<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Muncul Kekhawatiran Varian Omicron Kurangi Efektivitas Vaksin Covid-19</title><description>Munculnya Covid-19 varian Omicron memunculkan kekhawatiran menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/320/2508715/menko-luhut-muncul-kekhawatiran-varian-omicron-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/320/2508715/menko-luhut-muncul-kekhawatiran-varian-omicron-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19"/><item><title>Menko Luhut: Muncul Kekhawatiran Varian Omicron Kurangi Efektivitas Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/320/2508715/menko-luhut-muncul-kekhawatiran-varian-omicron-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/28/320/2508715/menko-luhut-muncul-kekhawatiran-varian-omicron-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Minggu 28 November 2021 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/28/320/2508715/menko-luhut-muncul-kekhawatiran-varian-omicron-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19-UDCc1Q9FXO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/28/320/2508715/menko-luhut-muncul-kekhawatiran-varian-omicron-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19-UDCc1Q9FXO.jpg</image><title>Menko Luhut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Munculnya Covid-19 varian Omicron memunculkan kekhawatiran menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.

Hal ini mengingat banyaknya mutasi virus Covid-19 terjadi pada area receptor binding domain, bagian dari virus yang untuk mengikat sel yang akan diinfeksi yang biasanya dijadikan sasaran bagi antibodi untuk mengenali virus covid-19.

&amp;ldquo;Sehingga, ketika terjadi mutasi pada bagian tersebut, muncul kekhawatiran bahwa varian omicron ini dapat mengurangi efektifitas vaksin yang ada,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Minggu (28/11/2021).

&amp;nbsp;
Baca Juga: WNA dari Afrika Dilarang Masuk RI Cegah Varian Omicron, Kecuali untuk Pertemuan G20



Sementara itu, pemerintah memproyeksikan butuh satu hingga dua minggu ke depan untuk memahani efek Covid-19 varian Omicron terhadap vaksin dan antibodi.

&amp;ldquo;Kami perkirakan, dengan kerjasama internasional yang baik, butuh 1-2 minggu ke depan untuk kita bisa memahami lebih baik bagaimana efek dari varian omicron ini terhadap vaksin dan antibodi yang terbentuk dari infeksi alamiah,&amp;rdquo; ujarnya.

Langkah-langkah pengetatan yang dilakukan pemerintah di perbatasan dan kedatangan dari luar negeri ini diambil sebagai langkah waspada untuk mencegah Covid-19 varian omicron ini masuk ke Indonesia.

&amp;ldquo;Kebijakan-kebijakan ini dapat dievaluasi kembali ketika pemahaman kita terhadap varian omicron ini bisa lebih baik melalui penelitian-penelitian yang ada,&amp;rdquo; katanya.

Di sisi lain, perkembangan kasus covid-19 di Indonesia masih terkendali, bahkan pada hari ini hanya mencatatkan 275 kasus baru dan hanya 1 kasus fatality.

&amp;ldquo;Tentunya hal ini adalah sesuatu yang harus kita syukuri dan harus terus dipertahankan, meskipun kita harus tetap waspada dengan peningkatan kasus covid-19 di banyak negara, munculnya varian omicron ini, dan ancaman peningkatan kasus saat libur Nataru,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Munculnya Covid-19 varian Omicron memunculkan kekhawatiran menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.

Hal ini mengingat banyaknya mutasi virus Covid-19 terjadi pada area receptor binding domain, bagian dari virus yang untuk mengikat sel yang akan diinfeksi yang biasanya dijadikan sasaran bagi antibodi untuk mengenali virus covid-19.

&amp;ldquo;Sehingga, ketika terjadi mutasi pada bagian tersebut, muncul kekhawatiran bahwa varian omicron ini dapat mengurangi efektifitas vaksin yang ada,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Minggu (28/11/2021).

&amp;nbsp;
Baca Juga: WNA dari Afrika Dilarang Masuk RI Cegah Varian Omicron, Kecuali untuk Pertemuan G20



Sementara itu, pemerintah memproyeksikan butuh satu hingga dua minggu ke depan untuk memahani efek Covid-19 varian Omicron terhadap vaksin dan antibodi.

&amp;ldquo;Kami perkirakan, dengan kerjasama internasional yang baik, butuh 1-2 minggu ke depan untuk kita bisa memahami lebih baik bagaimana efek dari varian omicron ini terhadap vaksin dan antibodi yang terbentuk dari infeksi alamiah,&amp;rdquo; ujarnya.

Langkah-langkah pengetatan yang dilakukan pemerintah di perbatasan dan kedatangan dari luar negeri ini diambil sebagai langkah waspada untuk mencegah Covid-19 varian omicron ini masuk ke Indonesia.

&amp;ldquo;Kebijakan-kebijakan ini dapat dievaluasi kembali ketika pemahaman kita terhadap varian omicron ini bisa lebih baik melalui penelitian-penelitian yang ada,&amp;rdquo; katanya.

Di sisi lain, perkembangan kasus covid-19 di Indonesia masih terkendali, bahkan pada hari ini hanya mencatatkan 275 kasus baru dan hanya 1 kasus fatality.

&amp;ldquo;Tentunya hal ini adalah sesuatu yang harus kita syukuri dan harus terus dipertahankan, meskipun kita harus tetap waspada dengan peningkatan kasus covid-19 di banyak negara, munculnya varian omicron ini, dan ancaman peningkatan kasus saat libur Nataru,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
