<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Komoditas Cengkeh Dijaga agar Petani Hidup Layak</title><description>Industri pengolahan tembakau berperan menggerakkan ekonomi nasional, karena mempunyai multiplier effect yang luas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509859/menko-airlangga-komoditas-cengkeh-dijaga-agar-petani-hidup-layak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509859/menko-airlangga-komoditas-cengkeh-dijaga-agar-petani-hidup-layak"/><item><title>Menko Airlangga: Komoditas Cengkeh Dijaga agar Petani Hidup Layak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509859/menko-airlangga-komoditas-cengkeh-dijaga-agar-petani-hidup-layak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/30/320/2509859/menko-airlangga-komoditas-cengkeh-dijaga-agar-petani-hidup-layak</guid><pubDate>Selasa 30 November 2021 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/30/320/2509859/menko-airlangga-komoditas-cengkeh-dijaga-agar-petani-hidup-layak-aTGmop0Neh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dukung inovasi di industri pengelolaan tembakau (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/30/320/2509859/menko-airlangga-komoditas-cengkeh-dijaga-agar-petani-hidup-layak-aTGmop0Neh.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dukung inovasi di industri pengelolaan tembakau (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Industri pengolahan tembakau berperan menggerakkan ekonomi nasional, karena mempunyai multiplier effect yang luas. Industri jasa terkait dapat tumbuh melalui ekspansi investasi, penyediaan lapangan usaha dari hulu ke hilir, penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan bahan baku dalam negeri serta kontribusi cukai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara.
Saat ini, kinerja industri hasil tembakau di Indonesia mencatatkan kontribusi terhadap APBN pada tahun 2020 sebesar 10,11%. Penerimaan cukai sepanjang tahun 2020 mencapai 205,68 triliun rupiah dengan proporsi terbesar Cukai Hasil Tembakau sebesar 170,24 triliun rupiah atau naik sebesar 3,24%.
Baca Juga: Tarif Cukai Rokok Akan Naik di 2022 Jadi Beban Baru bagi Petani
 
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok mengalami tren penurunan dari tahun 2016 s.d. 2018. Angka produksi terendah terjadi pada tahun 2018 yang tercatat sebesar 332 miliar batang. Pada periode Januari s.d. September, industri rokok berdasarkan jenisnya pada tahun 2021 mengalami total kenaikan produksi secara tahunan sebesar 4,3% atau di angka 235,9 miliar batang.
Kontribusi industri hasil tembakau terhadap ekspor memiliki nilai yang positif dimana ekspor cenderung meningkat. Namun di masa pandemi ini, kinerja ekspor industri hasil tembakau pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan dari periode sebelumnya sebesar 3,96%.
Baca Juga: 7.000 Buruh Industri Rokok Terancam Kena PHK, Ada Apa?
 
Produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan hasil dari pengembangan inovasi serta teknologi telah digunakan di sejumlah negara sebagai strategi alternatif untuk membantu perokok untuk beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko.
&amp;ldquo;Dengan adanya kemitraan berharap nilai tukar petani harus tetap dijaga. Di Indonesia telah memasuki super komoditas namun kita melihat bahwa di sektor tembakau di industri komoditas cengkeh harus tetap di jaga kemitraannya agar nilai tukar petani bisa dijaga dan hidup layak sehingga dapat mendorong sustainability industri secara keseluruhan,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada acara peresmian Realisasi Investasi Produk Inovatif Berorientasi Ekspor PT HM Sampoerna Tbk di Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).PT HM Sampoerna Tbk. yang merupakan afiliasi dari Philip Morris  International, mengumumkan realisasi investasi dengan total nilai  sekitar USD 166,1 juta untuk pembangunan fasilitas produksi untuk produk  tembakau yang dipanaskan yakni IQOS-HEETS.
PT HM Sampoerna menyatakan bahwa IQOS dirancang khusus untuk  memanaskan tembakau dan bukan membakarnya. Dengan IQOS, tidak ada  pembakaran tembakau sehingga tidak menghasilkan asap. Hal ini menjadi  penting dikarenakan tingkat risiko kesehatan menjadi sangat kecil namun  tidak menghilangkan cita rasa dari tembakaunya. Adapun HEETS merupakan  merek dari batang tembakau yang secara eksklusif dirancang untuk  digunakan dengan IQOS.
Investasi yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. melalui produk HPTL  IQOS-Heets diharapkan memiliki tujuan penciptaan ekonomi dan investasi  sebagaimana yang telah dikemukakan sebesar USD 635 juta atau 8,7 triliun  rupiah dapat terlaksana. Realisasi investasi nantinya akan berdampak  pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, Ritel Tradisional, Kemitraan  dengan petani, Pengembangan R&amp;amp;D serta Distribusi.
&amp;ldquo;Saya ucapkan selamat atas peresmian realisasi investasi ini. Hal ini  merupakan peresmian yang berbeda karena seperti yang kita ketahui  peresmian investasi biasanya berupa ground breaking, peresmian final  produk, dan ini peresmian in progress. Kita berharap realisasi agar  lebih cepat kurang lebih dari satu tahun,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam acara tersebut, yakni Menteri Investasi/ Kepala  Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Wakil Bupati Karawang Aep  Syaepuloh, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan  Askolani, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian  Perindustrian Putu Juli Ardika, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid  dan Direksi Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Industri pengolahan tembakau berperan menggerakkan ekonomi nasional, karena mempunyai multiplier effect yang luas. Industri jasa terkait dapat tumbuh melalui ekspansi investasi, penyediaan lapangan usaha dari hulu ke hilir, penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan bahan baku dalam negeri serta kontribusi cukai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara.
Saat ini, kinerja industri hasil tembakau di Indonesia mencatatkan kontribusi terhadap APBN pada tahun 2020 sebesar 10,11%. Penerimaan cukai sepanjang tahun 2020 mencapai 205,68 triliun rupiah dengan proporsi terbesar Cukai Hasil Tembakau sebesar 170,24 triliun rupiah atau naik sebesar 3,24%.
Baca Juga: Tarif Cukai Rokok Akan Naik di 2022 Jadi Beban Baru bagi Petani
 
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok mengalami tren penurunan dari tahun 2016 s.d. 2018. Angka produksi terendah terjadi pada tahun 2018 yang tercatat sebesar 332 miliar batang. Pada periode Januari s.d. September, industri rokok berdasarkan jenisnya pada tahun 2021 mengalami total kenaikan produksi secara tahunan sebesar 4,3% atau di angka 235,9 miliar batang.
Kontribusi industri hasil tembakau terhadap ekspor memiliki nilai yang positif dimana ekspor cenderung meningkat. Namun di masa pandemi ini, kinerja ekspor industri hasil tembakau pada tahun 2020 mengalami sedikit penurunan dari periode sebelumnya sebesar 3,96%.
Baca Juga: 7.000 Buruh Industri Rokok Terancam Kena PHK, Ada Apa?
 
Produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan hasil dari pengembangan inovasi serta teknologi telah digunakan di sejumlah negara sebagai strategi alternatif untuk membantu perokok untuk beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko.
&amp;ldquo;Dengan adanya kemitraan berharap nilai tukar petani harus tetap dijaga. Di Indonesia telah memasuki super komoditas namun kita melihat bahwa di sektor tembakau di industri komoditas cengkeh harus tetap di jaga kemitraannya agar nilai tukar petani bisa dijaga dan hidup layak sehingga dapat mendorong sustainability industri secara keseluruhan,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada acara peresmian Realisasi Investasi Produk Inovatif Berorientasi Ekspor PT HM Sampoerna Tbk di Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).PT HM Sampoerna Tbk. yang merupakan afiliasi dari Philip Morris  International, mengumumkan realisasi investasi dengan total nilai  sekitar USD 166,1 juta untuk pembangunan fasilitas produksi untuk produk  tembakau yang dipanaskan yakni IQOS-HEETS.
PT HM Sampoerna menyatakan bahwa IQOS dirancang khusus untuk  memanaskan tembakau dan bukan membakarnya. Dengan IQOS, tidak ada  pembakaran tembakau sehingga tidak menghasilkan asap. Hal ini menjadi  penting dikarenakan tingkat risiko kesehatan menjadi sangat kecil namun  tidak menghilangkan cita rasa dari tembakaunya. Adapun HEETS merupakan  merek dari batang tembakau yang secara eksklusif dirancang untuk  digunakan dengan IQOS.
Investasi yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. melalui produk HPTL  IQOS-Heets diharapkan memiliki tujuan penciptaan ekonomi dan investasi  sebagaimana yang telah dikemukakan sebesar USD 635 juta atau 8,7 triliun  rupiah dapat terlaksana. Realisasi investasi nantinya akan berdampak  pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, Ritel Tradisional, Kemitraan  dengan petani, Pengembangan R&amp;amp;D serta Distribusi.
&amp;ldquo;Saya ucapkan selamat atas peresmian realisasi investasi ini. Hal ini  merupakan peresmian yang berbeda karena seperti yang kita ketahui  peresmian investasi biasanya berupa ground breaking, peresmian final  produk, dan ini peresmian in progress. Kita berharap realisasi agar  lebih cepat kurang lebih dari satu tahun,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam acara tersebut, yakni Menteri Investasi/ Kepala  Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Wakil Bupati Karawang Aep  Syaepuloh, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan  Askolani, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian  Perindustrian Putu Juli Ardika, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid  dan Direksi Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis.</content:encoded></item></channel></rss>
