<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berawal dari Gempa, di Daerah Ini Punya Bangunan Mirip Rumah Teletubbies</title><description>Bangunan unik seperti rumah Rumah Teletubbies kini menjadi salah satu tujuan wisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/470/2510380/berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/470/2510380/berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies"/><item><title>Berawal dari Gempa, di Daerah Ini Punya Bangunan Mirip Rumah Teletubbies</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/470/2510380/berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/01/470/2510380/berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies</guid><pubDate>Rabu 01 Desember 2021 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/01/470/2510380/berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies-CDbTGgK5eH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kampung  teletubbies di Yogya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/01/470/2510380/berawal-dari-gempa-di-daerah-ini-punya-bangunan-mirip-rumah-teletubbies-CDbTGgK5eH.jpg</image><title>Kampung  teletubbies di Yogya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bangunan unik seperti rumah Rumah Teletubbies kini menjadi salah satu tujuan wisata. Kampung New Ngelepen, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki bentuk unik, yaitu berbentuk kubah (dome house) atau nama lainnya adalah Rumah Teletubbies.
Jika dilihat sekilas bangunan tersebut memang mirip dengan bentuk rumah di serial TV Teletubbies. Ada juga yang menyebut bangunan-bangunan itu mirip rumah Iglo milik suku Eksimo. Namun ternyata rumah yang seperti itu memiliki struktur yang dirancang tahan terhadap gempa bumi.
Baca Juga: Petani Ini Rela Habiskan Rp33 Miliar demi Bikin Rumah Raksasa Paling Aneh
 
&amp;ldquo;Kampung ini (New Ngelepen) ada setelah gempa tahun 2006. Warga yang kehilangan tempat tinggal sekarang tinggal di sini&amp;rdquo;, ungkap Sipur, salah satu penduduk asli Kampung Ngelepen.
Awal mula berdirinya kampung ini pun menyangkut dari kejadian gempa bumi dahsyat yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Akibatnya, penduduk di kampung ini harus kehilangan tempat tinggal karena tanah mereka tidak memungkinkan untuk ditempati lagi.
Baca Juga: Seram! Menara Ini Terbuat dari Ratusan Tengkorak Manusia
Di atas tanah seluas 2,3 hektar ini terdapat 71 bangunan rumah penduduk dan beberapa bangunan umum seperti Musala, MCK, gedung pertemuan, dan fasilitas kesehatan.
Karena keunikan bangunannya, banyak orang tertarik untuk berkunjung ke kampung ini. Kampung yang awalnya berfungsi sebagai tempat tinggal penduduk terdampak gempa, berubah menjadi desa tempat untuk wisata.
Perkampungan yang terletak di tepi Pegunungan Seribu ini menjadi  destinasi wisata edukatif yang menarik. Banyak wisatawan dari dalam  maupun luar daerah yang penasaran dengan keunikannya.
Banyaknya pengunjung yang datang dimanfaatkan oleh warga setempat  untuk mencari rezeki. Contohnya dengan berjualan makanan dan minuman  seperti yang dilakukan oleh Sipur. Ada juga yang menyediakan jasa jeep  wisata, homestay, serta out bond.
Namun, pandemi Covid-19 berdampak pada jumlah pengunjung yang datang.  Jika sebelum pandemi pengunjung yang datang bisa mencapai beberapa  rombongan, selama pandemi, jumlah pengunjung menurun drastis.
&amp;ldquo;Sebelum pandemi banyak yang datang ke sini. Selama pandemi jadi  sepi. Pengunjung paling hanya sekedar pesepeda yang mampir. Hari Minggu  pun tetap sepi pengunjung&amp;rdquo;, kata Sipur. Ia pun berharap pandemi segera  usai sehingga pengunjung bisa kembali normal dan perekonomian warga  sekitar bisa pulih seperti sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bangunan unik seperti rumah Rumah Teletubbies kini menjadi salah satu tujuan wisata. Kampung New Ngelepen, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki bentuk unik, yaitu berbentuk kubah (dome house) atau nama lainnya adalah Rumah Teletubbies.
Jika dilihat sekilas bangunan tersebut memang mirip dengan bentuk rumah di serial TV Teletubbies. Ada juga yang menyebut bangunan-bangunan itu mirip rumah Iglo milik suku Eksimo. Namun ternyata rumah yang seperti itu memiliki struktur yang dirancang tahan terhadap gempa bumi.
Baca Juga: Petani Ini Rela Habiskan Rp33 Miliar demi Bikin Rumah Raksasa Paling Aneh
 
&amp;ldquo;Kampung ini (New Ngelepen) ada setelah gempa tahun 2006. Warga yang kehilangan tempat tinggal sekarang tinggal di sini&amp;rdquo;, ungkap Sipur, salah satu penduduk asli Kampung Ngelepen.
Awal mula berdirinya kampung ini pun menyangkut dari kejadian gempa bumi dahsyat yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Akibatnya, penduduk di kampung ini harus kehilangan tempat tinggal karena tanah mereka tidak memungkinkan untuk ditempati lagi.
Baca Juga: Seram! Menara Ini Terbuat dari Ratusan Tengkorak Manusia
Di atas tanah seluas 2,3 hektar ini terdapat 71 bangunan rumah penduduk dan beberapa bangunan umum seperti Musala, MCK, gedung pertemuan, dan fasilitas kesehatan.
Karena keunikan bangunannya, banyak orang tertarik untuk berkunjung ke kampung ini. Kampung yang awalnya berfungsi sebagai tempat tinggal penduduk terdampak gempa, berubah menjadi desa tempat untuk wisata.
Perkampungan yang terletak di tepi Pegunungan Seribu ini menjadi  destinasi wisata edukatif yang menarik. Banyak wisatawan dari dalam  maupun luar daerah yang penasaran dengan keunikannya.
Banyaknya pengunjung yang datang dimanfaatkan oleh warga setempat  untuk mencari rezeki. Contohnya dengan berjualan makanan dan minuman  seperti yang dilakukan oleh Sipur. Ada juga yang menyediakan jasa jeep  wisata, homestay, serta out bond.
Namun, pandemi Covid-19 berdampak pada jumlah pengunjung yang datang.  Jika sebelum pandemi pengunjung yang datang bisa mencapai beberapa  rombongan, selama pandemi, jumlah pengunjung menurun drastis.
&amp;ldquo;Sebelum pandemi banyak yang datang ke sini. Selama pandemi jadi  sepi. Pengunjung paling hanya sekedar pesepeda yang mampir. Hari Minggu  pun tetap sepi pengunjung&amp;rdquo;, kata Sipur. Ia pun berharap pandemi segera  usai sehingga pengunjung bisa kembali normal dan perekonomian warga  sekitar bisa pulih seperti sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
