<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teh Indonesia Diborong Rp57 Miliar, Siap Banjiri Pasar Malaysia</title><description>Penjualan teh asal Indonesia mencapai USD4 juta atau Rp57 miliar pada gelaran Selangor International Expo Food and Beverage.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/455/2505981/teh-indonesia-diborong-rp57-miliar-siap-banjiri-pasar-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/455/2505981/teh-indonesia-diborong-rp57-miliar-siap-banjiri-pasar-malaysia"/><item><title>Teh Indonesia Diborong Rp57 Miliar, Siap Banjiri Pasar Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/455/2505981/teh-indonesia-diborong-rp57-miliar-siap-banjiri-pasar-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/23/455/2505981/teh-indonesia-diborong-rp57-miliar-siap-banjiri-pasar-malaysia</guid><pubDate>Selasa 23 November 2021 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/23/455/2505981/teh-indonesia-diborong-rp57-miliar-siap-banjiri-pasar-malaysia-2op5mxwo7A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teh Indonesia banjiri pasar Malaysia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/23/455/2505981/teh-indonesia-diborong-rp57-miliar-siap-banjiri-pasar-malaysia-2op5mxwo7A.jpg</image><title>Teh Indonesia banjiri pasar Malaysia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penjualan teh asal Indonesia mencapai USD4 juta atau Rp57 miliar pada gelaran Selangor International Expo Food and Beverage (SIE F&amp;amp;B) 2021 di Malaysia. Transaksi penjualan teh dilakukan melalui PT Perkebunan Nusantara III Holding.
&amp;ldquo;Transaksi yang terjadi pada pameran ini menunjukkan bahwa produk mamin Indonesia sangat diminati pasar Malaysia,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, Selasa (23/11/2021).
Baca Juga: Diminati Milenial, Mentan Kembangkan Variasi Produk Kakao dan Teh
 
Didi menyatakan, partisipasi Kementerian Perdagangan dan PT PN III Holding pada pameran ini bertujuan untuk terus mendorong kinerja ekspor Indonesia ke Malaysia, khususnya sektor makanan dan minuman pasca pandemi COVID-19.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengungkapkan, SIE F&amp;amp;B 2021 merupakan pameran internasional pertama di sektor mamin yang diselenggarakan secara hibrida.
&amp;ldquo;Antusiasme para pelaku usaha di Malaysia sangat tinggi setelah berbulan-bulan mengalami pembatasan oleh pemerintah. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang jauh melampaui perkiraan sebelumnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Jabar Juara! Ridwan Kamil Melepas Ekspor 20 Ton Teh ke Uni Emirat Arab
 
Atase Perdagangan di Malaysia Deden Muhammad Fajar Shiddiq menyebut, menurut data dari Departemen Statistik Malaysia, pada periode Januari&amp;ndash;September 2021 total impor Malaysia untuk produk teh dari Indonesia sebesar 39,6 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp134,8 miliar.
Nilai tersebut naik 8,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara asal impor teh kedua setelah Tiongkok untuk Malaysia.
&amp;ldquo;Pada perioode Januari-September 2021 impor teh Malaysia naik 4,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk terus meningkatkan penjualan teh Indonesia ke Malaysia. Kami menggandeng Asosiasi Teh Malaysia sebagai mitra untuk melakukan promosi teh di sini,&amp;rdquo; jelas Deden.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNS8yMi8yMC8xMzM3ODkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, Asisten Manager Marketing Division PTPN III Holding Asep  Barkah menyampaikan, Selama empat hari penyelenggaraan, produk teh PTPN  III Holding banyak mendapatkan permintaan dari pengusaha teh di  Malaysia. Hal ini mengingat negeri jiran ini merupakan salah satu negara  tujuan ekspor teh Indonesia.
&amp;ldquo;Volume ekspor teh curah (bulky) Indonesia ke Malaysia setiap tahun  tercatat sekitar 8.500-9.500 ton. Pada SIE 2021 ini, kami berhasil  mendapatkan tiga kontrak dengan nilai total sebesar USD 4 juta dan tidak  menutup kemungkinan transaksi akan terus bertambah karena proses  penjajakan telah berhasil dilakukan,&amp;rdquo; ujar Asep.
Saat ini, lanjutnya, perdagangan teh secara global mengalami  persaingan yang cukup kompetitif. Berbagai negara lainnya seperti Kenya,  Sri Lanka, dan India berupaya juga untuk memasuki pasar Malaysia yang  masyarakatnya mempunyai tingkat konsumsi teh cukup tinggi.
&amp;ldquo;Namun demikian, teh Indonesia masih menjadi primadona bagi  masyarakat Malaysia dengan karakter mutu dan rasa yang sesuai dengan  selera pasar Malaysia,&amp;rdquo; ucapnya.
Vice President Indonesia Trade Association (ITA) Kandi Rahayu  menambahkan, selain teh, pameran ini turut menghadirkan berbagai produk  mamin yang didistribusikan pebisnis Indonesia di Malaysia yang tergabung  ITA.
Ada juga berbagai produk UKM yang didatangkan langsung dari Indonesia  dan mendapatkan respons menjanjikan dari pelaku usaha di Malaysia.
&amp;ldquo;ITA akan terus berkolaborasi dengan para UKM di Indonesia untuk  mendatangkan berbagai produk mamin ke Malaysia karena memiliki peluang  sangat tinggi. Ini mengingat jumlah diaspora Indonesia di Malaysia  merupakan yang terbesar di dunia serta karakteristik pasar yang sangat  cocok dengan produk-produk UKM Indonesia,&amp;rdquo; tutup Kandi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penjualan teh asal Indonesia mencapai USD4 juta atau Rp57 miliar pada gelaran Selangor International Expo Food and Beverage (SIE F&amp;amp;B) 2021 di Malaysia. Transaksi penjualan teh dilakukan melalui PT Perkebunan Nusantara III Holding.
&amp;ldquo;Transaksi yang terjadi pada pameran ini menunjukkan bahwa produk mamin Indonesia sangat diminati pasar Malaysia,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, Selasa (23/11/2021).
Baca Juga: Diminati Milenial, Mentan Kembangkan Variasi Produk Kakao dan Teh
 
Didi menyatakan, partisipasi Kementerian Perdagangan dan PT PN III Holding pada pameran ini bertujuan untuk terus mendorong kinerja ekspor Indonesia ke Malaysia, khususnya sektor makanan dan minuman pasca pandemi COVID-19.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengungkapkan, SIE F&amp;amp;B 2021 merupakan pameran internasional pertama di sektor mamin yang diselenggarakan secara hibrida.
&amp;ldquo;Antusiasme para pelaku usaha di Malaysia sangat tinggi setelah berbulan-bulan mengalami pembatasan oleh pemerintah. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang jauh melampaui perkiraan sebelumnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Jabar Juara! Ridwan Kamil Melepas Ekspor 20 Ton Teh ke Uni Emirat Arab
 
Atase Perdagangan di Malaysia Deden Muhammad Fajar Shiddiq menyebut, menurut data dari Departemen Statistik Malaysia, pada periode Januari&amp;ndash;September 2021 total impor Malaysia untuk produk teh dari Indonesia sebesar 39,6 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp134,8 miliar.
Nilai tersebut naik 8,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara asal impor teh kedua setelah Tiongkok untuk Malaysia.
&amp;ldquo;Pada perioode Januari-September 2021 impor teh Malaysia naik 4,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk terus meningkatkan penjualan teh Indonesia ke Malaysia. Kami menggandeng Asosiasi Teh Malaysia sebagai mitra untuk melakukan promosi teh di sini,&amp;rdquo; jelas Deden.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNS8yMi8yMC8xMzM3ODkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, Asisten Manager Marketing Division PTPN III Holding Asep  Barkah menyampaikan, Selama empat hari penyelenggaraan, produk teh PTPN  III Holding banyak mendapatkan permintaan dari pengusaha teh di  Malaysia. Hal ini mengingat negeri jiran ini merupakan salah satu negara  tujuan ekspor teh Indonesia.
&amp;ldquo;Volume ekspor teh curah (bulky) Indonesia ke Malaysia setiap tahun  tercatat sekitar 8.500-9.500 ton. Pada SIE 2021 ini, kami berhasil  mendapatkan tiga kontrak dengan nilai total sebesar USD 4 juta dan tidak  menutup kemungkinan transaksi akan terus bertambah karena proses  penjajakan telah berhasil dilakukan,&amp;rdquo; ujar Asep.
Saat ini, lanjutnya, perdagangan teh secara global mengalami  persaingan yang cukup kompetitif. Berbagai negara lainnya seperti Kenya,  Sri Lanka, dan India berupaya juga untuk memasuki pasar Malaysia yang  masyarakatnya mempunyai tingkat konsumsi teh cukup tinggi.
&amp;ldquo;Namun demikian, teh Indonesia masih menjadi primadona bagi  masyarakat Malaysia dengan karakter mutu dan rasa yang sesuai dengan  selera pasar Malaysia,&amp;rdquo; ucapnya.
Vice President Indonesia Trade Association (ITA) Kandi Rahayu  menambahkan, selain teh, pameran ini turut menghadirkan berbagai produk  mamin yang didistribusikan pebisnis Indonesia di Malaysia yang tergabung  ITA.
Ada juga berbagai produk UKM yang didatangkan langsung dari Indonesia  dan mendapatkan respons menjanjikan dari pelaku usaha di Malaysia.
&amp;ldquo;ITA akan terus berkolaborasi dengan para UKM di Indonesia untuk  mendatangkan berbagai produk mamin ke Malaysia karena memiliki peluang  sangat tinggi. Ini mengingat jumlah diaspora Indonesia di Malaysia  merupakan yang terbesar di dunia serta karakteristik pasar yang sangat  cocok dengan produk-produk UKM Indonesia,&amp;rdquo; tutup Kandi.</content:encoded></item></channel></rss>
