<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Pamer Inflasi RI Lebih Baik dari AS</title><description>BPS mencatat pada bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2506103/sri-mulyani-pamer-inflasi-ri-lebih-baik-dari-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2506103/sri-mulyani-pamer-inflasi-ri-lebih-baik-dari-as"/><item><title>Sri Mulyani Pamer Inflasi RI Lebih Baik dari AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2506103/sri-mulyani-pamer-inflasi-ri-lebih-baik-dari-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/320/2506103/sri-mulyani-pamer-inflasi-ri-lebih-baik-dari-as</guid><pubDate>Selasa 23 November 2021 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/23/320/2506103/sri-mulyani-pamer-inflasi-ri-lebih-baik-dari-as-TLdgrR9d4k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani pamerkan inflasi Indonesia lebih baik dibanding AS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/23/320/2506103/sri-mulyani-pamer-inflasi-ri-lebih-baik-dari-as-TLdgrR9d4k.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani pamerkan inflasi Indonesia lebih baik dibanding AS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; BPS mencatat pada bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12%. Inflasi Oktober 2021 dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month-on-month/mom) sebesar 0,93% dan mencapai 1,66% secara tahunan (year-on-year/yoy). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, inflasi yang terjadi di Indonesia saat ini masih terbilang rendah.
Baca Juga: Telur dan Minyak Goreng Jadi Biang Kerok Inflasi Minggu Ketiga November
 
&quot;Afrika Selatan yang berada di atas 6%, Turki 19%, atau bahkan Argentina yang mencapai 50%,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/11/2021).
Namun, alih-alih merasa lebih baik dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di negara-negara tersebut, Sri Mulyani pun justru mengingatkan bahwa situasi semacam ini harus diperhatikan secara lebih hati-hati.
Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Inflasi
 
&quot;Jadi bukan soal bahwa kita akan lebih baik. Tapi lebih menggambarkan kewaspadaan yang harus tetap ditumbuhkan,&quot; imbuhnya.
Sri Mulyani mengakui bahwa situasi global saat ini, tentunya menggambarkan situasi yang tidak mudah untuk dihadapi oleh kebanyakan negara.


Karenanya, dia pun memastikan bahwa strategi Indonesia ke depannya  adalah bahwa kita semua harus siap untuk hidup dalam keadaan endemi  Covid-19, sambil menggunakan momentum Covid-19 ini untuk terus melakukan  reformasi.
Serta, lanjut Sri Mulyani, untuk terus memperkuat berbagai fondasi  ekonomi Indonesia, sehingga semakin mampu menghadapi guncangan apapun.
&quot;Tidak hanya (guncangan) COVID-19, tapi juga misalnya (guncangan)  soal climate change dan dinamika global yang semakin tidak mudah,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; BPS mencatat pada bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12%. Inflasi Oktober 2021 dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month-on-month/mom) sebesar 0,93% dan mencapai 1,66% secara tahunan (year-on-year/yoy). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, inflasi yang terjadi di Indonesia saat ini masih terbilang rendah.
Baca Juga: Telur dan Minyak Goreng Jadi Biang Kerok Inflasi Minggu Ketiga November
 
&quot;Afrika Selatan yang berada di atas 6%, Turki 19%, atau bahkan Argentina yang mencapai 50%,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/11/2021).
Namun, alih-alih merasa lebih baik dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di negara-negara tersebut, Sri Mulyani pun justru mengingatkan bahwa situasi semacam ini harus diperhatikan secara lebih hati-hati.
Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Inflasi
 
&quot;Jadi bukan soal bahwa kita akan lebih baik. Tapi lebih menggambarkan kewaspadaan yang harus tetap ditumbuhkan,&quot; imbuhnya.
Sri Mulyani mengakui bahwa situasi global saat ini, tentunya menggambarkan situasi yang tidak mudah untuk dihadapi oleh kebanyakan negara.


Karenanya, dia pun memastikan bahwa strategi Indonesia ke depannya  adalah bahwa kita semua harus siap untuk hidup dalam keadaan endemi  Covid-19, sambil menggunakan momentum Covid-19 ini untuk terus melakukan  reformasi.
Serta, lanjut Sri Mulyani, untuk terus memperkuat berbagai fondasi  ekonomi Indonesia, sehingga semakin mampu menghadapi guncangan apapun.
&quot;Tidak hanya (guncangan) COVID-19, tapi juga misalnya (guncangan)  soal climate change dan dinamika global yang semakin tidak mudah,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
