<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Waspada! Covid-19 Varian Omicron Bisa Rusak Pemulihan Ekonomi, Begini Nasib IHSG Awal Pekan   </title><description>Pelaku pasar mewaspadai dampak Covid-19 varian Omicron bisa merusak momentum pemulihan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/278/2508707/waspada-covid-19-varian-omicron-bisa-rusak-pemulihan-ekonomi-begini-nasib-ihsg-awal-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/278/2508707/waspada-covid-19-varian-omicron-bisa-rusak-pemulihan-ekonomi-begini-nasib-ihsg-awal-pekan"/><item><title> Waspada! Covid-19 Varian Omicron Bisa Rusak Pemulihan Ekonomi, Begini Nasib IHSG Awal Pekan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/278/2508707/waspada-covid-19-varian-omicron-bisa-rusak-pemulihan-ekonomi-begini-nasib-ihsg-awal-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/278/2508707/waspada-covid-19-varian-omicron-bisa-rusak-pemulihan-ekonomi-begini-nasib-ihsg-awal-pekan</guid><pubDate>Minggu 28 November 2021 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/28/278/2508707/waspada-covid-19-varian-omicron-bisa-rusak-pemulihan-ekonomi-begini-nasib-ihsg-awal-pekan-ktLR7pTE6y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nasib IHSG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/28/278/2508707/waspada-covid-19-varian-omicron-bisa-rusak-pemulihan-ekonomi-begini-nasib-ihsg-awal-pekan-ktLR7pTE6y.jpg</image><title>Nasib IHSG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Pelaku pasar mewaspadai dampak Covid-19 varian Omicron bisa merusak momentum pemulihan ekonomi. Hal ini berkaca pada ledakan kasus Covid-19 varian Delta yang membuat 'lumpuh' ekonomi.

&quot;Memang yang dikhawatirkan virus ini bisa seperti Delta kemarin yang kita lihat mengakibatkan lockdown dimana-mana, dengan kondisi sekarang di mana ekonomi sudah mulai berjalan. Kalau terjadi lockdown lagi, tentunya akan jadi disruption lagi di ekonomi nah ini yang bisa jadi kekhawatiran,&quot; kata Senior Fund Manager Pacific Capital Investment Parningotan Julio kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Ganasnya Omicron yang dinilai mirip seperti penyebaran varian Delta beberapa bulan lalu dimungkinkan bisa mengkhawatirkan investor untuk membawa asetnya keluar dari pasar modal.

Baca Juga: 4 Fakta IHSG Sepekan Anjlok 2,36%, Kapitalisasi Bursa Terjun Bebas
&amp;nbsp;
Merespons risiko di pasar modal, investor disebut bisa mengalihkan portofolionya ke aset safe-haven seperti emas.

&quot;Kalau kita lihat bank sentral / Federal Reserve sudah bersiap melakukan tapering nah ini katakanlah menjadi perusak skenario pasar yang sudah diketahui sekarang (pemulihan), dan ini mengakibatkan investor lebih berhati-hati. Akibatnya investor bisa keluar dari risky asset, oils, kommoditas, malah gold yang safe-haven yang naik,&quot; katanya.

Kepada investor, Parningotan merekomendasikan untuk melakukan speculative buy untuk perdagangan saham pekan depan, dengan mengambil beberapa emiten yang sedang turun harganya.

&quot;Melihat kondisi sekarang di mana IHSG mengalami koreksi, kita bisa melakukan speculative buy di saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan. Kalau saya sih tidak langsung masuk banyak karena kondisinya masih belum jelas, melihat eskalasi Covid-19 ini,&quot; ujarnya.

Sementara untuk nasib IHSG, jika terpaksa harus melanjutkan koreksi bakal masih bertahan di area yang wajar dengan asumsi window dressing akhir tahun bakal berpotensi mendorong kenaikan sejumlah sektor.

&quot;IHSG kalaupun throwback harusnya sih bisa bertahan di area support di 6.500 - 6.480,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pelaku pasar mewaspadai dampak Covid-19 varian Omicron bisa merusak momentum pemulihan ekonomi. Hal ini berkaca pada ledakan kasus Covid-19 varian Delta yang membuat 'lumpuh' ekonomi.

&quot;Memang yang dikhawatirkan virus ini bisa seperti Delta kemarin yang kita lihat mengakibatkan lockdown dimana-mana, dengan kondisi sekarang di mana ekonomi sudah mulai berjalan. Kalau terjadi lockdown lagi, tentunya akan jadi disruption lagi di ekonomi nah ini yang bisa jadi kekhawatiran,&quot; kata Senior Fund Manager Pacific Capital Investment Parningotan Julio kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Ganasnya Omicron yang dinilai mirip seperti penyebaran varian Delta beberapa bulan lalu dimungkinkan bisa mengkhawatirkan investor untuk membawa asetnya keluar dari pasar modal.

Baca Juga: 4 Fakta IHSG Sepekan Anjlok 2,36%, Kapitalisasi Bursa Terjun Bebas
&amp;nbsp;
Merespons risiko di pasar modal, investor disebut bisa mengalihkan portofolionya ke aset safe-haven seperti emas.

&quot;Kalau kita lihat bank sentral / Federal Reserve sudah bersiap melakukan tapering nah ini katakanlah menjadi perusak skenario pasar yang sudah diketahui sekarang (pemulihan), dan ini mengakibatkan investor lebih berhati-hati. Akibatnya investor bisa keluar dari risky asset, oils, kommoditas, malah gold yang safe-haven yang naik,&quot; katanya.

Kepada investor, Parningotan merekomendasikan untuk melakukan speculative buy untuk perdagangan saham pekan depan, dengan mengambil beberapa emiten yang sedang turun harganya.

&quot;Melihat kondisi sekarang di mana IHSG mengalami koreksi, kita bisa melakukan speculative buy di saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan. Kalau saya sih tidak langsung masuk banyak karena kondisinya masih belum jelas, melihat eskalasi Covid-19 ini,&quot; ujarnya.

Sementara untuk nasib IHSG, jika terpaksa harus melanjutkan koreksi bakal masih bertahan di area yang wajar dengan asumsi window dressing akhir tahun bakal berpotensi mendorong kenaikan sejumlah sektor.

&quot;IHSG kalaupun throwback harusnya sih bisa bertahan di area support di 6.500 - 6.480,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
