<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presidensi Indonesia G20 Akan Fokus pada 3 Topik Utama</title><description>Negara G20 tengah mencari jalan keluar dari permasalahan sektor  kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup yang  terdampak pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510439/presidensi-indonesia-g20-akan-fokus-pada-3-topik-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510439/presidensi-indonesia-g20-akan-fokus-pada-3-topik-utama"/><item><title>Presidensi Indonesia G20 Akan Fokus pada 3 Topik Utama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510439/presidensi-indonesia-g20-akan-fokus-pada-3-topik-utama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/320/2510439/presidensi-indonesia-g20-akan-fokus-pada-3-topik-utama</guid><pubDate>Rabu 01 Desember 2021 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/01/320/2510439/presidensi-indonesia-g20-akan-fokus-pada-3-topik-utama-ZoYKBPOoxd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presidensi Indonesia di Forum G20 akan fokus pada tiga hal (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/01/320/2510439/presidensi-indonesia-g20-akan-fokus-pada-3-topik-utama-ZoYKBPOoxd.jpg</image><title>Presidensi Indonesia di Forum G20 akan fokus pada tiga hal (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Negara G20 tengah mencari jalan keluar dari permasalahan sektor kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup yang  terdampak pandemi. Negara-negara yang tergabung dalam G20 tetap berpedoman pada visi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, inklusif, dan seimbang.
Presidensi Indonesia pada forum G20 akan berfokus pada tiga topik utama, pertama adalah sistem kesehatan global yang perlu diperkuat secara seimbang sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas negara berkembang dalam upaya memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri. Kemudian transformasi ekonomi dan digitalisasi dimana teknologi menjadi enabler khususnya bagi penguatan kapasitas UMKM agar mampu bertahan dari krisis.
Baca Juga: Sri Mulyani Angkat 6 Isu Keuangan dalam Presidensi G20 trahun 2022
Kemudian yang terakhir adalah transisi energi yang menekankan pada isu pembangunan ekonomi rendah karbon serta ketersediaan technology basket. Ketiga topik tersebut menopang tema besar &amp;ldquo;Recover Together, Recover Stronger&amp;rdquo;.
&amp;rdquo;Karena itu, untuk mengimplementasikan secara konkret ketiga topik utama Presidensi G20 Indonesia, saya melihat ada empat aspek penting yang harus digarisbawahi,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia, Sri Mulyani: Akan Ada Kebijakan Extra Ordinary
&amp;rdquo;Pertama, kita perlu menarik investasi untuk mendukung leapfrog productivity. Kedua, membangun domestic demand dan memperkuat ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM agar siap menghadapi tantangan masa depan. Dan keempat, mengakselerasi adopsi ESG (environment, social, and good governance), dimana upaya dekarbonisasi usaha dan peningkatan investasi di sektor usaha yang ramah lingkungan menjadi kunci,&amp;rdquo; papar Menko Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wOC8xLzE0MDE2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, sinergi antara pelaku usaha dan Pemerintah juga penting dalam mengupayakan masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Disinilah letak keterlibatan strategis dari Business20 (B20) yang dimotori oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk secara konkrit mewujudkan kerja sama B-to-B dengan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia ini.
Kemitraan dengan KADIN tersebut sejalan dengan slogan utama  Business20 yaitu &amp;rdquo;Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative  Growth&amp;rdquo;. Business20 diharapkan mampu mendukung kerja sama lintas batas  dan mengupayakan langkah inovatif, seperti yang terkait interaksi dengan  pelanggan, desain model bisnis UMKM yang dapat dijadikan sebagai best  practices, serta memberdayakan kaum perempuan dan generasi muda dalam  upaya pemulihan sektor usaha.
Adapun G20 adalah forum yang saat ini paling berpengaruh karena  seluruh anggotanya merepresentasikan lebih dari dua pertiga penduduk  dunia, 79% perdagangan global, 80% PDB dunia, dan 80% investasi global.  Forum G20 lahir sebagai jawaban atas krisis global tahun 1999, dan  kemudian menguat kembali perannya dalam mengatasi dampak krisis tahun  2008.
Dengan lebih dari 150 pertemuan yang akan digelar di 19 kota dan  sekitar 18.000 lebih delegasi yang akan hadir, Presidensi Indonesia  diprediksi membantu penciptaan sekitar 33.000 lapangan kerja,  meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, meningkatkan PDB  nasional sebesar Rp7,4 triliun, dengan manfaat total 1,5 s.d. 2 kali  lebih besar dari penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB pada tahun  2018 di Bali.
Webinar yang diselenggarakan oleh Kemlu bekerja sama dengan KADIN dan  Indonesian Council on World Affairs (ICWA) ini turut dihadiri oleh  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Plt. Kepala Badan Strategi  Kebijakan Luar Negeri Kemlu H.E. Teuku Faizansyah, Ketua Umum Kamar  Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Arsjad Rasjid yang diwakili oleh  Wakil Ketua Umum Koordinator III KADIN Indonesia / Chair B20 Indonesia  Shinta Kamdani.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Negara G20 tengah mencari jalan keluar dari permasalahan sektor kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup yang  terdampak pandemi. Negara-negara yang tergabung dalam G20 tetap berpedoman pada visi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, inklusif, dan seimbang.
Presidensi Indonesia pada forum G20 akan berfokus pada tiga topik utama, pertama adalah sistem kesehatan global yang perlu diperkuat secara seimbang sehingga mampu mendorong peningkatan kapasitas negara berkembang dalam upaya memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri. Kemudian transformasi ekonomi dan digitalisasi dimana teknologi menjadi enabler khususnya bagi penguatan kapasitas UMKM agar mampu bertahan dari krisis.
Baca Juga: Sri Mulyani Angkat 6 Isu Keuangan dalam Presidensi G20 trahun 2022
Kemudian yang terakhir adalah transisi energi yang menekankan pada isu pembangunan ekonomi rendah karbon serta ketersediaan technology basket. Ketiga topik tersebut menopang tema besar &amp;ldquo;Recover Together, Recover Stronger&amp;rdquo;.
&amp;rdquo;Karena itu, untuk mengimplementasikan secara konkret ketiga topik utama Presidensi G20 Indonesia, saya melihat ada empat aspek penting yang harus digarisbawahi,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).
Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia, Sri Mulyani: Akan Ada Kebijakan Extra Ordinary
&amp;rdquo;Pertama, kita perlu menarik investasi untuk mendukung leapfrog productivity. Kedua, membangun domestic demand dan memperkuat ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM agar siap menghadapi tantangan masa depan. Dan keempat, mengakselerasi adopsi ESG (environment, social, and good governance), dimana upaya dekarbonisasi usaha dan peningkatan investasi di sektor usaha yang ramah lingkungan menjadi kunci,&amp;rdquo; papar Menko Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wOC8xLzE0MDE2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, sinergi antara pelaku usaha dan Pemerintah juga penting dalam mengupayakan masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Disinilah letak keterlibatan strategis dari Business20 (B20) yang dimotori oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk secara konkrit mewujudkan kerja sama B-to-B dengan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia ini.
Kemitraan dengan KADIN tersebut sejalan dengan slogan utama  Business20 yaitu &amp;rdquo;Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative  Growth&amp;rdquo;. Business20 diharapkan mampu mendukung kerja sama lintas batas  dan mengupayakan langkah inovatif, seperti yang terkait interaksi dengan  pelanggan, desain model bisnis UMKM yang dapat dijadikan sebagai best  practices, serta memberdayakan kaum perempuan dan generasi muda dalam  upaya pemulihan sektor usaha.
Adapun G20 adalah forum yang saat ini paling berpengaruh karena  seluruh anggotanya merepresentasikan lebih dari dua pertiga penduduk  dunia, 79% perdagangan global, 80% PDB dunia, dan 80% investasi global.  Forum G20 lahir sebagai jawaban atas krisis global tahun 1999, dan  kemudian menguat kembali perannya dalam mengatasi dampak krisis tahun  2008.
Dengan lebih dari 150 pertemuan yang akan digelar di 19 kota dan  sekitar 18.000 lebih delegasi yang akan hadir, Presidensi Indonesia  diprediksi membantu penciptaan sekitar 33.000 lapangan kerja,  meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, meningkatkan PDB  nasional sebesar Rp7,4 triliun, dengan manfaat total 1,5 s.d. 2 kali  lebih besar dari penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB pada tahun  2018 di Bali.
Webinar yang diselenggarakan oleh Kemlu bekerja sama dengan KADIN dan  Indonesian Council on World Affairs (ICWA) ini turut dihadiri oleh  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Plt. Kepala Badan Strategi  Kebijakan Luar Negeri Kemlu H.E. Teuku Faizansyah, Ketua Umum Kamar  Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Arsjad Rasjid yang diwakili oleh  Wakil Ketua Umum Koordinator III KADIN Indonesia / Chair B20 Indonesia  Shinta Kamdani.</content:encoded></item></channel></rss>
