<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Manfaatkan KTT G20 di 2022 Tingkatkan Diplomasi Ekonomi</title><description>Indonesia menargetkan hasil kerja sama dalam penyelenggaraan presidensi KTT G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/27/320/2508301/ri-manfaatkan-ktt-g20-di-2022-tingkatkan-diplomasi-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/27/320/2508301/ri-manfaatkan-ktt-g20-di-2022-tingkatkan-diplomasi-ekonomi"/><item><title>RI Manfaatkan KTT G20 di 2022 Tingkatkan Diplomasi Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/27/320/2508301/ri-manfaatkan-ktt-g20-di-2022-tingkatkan-diplomasi-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/27/320/2508301/ri-manfaatkan-ktt-g20-di-2022-tingkatkan-diplomasi-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 27 November 2021 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/27/320/2508301/ri-manfaatkan-ktt-g20-di-2022-tingkatkan-diplomasi-ekonomi-Skm58uvpnM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia incar kerjasama ekonomi di KTT G20 2022 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/27/320/2508301/ri-manfaatkan-ktt-g20-di-2022-tingkatkan-diplomasi-ekonomi-Skm58uvpnM.jpg</image><title>Indonesia incar kerjasama ekonomi di KTT G20 2022 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menargetkan hasil kerja sama dalam penyelenggaraan presidensi KTT G20. Penyelenggaraan G20 2022 ditargetkan mampu menyelesaikan situasi unbalance yang terjadi di dunia pasca pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Pemulihan kesehatan dan ekonomi pascapandemi Covid-19 yang terjadi secara tidak merata merupakan tantangan bagi semua negara. Indonesia akan menjadikan isu ketidakseimbangan dalam pemulihan kesehatan, akses terhadap vaksin, dan pemulihan ekonomi global sebagai isu prioritas,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip Sabtu (27/11/2021).
Baca Juga: Transisi Energi, Menko Airlangga Dorong Perbankan Biayai Proyek Ramah Lingkungan
 
KTT G20 tahun 2022 akan fokus dalam pembahasan isu-isu prioritas seperti pemulihan ekonomi dan kesehatan yang inklusif dan transformasi ekonomi berbasis digital. Perbedaan regulasi tiap-tiap negara tentunya akan menghambat pemulihan ekonomi global secara merata. Selain itu, Indonesia juga akan mengangkat isu keseimbangan dalam akses teknologi dan dana untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan. &amp;ldquo;Momentum penyelenggaraan G20 tahun 2022 akan dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan diplomasi ekonomi dengan menyusun comprehensive action plan untuk isu ekonomi dan kesehatan global pascapandemi,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
Baca Juga: Menko Airlangga Paparkan Peran Penting Perbankan Dalam Mengakselerasi Transisi Ekonomi Rendah Karbon
 
Presidensi G20 Indonesia akan mengusung tema &amp;ldquo;Recover Together, Recover Stronger&amp;rdquo;. Indonesia menilai forum G20 harus berfokus pada penguatan kerja sama multilateral untuk memastikan terjadinya keseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi di setiap negara. &amp;ldquo;Indonesia memandang G20 harus difokuskan pada penguatan multilateralisme dan kemitraan global yang efektif untuk memastikan keseimbangan kepentingan antara negara maju dan berkembang,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wOC8xLzE0MDE2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pembahasan isu dalam Presidensi G20 akan dibagi ke dalam dua bagian  yakni Finance Track yang membahas isu keuangan dan Sherpa Track yang  membahas isu non keuangan/sektor riil. Untuk mendukung proses forum G20,  Presidensi G20 Indonesia akan mensinergikan kementerian dan lembaga  yang bertanggung jawab sebagai focal point untuk masing-masing Working  Group dan Engagement Group.
&amp;ldquo;Finance dan Sherpa Track akan bersinergi  untuk memastikan capaian konkret dari topik pokok sesuai arahan  presiden. Komponen kelompok sosial dan non pemerintah (Engagement Group)  juga akan dilaksanakan secara paralel,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
Presidensi G20 2022 akan dihelat secara resmi pada 1 Desember 2021  dan berlangsung hingga 30 Oktober 2022. Penyelenggaraan G20 tahun 2022  akan diisi 150 pertemuan yang diperkirakan akan dihadiri oleh 20.988  delegasi dari seluruh negara G20 dan negara undangan. Presidensi  Indonesia pada G20 tahun 2022 dianggap memberikan banyak keuntungan bagi  Indonesia.
Salah satu yang akan didapatkan oleh Indonesia ketika  menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 adalah kesempatan untuk  menentukan agenda pembahasan G20. &amp;ldquo;Indonesia sebagai perwakilan dari  negara berkembang akan mendorong keseimbangan isu-isu negara maju dan  berkembang dalam pembahasan isu strategis KTT G20,&amp;rdquo; ujar Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menargetkan hasil kerja sama dalam penyelenggaraan presidensi KTT G20. Penyelenggaraan G20 2022 ditargetkan mampu menyelesaikan situasi unbalance yang terjadi di dunia pasca pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Pemulihan kesehatan dan ekonomi pascapandemi Covid-19 yang terjadi secara tidak merata merupakan tantangan bagi semua negara. Indonesia akan menjadikan isu ketidakseimbangan dalam pemulihan kesehatan, akses terhadap vaksin, dan pemulihan ekonomi global sebagai isu prioritas,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip Sabtu (27/11/2021).
Baca Juga: Transisi Energi, Menko Airlangga Dorong Perbankan Biayai Proyek Ramah Lingkungan
 
KTT G20 tahun 2022 akan fokus dalam pembahasan isu-isu prioritas seperti pemulihan ekonomi dan kesehatan yang inklusif dan transformasi ekonomi berbasis digital. Perbedaan regulasi tiap-tiap negara tentunya akan menghambat pemulihan ekonomi global secara merata. Selain itu, Indonesia juga akan mengangkat isu keseimbangan dalam akses teknologi dan dana untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan. &amp;ldquo;Momentum penyelenggaraan G20 tahun 2022 akan dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan diplomasi ekonomi dengan menyusun comprehensive action plan untuk isu ekonomi dan kesehatan global pascapandemi,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
Baca Juga: Menko Airlangga Paparkan Peran Penting Perbankan Dalam Mengakselerasi Transisi Ekonomi Rendah Karbon
 
Presidensi G20 Indonesia akan mengusung tema &amp;ldquo;Recover Together, Recover Stronger&amp;rdquo;. Indonesia menilai forum G20 harus berfokus pada penguatan kerja sama multilateral untuk memastikan terjadinya keseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi di setiap negara. &amp;ldquo;Indonesia memandang G20 harus difokuskan pada penguatan multilateralisme dan kemitraan global yang efektif untuk memastikan keseimbangan kepentingan antara negara maju dan berkembang,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wOC8xLzE0MDE2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pembahasan isu dalam Presidensi G20 akan dibagi ke dalam dua bagian  yakni Finance Track yang membahas isu keuangan dan Sherpa Track yang  membahas isu non keuangan/sektor riil. Untuk mendukung proses forum G20,  Presidensi G20 Indonesia akan mensinergikan kementerian dan lembaga  yang bertanggung jawab sebagai focal point untuk masing-masing Working  Group dan Engagement Group.
&amp;ldquo;Finance dan Sherpa Track akan bersinergi  untuk memastikan capaian konkret dari topik pokok sesuai arahan  presiden. Komponen kelompok sosial dan non pemerintah (Engagement Group)  juga akan dilaksanakan secara paralel,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
Presidensi G20 2022 akan dihelat secara resmi pada 1 Desember 2021  dan berlangsung hingga 30 Oktober 2022. Penyelenggaraan G20 tahun 2022  akan diisi 150 pertemuan yang diperkirakan akan dihadiri oleh 20.988  delegasi dari seluruh negara G20 dan negara undangan. Presidensi  Indonesia pada G20 tahun 2022 dianggap memberikan banyak keuntungan bagi  Indonesia.
Salah satu yang akan didapatkan oleh Indonesia ketika  menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 adalah kesempatan untuk  menentukan agenda pembahasan G20. &amp;ldquo;Indonesia sebagai perwakilan dari  negara berkembang akan mendorong keseimbangan isu-isu negara maju dan  berkembang dalam pembahasan isu strategis KTT G20,&amp;rdquo; ujar Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
