<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesejahteraan PNS Belum Merata, Korpri Singgung Perbedaan Gaji Antar Instansi</title><description>Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi sorotan Korpri adalah masalah kesejahteraan PNS yang belum merata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510026/kesejahteraan-pns-belum-merata-korpri-singgung-perbedaan-gaji-antar-instansi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510026/kesejahteraan-pns-belum-merata-korpri-singgung-perbedaan-gaji-antar-instansi"/><item><title>Kesejahteraan PNS Belum Merata, Korpri Singgung Perbedaan Gaji Antar Instansi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510026/kesejahteraan-pns-belum-merata-korpri-singgung-perbedaan-gaji-antar-instansi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510026/kesejahteraan-pns-belum-merata-korpri-singgung-perbedaan-gaji-antar-instansi</guid><pubDate>Rabu 01 Desember 2021 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/01/320/2510026/kesejahteraan-pns-belum-merata-korpri-singgung-perbedaan-gaji-antar-instansi-yrjPkjWCUn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbedaan Gaji PNS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/01/320/2510026/kesejahteraan-pns-belum-merata-korpri-singgung-perbedaan-gaji-antar-instansi-yrjPkjWCUn.jpg</image><title>Perbedaan Gaji PNS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi sorotan Korpri adalah masalah kesejahteraan PNS yang belum merata.
&amp;ldquo;Jadi kalau dibandingkan berbagai profesi lain dalam masa pandemi kan gaji PNS termasuk masih baik. Kesejahteraan masih stabil. Yang kita ingin perbaiki itu adalah kesenjangan antar kementerian, kesenjangan antar daerah,&amp;rdquo; katanya, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;PNS Diganti Robot untuk Efektivitas dan Efisiensi
Menurutnya gaji antar instansi saat ini berbeda-beda. Dimana ada instansi yang remunerasinya sangat tinggi tapi disisi lain terdapat instansi yang tidak memilikinya.
&amp;ldquo;Ini ada daerah yang tidak punya remunerasi, ada daerah yang remunerasinya gila-gilaan. Ada kementerian yang remunerasinya gila-gilaan, ada yang masih 80%, ada yang 70%. Nah ini standarisasi gimana mempercepat agar ASN itu berada dalam tingkat kesejahteraan yang setara. Jangan terlalu bedalah jaraknya,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;PNS Masa Depan Itu Robot
Zudan mendorong agar segera dirumuskan standar gaji tertinggi dan rendah dengan tolok ukur yang objektif.Daerah yg berdekatan gajinya beda-beda. Maka standar tertinggi dan terendah itu patokannya yg harus dibuat. Dalam hal ini tanggungjawab dan risiko kerja harus menjadi pertimbangan dalam pemberian gaji. Termasuk juga jumlah anak buah yang dikelola.
&amp;ldquo;Harus segera dirumuskan. Memang misalnya Kementerian Keuangan (remunerasinya tinggi), apakah dia lebih sulit, lebih berbahaya (tugasnya) dari kementerian lain? Ya kan?Harus ada tolok ukur objektif,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi sorotan Korpri adalah masalah kesejahteraan PNS yang belum merata.
&amp;ldquo;Jadi kalau dibandingkan berbagai profesi lain dalam masa pandemi kan gaji PNS termasuk masih baik. Kesejahteraan masih stabil. Yang kita ingin perbaiki itu adalah kesenjangan antar kementerian, kesenjangan antar daerah,&amp;rdquo; katanya, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;PNS Diganti Robot untuk Efektivitas dan Efisiensi
Menurutnya gaji antar instansi saat ini berbeda-beda. Dimana ada instansi yang remunerasinya sangat tinggi tapi disisi lain terdapat instansi yang tidak memilikinya.
&amp;ldquo;Ini ada daerah yang tidak punya remunerasi, ada daerah yang remunerasinya gila-gilaan. Ada kementerian yang remunerasinya gila-gilaan, ada yang masih 80%, ada yang 70%. Nah ini standarisasi gimana mempercepat agar ASN itu berada dalam tingkat kesejahteraan yang setara. Jangan terlalu bedalah jaraknya,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;PNS Masa Depan Itu Robot
Zudan mendorong agar segera dirumuskan standar gaji tertinggi dan rendah dengan tolok ukur yang objektif.Daerah yg berdekatan gajinya beda-beda. Maka standar tertinggi dan terendah itu patokannya yg harus dibuat. Dalam hal ini tanggungjawab dan risiko kerja harus menjadi pertimbangan dalam pemberian gaji. Termasuk juga jumlah anak buah yang dikelola.
&amp;ldquo;Harus segera dirumuskan. Memang misalnya Kementerian Keuangan (remunerasinya tinggi), apakah dia lebih sulit, lebih berbahaya (tugasnya) dari kementerian lain? Ya kan?Harus ada tolok ukur objektif,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
