<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Beberkan 5 Kebijakan yang Bisa Perkuat Pemulihan Ekonomi</title><description>Bank Indonesia memaparkan lima kebijakan yang bisa memperkuat pemulihan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506724/bi-beberkan-5-kebijakan-yang-bisa-perkuat-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506724/bi-beberkan-5-kebijakan-yang-bisa-perkuat-pemulihan-ekonomi"/><item><title>BI Beberkan 5 Kebijakan yang Bisa Perkuat Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506724/bi-beberkan-5-kebijakan-yang-bisa-perkuat-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/320/2506724/bi-beberkan-5-kebijakan-yang-bisa-perkuat-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 24 November 2021 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/24/320/2506724/bi-beberkan-5-kebijakan-yang-bisa-perkuat-pemulihan-ekonomi-OqHq6RXTvN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia beberkan 5 kebijakan yang perkuat ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/24/320/2506724/bi-beberkan-5-kebijakan-yang-bisa-perkuat-pemulihan-ekonomi-OqHq6RXTvN.jpg</image><title>Bank Indonesia beberkan 5 kebijakan yang perkuat ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia memaparkan lima kebijakan yang bisa memperkuat pemulihan ekonomi. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional, ada satu prasyarat, yaitu vaksinasi dan pembukaan sektor-sektor ekonomi.
&quot;Pertama transformasi sektor riil. Kedua, stimulus fiskal dan moneter. Ketiga, kredit dan transformasi keuangan. Keempat, digitalisasi ekonomi keuangan, dan kelima ekonomi keuangan inklusif dan hijau,&quot; ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2021 secara virtual di Jakarta, Kamis(24/11/2021).
Baca Juga:Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia dalam Fase Kritikal Pemulihan Ekonomi
 
Dia mengatakan, ini sangat penting agar imunitas massa segera tercapai dan lebih banyak sektor dibuka kembali, supaya ekonomi segera pulih dan dalam jangka panjang, pertumbuhan kembali lebih tinggi menuju Indonesia maju.
&quot;Sinergi vaksinasi dan pembukaan ekonomi dapat fokus pada 24 subsektor prioritas, 8 di antaranya adalah makanan dan minuman, kimia, otomotif, karet, kertas, logam dasar, TPT, dan alas kaki, dan tentu saja UMKM,&quot; tegas Perry.
Baca Juga: Upaya Pemulihan Ekonomi, Negara Berkembang Masih Berjuang Dapat Akses Vaksin
 
Respon kebijakan pertama akselerasi transformasi sektor prioritas melalui implementasi proyek strategis nasional dan UU Cipta Kerja, kemudahan peraturan dan perizinan, promosi, investasi, dan perdagangan.
&quot;Respon kedua, sinergi stimulus fiskal dan moneter. Sebagaimana diketahui, defisit fiskal APBN 2022 4,6% PDB, belanja negara Rp2.714,2 triliun di antaranya anggaran kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur tentu saja membutuhkan pembiayaan Rp868 triliun,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yMy8xLzE0MjA0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;BI, sambung Perry, berkomitmen berpartisipasi dalam pendanaan APBN  sesuai UU nomor 22 tahun 2020 dalam jumlah yang besar. Pada 2020 sebesar  Rp473,4 triliun, di tahun 2021 hingga kini Rp143,3 triliun, ditambah  juga Rp215 triliun APBN 2021 untuk kesehatan dan kemanusiaan karena  COVID-19.
&quot;Untuk APBN 2022 sebesar Rp224 triliun dengan suku bunga rendah.  Dengan pendanaan BI, pemerintah dapat memfokuskan APBN untuk pemulihan  ekonomi,&quot; ucapnya.
Respon ketiga, sinergi mendorong kredit dan transformasi keuangan.  Penawaran kredit perbankan relatif kondusif, suku bunga menurun,  likuiditas melimpah, lending standar, juga membaik. Fokus kebijakan pada  peningkatan permintaan kredit dunia usaha.
&quot;9 sektor siap peningkatan kredit, tetapi sektor-sektor lain  membutuhkan stimulus, insentif pajak, penjaminan kredit, dan subsidi  bunga, pelonggaran kebijakan makroprudensial dari BI, perpanjangan  restrukturisasi kredit dari OJK,&quot; tambahnya.
BI bersinergi dalam kebijakan ekonomi nasional, di samping stimulus  moneter dan pelonggaran makroprudensial pada respon kedua dan ketiga,  juga digitalisasi sistem pembayaran dan pendanaan UMKM pada respon  keempat dan kelima.
&quot;BI pun juga berkoordinasi erat dengan pemerintah dan KSSK,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia memaparkan lima kebijakan yang bisa memperkuat pemulihan ekonomi. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional, ada satu prasyarat, yaitu vaksinasi dan pembukaan sektor-sektor ekonomi.
&quot;Pertama transformasi sektor riil. Kedua, stimulus fiskal dan moneter. Ketiga, kredit dan transformasi keuangan. Keempat, digitalisasi ekonomi keuangan, dan kelima ekonomi keuangan inklusif dan hijau,&quot; ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2021 secara virtual di Jakarta, Kamis(24/11/2021).
Baca Juga:Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia dalam Fase Kritikal Pemulihan Ekonomi
 
Dia mengatakan, ini sangat penting agar imunitas massa segera tercapai dan lebih banyak sektor dibuka kembali, supaya ekonomi segera pulih dan dalam jangka panjang, pertumbuhan kembali lebih tinggi menuju Indonesia maju.
&quot;Sinergi vaksinasi dan pembukaan ekonomi dapat fokus pada 24 subsektor prioritas, 8 di antaranya adalah makanan dan minuman, kimia, otomotif, karet, kertas, logam dasar, TPT, dan alas kaki, dan tentu saja UMKM,&quot; tegas Perry.
Baca Juga: Upaya Pemulihan Ekonomi, Negara Berkembang Masih Berjuang Dapat Akses Vaksin
 
Respon kebijakan pertama akselerasi transformasi sektor prioritas melalui implementasi proyek strategis nasional dan UU Cipta Kerja, kemudahan peraturan dan perizinan, promosi, investasi, dan perdagangan.
&quot;Respon kedua, sinergi stimulus fiskal dan moneter. Sebagaimana diketahui, defisit fiskal APBN 2022 4,6% PDB, belanja negara Rp2.714,2 triliun di antaranya anggaran kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur tentu saja membutuhkan pembiayaan Rp868 triliun,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yMy8xLzE0MjA0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;BI, sambung Perry, berkomitmen berpartisipasi dalam pendanaan APBN  sesuai UU nomor 22 tahun 2020 dalam jumlah yang besar. Pada 2020 sebesar  Rp473,4 triliun, di tahun 2021 hingga kini Rp143,3 triliun, ditambah  juga Rp215 triliun APBN 2021 untuk kesehatan dan kemanusiaan karena  COVID-19.
&quot;Untuk APBN 2022 sebesar Rp224 triliun dengan suku bunga rendah.  Dengan pendanaan BI, pemerintah dapat memfokuskan APBN untuk pemulihan  ekonomi,&quot; ucapnya.
Respon ketiga, sinergi mendorong kredit dan transformasi keuangan.  Penawaran kredit perbankan relatif kondusif, suku bunga menurun,  likuiditas melimpah, lending standar, juga membaik. Fokus kebijakan pada  peningkatan permintaan kredit dunia usaha.
&quot;9 sektor siap peningkatan kredit, tetapi sektor-sektor lain  membutuhkan stimulus, insentif pajak, penjaminan kredit, dan subsidi  bunga, pelonggaran kebijakan makroprudensial dari BI, perpanjangan  restrukturisasi kredit dari OJK,&quot; tambahnya.
BI bersinergi dalam kebijakan ekonomi nasional, di samping stimulus  moneter dan pelonggaran makroprudensial pada respon kedua dan ketiga,  juga digitalisasi sistem pembayaran dan pendanaan UMKM pada respon  keempat dan kelima.
&quot;BI pun juga berkoordinasi erat dengan pemerintah dan KSSK,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
