<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Mixed, Nasdaq Turun 79 Poin</title><description>Wall Street mixed dengan Nasdaq ditutup lebih rendah untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/278/2506489/wall-street-mixed-nasdaq-turun-79-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/278/2506489/wall-street-mixed-nasdaq-turun-79-poin"/><item><title>Wall Street Mixed, Nasdaq Turun 79 Poin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/278/2506489/wall-street-mixed-nasdaq-turun-79-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/278/2506489/wall-street-mixed-nasdaq-turun-79-poin</guid><pubDate>Rabu 24 November 2021 06:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/24/278/2506489/wall-street-mixed-nasdaq-turun-79-poin-Ze0LNzDlIG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup mixed (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/24/278/2506489/wall-street-mixed-nasdaq-turun-79-poin-Ze0LNzDlIG.jpg</image><title>Wall Street ditutup mixed (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street mixed dengan Nasdaq ditutup lebih rendah untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa. Wall Street bervariasi karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah mendorong investor untuk menjual saham dan saham Big Tech ternama lainnya dan membeli saham bervaluasi lebih rendah.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55% atau 194,55 poin, menjadi menetap di 35.813,80 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 naik tipis 0,17% atau 7,76 poin menjadi berakhir di 4.690,70 poin. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq merosot 0,50% atau 79,62 poin, menjadi ditutup pada 15.775,14 poin.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Beragam, Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq Anjlok
 
Indeks saham pertumbuhan (growth stocks) S&amp;amp;P 500 turun 0,3% dan indeks saham dengan valuasi rendah (value stocks) naik 0,8%.
Imbal hasil obligasi pemerintah memperpanjang kenaikan ketika investor meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun depan setelah Jerome Powell dinominasikan oleh Presiden Joe Biden sebagai ketua Fed untuk masa jabatan kedua.
Baca Juga: Wall Street Beragam, Investor Sikapi Kasus Covid-19 di Eropa 
 
Tesla turun lebih dari 4,0% dan Microsoft kehilangan 0,6%, dengan kedua perusahaan menyeret Nasdaq lebih besar daripada saham lainnya. Kenaikan suku bunga cenderung membuat saham-saham pertumbuhan kurang menarik bagi investor.
&quot;Pasar sedang dipersulit oleh pekan perdagangan yang dipersingkat karena liburan, dan pasar mengambil isyarat dari kenaikan suku bunga baru-baru ini, memberi investor alasan tambahan untuk mengambil keuntungan di pasar yang dinilai terlalu tinggi,&quot; kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York.
Dengan bank-bank diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi, indeks bank S&amp;amp;P 500 melonjak 2,0%, dengan Goldman Sachs, JPMorgan dan Bank of America semuanya reli.Indeks energi S&amp;amp;P 500 melonjak 3,0% dan merupakan sektor dengan  kinerja terbaik. Harga minyak naik ke level tertinggi satu minggu  setelah langkah Amerika Serikat dan negara konsumen lainnya untuk  melepaskan puluhan juta barel minyak dari cadangan mereka buat mencoba  mendinginkan pasar gagal memenuhi harapan.
Survei IHS Markit menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat moderat  pada November di tengah kekurangan tenaga kerja dan penundaan bahan  baku, tetapi tetap nyaman di wilayah ekspansi karena kekuatan di sektor  manufaktur.
Pasar saham AS akan ditutup pada Kamis (25/11/2021) untuk liburan Thanksgiving, dan berakhir lebih awal pada Jumat (26/11/2021).
Zoom Video Communications Inc merosot hampir 15% setelah tingkat  pertumbuhan pendapatan kuartal ketiga melambat karena permintaan untuk  alat konferensi video mereda dari ketinggian yang dipicu pandemi tahun  lalu.
Best Buy Co Inc anjlok 12% setelah pengecer elektronik itu  memperkirakan penjualan sebanding kuartal keempat di bawah ekspektasi  karena masalah rantai pasokan.
Pembuat chip Micron Technology dan Western Digital Corp masing-masing  terangkat 1,85% dan 6,3%, setelah Mizuho Bank meningkatkan peringkat  sahamnya menjadi &quot;beli&quot; dari &quot;netral&quot;.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,3 miliar saham, dibandingkan  dengan rata-rata 11,1 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari  perdagangan terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street mixed dengan Nasdaq ditutup lebih rendah untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa. Wall Street bervariasi karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah mendorong investor untuk menjual saham dan saham Big Tech ternama lainnya dan membeli saham bervaluasi lebih rendah.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55% atau 194,55 poin, menjadi menetap di 35.813,80 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 naik tipis 0,17% atau 7,76 poin menjadi berakhir di 4.690,70 poin. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq merosot 0,50% atau 79,62 poin, menjadi ditutup pada 15.775,14 poin.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Beragam, Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq Anjlok
 
Indeks saham pertumbuhan (growth stocks) S&amp;amp;P 500 turun 0,3% dan indeks saham dengan valuasi rendah (value stocks) naik 0,8%.
Imbal hasil obligasi pemerintah memperpanjang kenaikan ketika investor meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun depan setelah Jerome Powell dinominasikan oleh Presiden Joe Biden sebagai ketua Fed untuk masa jabatan kedua.
Baca Juga: Wall Street Beragam, Investor Sikapi Kasus Covid-19 di Eropa 
 
Tesla turun lebih dari 4,0% dan Microsoft kehilangan 0,6%, dengan kedua perusahaan menyeret Nasdaq lebih besar daripada saham lainnya. Kenaikan suku bunga cenderung membuat saham-saham pertumbuhan kurang menarik bagi investor.
&quot;Pasar sedang dipersulit oleh pekan perdagangan yang dipersingkat karena liburan, dan pasar mengambil isyarat dari kenaikan suku bunga baru-baru ini, memberi investor alasan tambahan untuk mengambil keuntungan di pasar yang dinilai terlalu tinggi,&quot; kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York.
Dengan bank-bank diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi, indeks bank S&amp;amp;P 500 melonjak 2,0%, dengan Goldman Sachs, JPMorgan dan Bank of America semuanya reli.Indeks energi S&amp;amp;P 500 melonjak 3,0% dan merupakan sektor dengan  kinerja terbaik. Harga minyak naik ke level tertinggi satu minggu  setelah langkah Amerika Serikat dan negara konsumen lainnya untuk  melepaskan puluhan juta barel minyak dari cadangan mereka buat mencoba  mendinginkan pasar gagal memenuhi harapan.
Survei IHS Markit menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat moderat  pada November di tengah kekurangan tenaga kerja dan penundaan bahan  baku, tetapi tetap nyaman di wilayah ekspansi karena kekuatan di sektor  manufaktur.
Pasar saham AS akan ditutup pada Kamis (25/11/2021) untuk liburan Thanksgiving, dan berakhir lebih awal pada Jumat (26/11/2021).
Zoom Video Communications Inc merosot hampir 15% setelah tingkat  pertumbuhan pendapatan kuartal ketiga melambat karena permintaan untuk  alat konferensi video mereda dari ketinggian yang dipicu pandemi tahun  lalu.
Best Buy Co Inc anjlok 12% setelah pengecer elektronik itu  memperkirakan penjualan sebanding kuartal keempat di bawah ekspektasi  karena masalah rantai pasokan.
Pembuat chip Micron Technology dan Western Digital Corp masing-masing  terangkat 1,85% dan 6,3%, setelah Mizuho Bank meningkatkan peringkat  sahamnya menjadi &quot;beli&quot; dari &quot;netral&quot;.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,3 miliar saham, dibandingkan  dengan rata-rata 11,1 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari  perdagangan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
