<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Inflasi November 0,37%, Harga Minyak Goreng dan Cabai Jadi Biang Kerok</title><description>(BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,37%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510112/bps-inflasi-november-0-37-harga-minyak-goreng-dan-cabai-jadi-biang-kerok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510112/bps-inflasi-november-0-37-harga-minyak-goreng-dan-cabai-jadi-biang-kerok"/><item><title>BPS: Inflasi November 0,37%, Harga Minyak Goreng dan Cabai Jadi Biang Kerok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510112/bps-inflasi-november-0-37-harga-minyak-goreng-dan-cabai-jadi-biang-kerok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510112/bps-inflasi-november-0-37-harga-minyak-goreng-dan-cabai-jadi-biang-kerok</guid><pubDate>Rabu 01 Desember 2021 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/01/320/2510112/bps-inflasi-november-0-37-harga-minyak-goreng-dan-cabai-jadi-biang-kerok-V0aIkIhkAX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS soal Inflasi November 2021 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/01/320/2510112/bps-inflasi-november-0-37-harga-minyak-goreng-dan-cabai-jadi-biang-kerok-V0aIkIhkAX.jpg</image><title>BPS soal Inflasi November 2021 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,37%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari&amp;ndash;November) 2021 sebesar 1,30% dan tingkat Inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 1,75%.

&quot;Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2021 antara lain telur ayam ras, kelapa sawit, cabai merah, batu bara, minyak goreng, semen, dan pupuk urea,&quot; ujar Margo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Inflasi November Diprediksi Tembus 0,29%



Dari 90 kota yang dipantau perkembangannya, terdapat 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01%.

Komoditas penyumbang inflasi di Sintang antara lain bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,27%, telur ayam ras andilnya 0,23%, dan kacang panjang andilnya 0,19%. Inflasi paling rendah terjadi di Bima dan Pontianak dengan angka 0,02%.

&quot;Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar -0,53%, komoditas penyumbang deflasinya adalah adanya penurunan harga daun bawang, ikan cakalang, cabe rawit, dan kangkung, masing-masing memiliki andil terhadap deflasi Kotamobagu sebesar 0,15%. Deflasi terendah di Tual sebesar -0,16%,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,37%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari&amp;ndash;November) 2021 sebesar 1,30% dan tingkat Inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 1,75%.

&quot;Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2021 antara lain telur ayam ras, kelapa sawit, cabai merah, batu bara, minyak goreng, semen, dan pupuk urea,&quot; ujar Margo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Inflasi November Diprediksi Tembus 0,29%



Dari 90 kota yang dipantau perkembangannya, terdapat 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01%.

Komoditas penyumbang inflasi di Sintang antara lain bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,27%, telur ayam ras andilnya 0,23%, dan kacang panjang andilnya 0,19%. Inflasi paling rendah terjadi di Bima dan Pontianak dengan angka 0,02%.

&quot;Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar -0,53%, komoditas penyumbang deflasinya adalah adanya penurunan harga daun bawang, ikan cakalang, cabe rawit, dan kangkung, masing-masing memiliki andil terhadap deflasi Kotamobagu sebesar 0,15%. Deflasi terendah di Tual sebesar -0,16%,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
