<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JSA Food Pasang Harga IPO Rp360/Lembar Saham   </title><description>JSA Food memasang harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham sebesar Rp360 per lembarnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/278/2510149/jsa-food-pasang-harga-ipo-rp360-lembar-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/278/2510149/jsa-food-pasang-harga-ipo-rp360-lembar-saham"/><item><title>JSA Food Pasang Harga IPO Rp360/Lembar Saham   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/278/2510149/jsa-food-pasang-harga-ipo-rp360-lembar-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/278/2510149/jsa-food-pasang-harga-ipo-rp360-lembar-saham</guid><pubDate>Rabu 01 Desember 2021 12:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/01/278/2510149/jsa-food-pasang-harga-ipo-rp360-lembar-saham-tS8ukQK9o8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JSA Food Berencana IPO di BEI. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/01/278/2510149/jsa-food-pasang-harga-ipo-rp360-lembar-saham-tS8ukQK9o8.jpg</image><title>JSA Food Berencana IPO di BEI. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) atau JSA Food memasang harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham sebesar Rp360 per lembarnya. Adapun, harga tersebut merupakan rentang harga tertinggi dari harga penawaran Rp335 -360 per saham.
Dengan demikian, produsen biskuit ini berpotensi mendapatkan dana segar Rp86,50 miliar lewat aksi korporasi ini. Perseroan melepas sebanyak 240,30 juta saham baru atau 21,87% dari total saham dicatatkan dengan nilai nominal Rp50.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga IPO Cimory Rp3.080/Saham, Emiten Milik Miliarder Bambang Sutantio Bidik Rp3,6 Triliun
Nantinya, dana yang berhasil dihimpun dari IPO akan digunakan sekitar 91,98% sebagai belanja modal. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Produsen Cat Tembok Avian Mau IPO, Bidik Rp5,7 Triliun
Perinciannya, sekitar 53,69% akan digunakan untuk pengembangan usaha berupa pembangunan pabrik baru untuk produksi biskuit di Sumedang, Jawa Barat di atas tanah milik perseroan. Perseroan berencana akan menggunakan jasa pihak ketiga, yaitu PT Elangjaya Konstruksi dengan membutuhkan biaya Rp42,91 miliar yang rencananya dilaksanakan dalam dua tahap yaitu, tahap I akan dimulai paling lambat Januari 2022 dan selesai pada Agustus 2022.Sementara tahap II akan dimulai September 2022 atau 1 bulan sejak tahap I selesai dan akan rampung pada Desember 2022. Selanjutnya sekitar 38,29% digunakan untuk pembelian dan instalasi mesin produksi dari pihak ketiga yaitu Yangjiang Wenva Yuandong Industry Co. Ltd.
Meski akan difungsikan pada pabrik baru senilai Rp 30,60 miliar yang pengadaannya dimulai 2 bulan setelah dana IPO diterima dan akan dilakukan bertahap hingga Juni 2023. Sisanya 8,02% dari dana IPO akan digunakan untuk keperluan modal kerja seperti pembelian bahan baku produksi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) atau JSA Food memasang harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham sebesar Rp360 per lembarnya. Adapun, harga tersebut merupakan rentang harga tertinggi dari harga penawaran Rp335 -360 per saham.
Dengan demikian, produsen biskuit ini berpotensi mendapatkan dana segar Rp86,50 miliar lewat aksi korporasi ini. Perseroan melepas sebanyak 240,30 juta saham baru atau 21,87% dari total saham dicatatkan dengan nilai nominal Rp50.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga IPO Cimory Rp3.080/Saham, Emiten Milik Miliarder Bambang Sutantio Bidik Rp3,6 Triliun
Nantinya, dana yang berhasil dihimpun dari IPO akan digunakan sekitar 91,98% sebagai belanja modal. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Produsen Cat Tembok Avian Mau IPO, Bidik Rp5,7 Triliun
Perinciannya, sekitar 53,69% akan digunakan untuk pengembangan usaha berupa pembangunan pabrik baru untuk produksi biskuit di Sumedang, Jawa Barat di atas tanah milik perseroan. Perseroan berencana akan menggunakan jasa pihak ketiga, yaitu PT Elangjaya Konstruksi dengan membutuhkan biaya Rp42,91 miliar yang rencananya dilaksanakan dalam dua tahap yaitu, tahap I akan dimulai paling lambat Januari 2022 dan selesai pada Agustus 2022.Sementara tahap II akan dimulai September 2022 atau 1 bulan sejak tahap I selesai dan akan rampung pada Desember 2022. Selanjutnya sekitar 38,29% digunakan untuk pembelian dan instalasi mesin produksi dari pihak ketiga yaitu Yangjiang Wenva Yuandong Industry Co. Ltd.
Meski akan difungsikan pada pabrik baru senilai Rp 30,60 miliar yang pengadaannya dimulai 2 bulan setelah dana IPO diterima dan akan dilakukan bertahap hingga Juni 2023. Sisanya 8,02% dari dana IPO akan digunakan untuk keperluan modal kerja seperti pembelian bahan baku produksi.</content:encoded></item></channel></rss>
