<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kian Nyata! Inflasi Meroket di Seluruh Negara, Turki Tembus 20%</title><description>Laju inflasi  di negara-negara besar mengalami peningkatan tajam. Akibatnya,  masyarakat harus membayar keperluan rumah tangga lebih mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/26/320/2507646/kian-nyata-inflasi-meroket-di-seluruh-negara-turki-tembus-20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/26/320/2507646/kian-nyata-inflasi-meroket-di-seluruh-negara-turki-tembus-20"/><item><title>Kian Nyata! Inflasi Meroket di Seluruh Negara, Turki Tembus 20%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/26/320/2507646/kian-nyata-inflasi-meroket-di-seluruh-negara-turki-tembus-20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/26/320/2507646/kian-nyata-inflasi-meroket-di-seluruh-negara-turki-tembus-20</guid><pubDate>Jum'at 26 November 2021 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/26/320/2507646/kian-nyata-inflasi-meroket-di-seluruh-negara-turki-tembus-20-iECPYEeSaL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi di negara-negara besar meningkat (Foto: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/26/320/2507646/kian-nyata-inflasi-meroket-di-seluruh-negara-turki-tembus-20-iECPYEeSaL.jpg</image><title>Inflasi di negara-negara besar meningkat (Foto: Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Laju inflasi di negara-negara besar mengalami peningkatan tajam. Akibatnya, masyarakat harus membayar keperluan rumah tangga mereka lebih mahal.
Inflasi memnyebabkan harga bahan bakar kendaraan hingga bahan-bahan makanan di supermarket mengalami kenaikan.
Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Inflasi RI Lebih Baik dari AS
 
Inflasi memperumit pemulihan ekonomi konsumen dari pandemi dan menempatkan pemulihan ekonomi global dalam risiko.
Angka inflasi telah meningkat selama berbulan-bulan. Kantor berita AFP melaporkan, di Amerika Serikat (AS), data pemerintah yang dirilis minggu ini menunjukkan harga konsumen naik 5% secara tahunan pada Oktober, tertinggi sejak 1990.
Baca Juga: Telur dan Minyak Goreng Jadi Biang Kerok Inflasi Minggu Ketiga November
Di zona euro, harga konsumen naik 4,1%, tertinggi dalam 13 tahun. Di Inggris, peningkatannya mencapai 4,2%.
Inflasi di AS, Eropa dan Inggris itu meningkat lebih dari dua kali lipat dari target yang ditetapkan oleh masing-masing bank sentral.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di bagian lain dunia inflasi juga meningkat. Di Rusia 8,1%, di Brasil hampir 11%, dan di Turki hampir 20%.
Di balik angka-angka abstrak tersebut, ada kenyataan dari melonjaknya  biaya untuk mengisi tangki bensin, harga daging dan bahan makanan pokok  lainnya yang lebih tinggi.
Di AS banyak perusahaan makanan mengurangi ukuran kemasan untuk  menghindari kenaikan harga, sebuah praktik yang disebut penyusutan.  Pemilik restoran mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah mulai  menghapus produk yang menjadi terlalu mahal dari menu mereka, seperti  air minum kemasan atau crab cakes.</description><content:encoded>JAKARTA - Laju inflasi di negara-negara besar mengalami peningkatan tajam. Akibatnya, masyarakat harus membayar keperluan rumah tangga mereka lebih mahal.
Inflasi memnyebabkan harga bahan bakar kendaraan hingga bahan-bahan makanan di supermarket mengalami kenaikan.
Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Inflasi RI Lebih Baik dari AS
 
Inflasi memperumit pemulihan ekonomi konsumen dari pandemi dan menempatkan pemulihan ekonomi global dalam risiko.
Angka inflasi telah meningkat selama berbulan-bulan. Kantor berita AFP melaporkan, di Amerika Serikat (AS), data pemerintah yang dirilis minggu ini menunjukkan harga konsumen naik 5% secara tahunan pada Oktober, tertinggi sejak 1990.
Baca Juga: Telur dan Minyak Goreng Jadi Biang Kerok Inflasi Minggu Ketiga November
Di zona euro, harga konsumen naik 4,1%, tertinggi dalam 13 tahun. Di Inggris, peningkatannya mencapai 4,2%.
Inflasi di AS, Eropa dan Inggris itu meningkat lebih dari dua kali lipat dari target yang ditetapkan oleh masing-masing bank sentral.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di bagian lain dunia inflasi juga meningkat. Di Rusia 8,1%, di Brasil hampir 11%, dan di Turki hampir 20%.
Di balik angka-angka abstrak tersebut, ada kenyataan dari melonjaknya  biaya untuk mengisi tangki bensin, harga daging dan bahan makanan pokok  lainnya yang lebih tinggi.
Di AS banyak perusahaan makanan mengurangi ukuran kemasan untuk  menghindari kenaikan harga, sebuah praktik yang disebut penyusutan.  Pemilik restoran mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah mulai  menghapus produk yang menjadi terlalu mahal dari menu mereka, seperti  air minum kemasan atau crab cakes.</content:encoded></item></channel></rss>
