<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh 3,51% di Kuartal III-2021, Jokowi: Kita Rem Total</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) merefleksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II dan III tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506674/ekonomi-ri-tumbuh-3-51-di-kuartal-iii-2021-jokowi-kita-rem-total</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506674/ekonomi-ri-tumbuh-3-51-di-kuartal-iii-2021-jokowi-kita-rem-total"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh 3,51% di Kuartal III-2021, Jokowi: Kita Rem Total</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506674/ekonomi-ri-tumbuh-3-51-di-kuartal-iii-2021-jokowi-kita-rem-total</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506674/ekonomi-ri-tumbuh-3-51-di-kuartal-iii-2021-jokowi-kita-rem-total</guid><pubDate>Rabu 24 November 2021 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/24/320/2506674/ekonomi-ri-tumbuh-3-51-di-kuartal-iii-2021-jokowi-kita-rem-total-OeQ2x8aEZx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/24/320/2506674/ekonomi-ri-tumbuh-3-51-di-kuartal-iii-2021-jokowi-kita-rem-total-OeQ2x8aEZx.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merefleksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II dan III tahun 2021, Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 berada di angka 7,07% dan kuartal III di 3,51%.
&quot;Kenapa bisa turun dari kuartal II karena bulan Juli kita PPKM darurat itu satu bulan penuh. Kita rem total,&quot; ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) secara virtual di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Dia menuturkan, penurunan itu juga akibat peristiwa varian COVID-19 Delta yang tidak disangka-sangka. Tetapi, pada saat ini, dapat dilihat bahwa aktivitas ekonomi di urusan konsumsi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sudah kembali pada posisi normal seperti sebelum pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi: Ada Bendungan Karolle, Petani Bisa Tanam Padi 2 Kali
&quot;Kemudian juga retail and sales index sudah mulai merangkak naik, menguat seiring dengan peningkatan mobilitas. Angka-angka seperti ini yang penting kita baca untuk melihat prospek di 2022 seperti apa,&quot; tambah Jokowi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketika Presiden Jokowi Tunggangi Traktor dan Tanam Jagung di Jeneponto Sulsel
Di sisi produksi, sambung dia, angka PMI manufaktur lebih tinggi dari sebelum pandemi di angka 57,2%, dari yang sebelum pandemi 51%. Artinya, demand sudah ada dan semakin baik.&quot;Kalau demand ada, artinya apa? Manufaktur, pabrik, industri pasti akan berproduksi karena dilihat ada demand, inilah angka yang sangat tinggi, 57,2%. Pabrik, industri, perusahaan melihat bahwa ada sebuah prospek permintaan,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merefleksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II dan III tahun 2021, Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 berada di angka 7,07% dan kuartal III di 3,51%.
&quot;Kenapa bisa turun dari kuartal II karena bulan Juli kita PPKM darurat itu satu bulan penuh. Kita rem total,&quot; ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) secara virtual di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Dia menuturkan, penurunan itu juga akibat peristiwa varian COVID-19 Delta yang tidak disangka-sangka. Tetapi, pada saat ini, dapat dilihat bahwa aktivitas ekonomi di urusan konsumsi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sudah kembali pada posisi normal seperti sebelum pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi: Ada Bendungan Karolle, Petani Bisa Tanam Padi 2 Kali
&quot;Kemudian juga retail and sales index sudah mulai merangkak naik, menguat seiring dengan peningkatan mobilitas. Angka-angka seperti ini yang penting kita baca untuk melihat prospek di 2022 seperti apa,&quot; tambah Jokowi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketika Presiden Jokowi Tunggangi Traktor dan Tanam Jagung di Jeneponto Sulsel
Di sisi produksi, sambung dia, angka PMI manufaktur lebih tinggi dari sebelum pandemi di angka 57,2%, dari yang sebelum pandemi 51%. Artinya, demand sudah ada dan semakin baik.&quot;Kalau demand ada, artinya apa? Manufaktur, pabrik, industri pasti akan berproduksi karena dilihat ada demand, inilah angka yang sangat tinggi, 57,2%. Pabrik, industri, perusahaan melihat bahwa ada sebuah prospek permintaan,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
