun-di-oktober-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2505980/makin-banyak-uang-beredar-tembus-rp7-490-triliun-di-oktober-2021"/><item><title>Makin Banyak! Uang Beredar Tembus Rp7.490 Triliun di Oktober 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2505980/makin-banyak-uang-beredar-tembus-rp7-490-triliun-di-oktober-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2505980/makin-banyak-uang-beredar-tembus-rp7-490-triliun-di-oktober-2021</guid><pubDate>Selasa 23 November 2021 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/23/320/2505980/makin-banyak-uang-beredar-tembus-rp7-490-triliun-di-oktober-2021-HanusyrAi6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Beredar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/23/320/2505980/makin-banyak-uang-beredar-tembus-rp7-490-triliun-di-oktober-2021-HanusyrAi6.jpg</image><title>Uang Beredar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp7.490,7 triliun pada Oktober 2021.

Posisi M2 pada Oktober 2021 tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (8,2%, yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,6% (yoy) dan uang kuasi yang tumbuh 6,0% (yoy).

&quot;Pertumbuhan M2 pada Oktober 2021 dipengaruhi oleh Aktiva Luar Negeri Bersih dan Aktiva Dalam Negeri Bersih,&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (22/11/2021).

Baca Juga: Uang Beredar Tembus Rp7.287,3 Triliun pada September 2021

Aktiva Luar Negeri Bersih tumbuh 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2021 sebesar 5,0% (yoy).

Aktiva Dalam Negeri Bersih tumbuh 12,1% (yoy), meningkat dari 9,3% (yoy) pada bulan sebelumnya, didorong oleh lebih tingginya pertumbuhan tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.


Tagihan Bersih kepada Pempus tumbuh 30,4% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 16,1% (yoy). Sementara itu, tren peningkatan penyaluran kredit terus berlanjut, yakni tumbuh sebesar 3,0% (yoy) pada bulan laporan, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1% (yoy).
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp7.490,7 triliun pada Oktober 2021.

Posisi M2 pada Oktober 2021 tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (8,2%, yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,6% (yoy) dan uang kuasi yang tumbuh 6,0% (yoy).

&quot;Pertumbuhan M2 pada Oktober 2021 dipengaruhi oleh Aktiva Luar Negeri Bersih dan Aktiva Dalam Negeri Bersih,&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (22/11/2021).

Baca Juga: Uang Beredar Tembus Rp7.287,3 Triliun pada September 2021

Aktiva Luar Negeri Bersih tumbuh 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2021 sebesar 5,0% (yoy).

Aktiva Dalam Negeri Bersih tumbuh 12,1% (yoy), meningkat dari 9,3% (yoy) pada bulan sebelumnya, didorong oleh lebih tingginya pertumbuhan tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.


Tagihan Bersih kepada Pempus tumbuh 30,4% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 16,1% (yoy). Sementara itu, tren peningkatan penyaluran kredit terus berlanjut, yakni tumbuh sebesar 3,0% (yoy) pada bulan laporan, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1% (yoy).
</content:encoded></item></channel></rss>
