<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tantangan Pengembangan Industri Hijau versi Menperin</title><description>Pengembangan industri hijau di Indonesia menghadapi tantangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509734/5-tantangan-pengembangan-industri-hijau-versi-menperin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509734/5-tantangan-pengembangan-industri-hijau-versi-menperin"/><item><title>5 Tantangan Pengembangan Industri Hijau versi Menperin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509734/5-tantangan-pengembangan-industri-hijau-versi-menperin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509734/5-tantangan-pengembangan-industri-hijau-versi-menperin</guid><pubDate>Selasa 30 November 2021 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/30/320/2509734/5-tantangan-pengembangan-industri-hijau-versi-menperin-VPX25YX3uX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 tantangan pengembangan industri hijau (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/30/320/2509734/5-tantangan-pengembangan-industri-hijau-versi-menperin-VPX25YX3uX.jpg</image><title>5 tantangan pengembangan industri hijau (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengembangan industri hijau di Indonesia menghadapi tantangan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan setidaknya ada lima tantangan.
Pertama,  industri hijau di Indonesia membutuhkan R&amp;amp;D yang ekstensif dan dapat diaplikasikan secara multisektoral. Selain itu teknologi juga menjadi syarat utama yang dibutuhkan industri nasional.
Baca Juga: Industri Hijau Mampu Hemat Listrik hingga Rp3,5 Triliun 
 
&quot;Ini masih sangat kurang, baik dari sisi SDM, maupun fasilitas riset,&quot; ujar Menperin pada sambutannya di acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau, Selasa (30/11/2021).
Tantangan kedua, Menperin mengatakan industri di Indonesia masih banyak yang menggunakan mesin berteknologi lama, yang cenderung tidak efisien dan menghasilkan limbah atau polusi yang cukup tinggi.
Baca Juga: Menko Luhut Pede Investasi Bos Tambang Australia Lebih Cepat dari Investor Lain
 
Tantangan ketiga yang juga menjadi hambatan pengembangan industri hijau di Indonesia adalah shifting ke peralatan atau alat fabrikasi yang hijau dan efisien membutuhkan biaya tinggi.
&quot;Hal ini menciptakan keengganan dari sisi industri untuk menambah capex mereka ke permesinan yang dapat mendorong efisiensi dan pengembangan industri hijau,&quot; sambung Menperin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wMi8xLzE0MTE2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tantangan keempat adalah industri hijau membutuhkan SDM yang higly  qualified dan higly experienced, yang mana Indonesia masih kekurangan  keahlian, capacity dan capability untuk hal ini.
&quot;Learning dan experience sharing masih kurang, sehingga tingkat  kompetensi belum dapat mengikuti kemajuan green technology dalam sektor  manufaktur,&quot; lanjutnya.
&quot;Kelima, masih kurangnya insentif, baik fiskal dan non-fiskal yang mendukung pengembangan industri hijau,&quot; pungkas Menperin.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengembangan industri hijau di Indonesia menghadapi tantangan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan setidaknya ada lima tantangan.
Pertama,  industri hijau di Indonesia membutuhkan R&amp;amp;D yang ekstensif dan dapat diaplikasikan secara multisektoral. Selain itu teknologi juga menjadi syarat utama yang dibutuhkan industri nasional.
Baca Juga: Industri Hijau Mampu Hemat Listrik hingga Rp3,5 Triliun 
 
&quot;Ini masih sangat kurang, baik dari sisi SDM, maupun fasilitas riset,&quot; ujar Menperin pada sambutannya di acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau, Selasa (30/11/2021).
Tantangan kedua, Menperin mengatakan industri di Indonesia masih banyak yang menggunakan mesin berteknologi lama, yang cenderung tidak efisien dan menghasilkan limbah atau polusi yang cukup tinggi.
Baca Juga: Menko Luhut Pede Investasi Bos Tambang Australia Lebih Cepat dari Investor Lain
 
Tantangan ketiga yang juga menjadi hambatan pengembangan industri hijau di Indonesia adalah shifting ke peralatan atau alat fabrikasi yang hijau dan efisien membutuhkan biaya tinggi.
&quot;Hal ini menciptakan keengganan dari sisi industri untuk menambah capex mereka ke permesinan yang dapat mendorong efisiensi dan pengembangan industri hijau,&quot; sambung Menperin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wMi8xLzE0MTE2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tantangan keempat adalah industri hijau membutuhkan SDM yang higly  qualified dan higly experienced, yang mana Indonesia masih kekurangan  keahlian, capacity dan capability untuk hal ini.
&quot;Learning dan experience sharing masih kurang, sehingga tingkat  kompetensi belum dapat mengikuti kemajuan green technology dalam sektor  manufaktur,&quot; lanjutnya.
&quot;Kelima, masih kurangnya insentif, baik fiskal dan non-fiskal yang mendukung pengembangan industri hijau,&quot; pungkas Menperin.</content:encoded></item></channel></rss>
