<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedagang Dapat Bantuan Bangga Buatan Indonesia Rp50 Juta, Menparekraf Dorong UMKM Kuliner RI</title><description>Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/455/2506592/pedagang-dapat-bantuan-bangga-buatan-indonesia-rp50-juta-menparekraf-dorong-umkm-kuliner-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/455/2506592/pedagang-dapat-bantuan-bangga-buatan-indonesia-rp50-juta-menparekraf-dorong-umkm-kuliner-ri"/><item><title>Pedagang Dapat Bantuan Bangga Buatan Indonesia Rp50 Juta, Menparekraf Dorong UMKM Kuliner RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/455/2506592/pedagang-dapat-bantuan-bangga-buatan-indonesia-rp50-juta-menparekraf-dorong-umkm-kuliner-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/24/455/2506592/pedagang-dapat-bantuan-bangga-buatan-indonesia-rp50-juta-menparekraf-dorong-umkm-kuliner-ri</guid><pubDate>Rabu 24 November 2021 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/24/455/2506592/pedagang-dapat-bantuan-bangga-buatan-indonesia-rp50-juta-menparekraf-dorong-umkm-kuliner-ri-YQlAc2Q0yC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno dorong potensi kuliner RI (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/24/455/2506592/pedagang-dapat-bantuan-bangga-buatan-indonesia-rp50-juta-menparekraf-dorong-umkm-kuliner-ri-YQlAc2Q0yC.jpg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno dorong potensi kuliner RI (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>MAROS - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki. Khususnya subsektor kuliner di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal ini disampaikan Sandiaga saat menghadiri workshop Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Kantor Bupati Maros, Selasa (23/11/2021). Sandiaga menyampaikan bahwa Maros memiliki potensi kuliner yang sangat kaya, seperti Jalangkote, olahan kepiting, termasuk kerupuk, abon, dan roti Maros.
Dia pun mendorong peningkatan pemasaran produk-produk ekonomi kreatif ini melalui pemanfaatan platform digital dan peningkatan desain kemasan produk. Serta dikolaborasikan dengan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Baca Juga: Sandiaga Uno Happy Masyarakat Serbu Sentra Vaksinasi di Makassar, Ekonomi Bangkit!
 
&quot;Tadi kemasannya sudah kita akan kerja samakan, kemasan-kemasan yang lebih rumahan, tradisional akan ditingkatkan melalui kolaborasi Rumah Kemasan dari Pemkab Maros dengan program-program Kemenparekraf seperti &amp;ldquo;Beda'kan&quot; (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara) dan juga fasilitasi pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) harapannya untuk mendorong menggerakkan perekonomian masyarakat kita akan onboarding ke program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dengan stimulus Rp50 juta per merchant dan juga dengan voucher melalui belanja online nasional. Kami berharap ekspansi pasar ini bukan cuma lokal, tapi juga nasional,&quot; kata Sandiaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yMy8xLzE0MjA2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, Sandiaga mengatakan potensi-potensi kuliner yang ada di Kabupaten Maros ini juga dapat mengikuti Program Indonesia Spice Up The World untuk dipasarkan ke diaspora Sulawesi Selatan di luar negeri. &quot;(Tujuannya) agar produk kreatif Maros ini bisa diekspor,&quot; katanya.
Baca Juga: Sandiaga: Wisata Halal Lebih ke Muslim Friendly, Bukan Mensyariahkan Destinasi
 
Sandiaga menjelaskan, workshop ini bertujuan untuk mendata para pelaku-pelaku ekonomi kreatif di Maros yang nantinya akan dibantu secara langsung melalui program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Mulai dari pemasaran, pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan sekaligus perizinan dan pelaporan keuangan.
&quot;Jadi ini bentuk pelaporan konkret kita. Kita akan menyiapkan menu mana saja yang dibutuhkan oleh UMKM,&quot; katanya.Sandiaga juga mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten  Maros untuk menerapkan protokol kesehatan CHSE ( Cleanliness, Health,  Safety, and Environmental sustainability).
&quot;Karena di era pandemi COVID-19 ini kebersihan, kesehatan,  keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan ini yang diperlukan. Jadi kami  juga memberikan fasilitasi agar produk-produk dari ekonomi kreatif ini  juga disajikan dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan  disiplin,&quot; ujar Sandiaga.
Kegiatan workshop di Kabupaten Maros akan diikuti oleh 35 pelaku  ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di antaranya dari subsektor  kuliner, fesyen, dan kriya. Selain pemberian materi terkait peningkatan  inovasi dan kewirausahaan, workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi  dan tanya jawab dengan pelaku ekonomi kreatif yang hadir dalam kegiatan  ini.
Workshop ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang  Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario  Prawiseso; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif  Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Direktur Poltekpar Makassar, M.  Arifin; Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam; dan Kepala Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Ferdiansyah.</description><content:encoded>MAROS - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki. Khususnya subsektor kuliner di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal ini disampaikan Sandiaga saat menghadiri workshop Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Kantor Bupati Maros, Selasa (23/11/2021). Sandiaga menyampaikan bahwa Maros memiliki potensi kuliner yang sangat kaya, seperti Jalangkote, olahan kepiting, termasuk kerupuk, abon, dan roti Maros.
Dia pun mendorong peningkatan pemasaran produk-produk ekonomi kreatif ini melalui pemanfaatan platform digital dan peningkatan desain kemasan produk. Serta dikolaborasikan dengan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Baca Juga: Sandiaga Uno Happy Masyarakat Serbu Sentra Vaksinasi di Makassar, Ekonomi Bangkit!
 
&quot;Tadi kemasannya sudah kita akan kerja samakan, kemasan-kemasan yang lebih rumahan, tradisional akan ditingkatkan melalui kolaborasi Rumah Kemasan dari Pemkab Maros dengan program-program Kemenparekraf seperti &amp;ldquo;Beda'kan&quot; (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara) dan juga fasilitasi pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) harapannya untuk mendorong menggerakkan perekonomian masyarakat kita akan onboarding ke program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dengan stimulus Rp50 juta per merchant dan juga dengan voucher melalui belanja online nasional. Kami berharap ekspansi pasar ini bukan cuma lokal, tapi juga nasional,&quot; kata Sandiaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yMy8xLzE0MjA2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, Sandiaga mengatakan potensi-potensi kuliner yang ada di Kabupaten Maros ini juga dapat mengikuti Program Indonesia Spice Up The World untuk dipasarkan ke diaspora Sulawesi Selatan di luar negeri. &quot;(Tujuannya) agar produk kreatif Maros ini bisa diekspor,&quot; katanya.
Baca Juga: Sandiaga: Wisata Halal Lebih ke Muslim Friendly, Bukan Mensyariahkan Destinasi
 
Sandiaga menjelaskan, workshop ini bertujuan untuk mendata para pelaku-pelaku ekonomi kreatif di Maros yang nantinya akan dibantu secara langsung melalui program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Mulai dari pemasaran, pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan sekaligus perizinan dan pelaporan keuangan.
&quot;Jadi ini bentuk pelaporan konkret kita. Kita akan menyiapkan menu mana saja yang dibutuhkan oleh UMKM,&quot; katanya.Sandiaga juga mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten  Maros untuk menerapkan protokol kesehatan CHSE ( Cleanliness, Health,  Safety, and Environmental sustainability).
&quot;Karena di era pandemi COVID-19 ini kebersihan, kesehatan,  keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan ini yang diperlukan. Jadi kami  juga memberikan fasilitasi agar produk-produk dari ekonomi kreatif ini  juga disajikan dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan  disiplin,&quot; ujar Sandiaga.
Kegiatan workshop di Kabupaten Maros akan diikuti oleh 35 pelaku  ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di antaranya dari subsektor  kuliner, fesyen, dan kriya. Selain pemberian materi terkait peningkatan  inovasi dan kewirausahaan, workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi  dan tanya jawab dengan pelaku ekonomi kreatif yang hadir dalam kegiatan  ini.
Workshop ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang  Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario  Prawiseso; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif  Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Direktur Poltekpar Makassar, M.  Arifin; Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam; dan Kepala Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Ferdiansyah.</content:encoded></item></channel></rss>
