<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Akui Pengeluaran Turis di Bali Lebih Irit dari Malaysia</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pengeluaran turis di Bali masih lebih rendah dibandingkan dengan di negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510637/luhut-akui-pengeluaran-turis-di-bali-lebih-irit-dari-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510637/luhut-akui-pengeluaran-turis-di-bali-lebih-irit-dari-malaysia"/><item><title>Luhut Akui Pengeluaran Turis di Bali Lebih Irit dari Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510637/luhut-akui-pengeluaran-turis-di-bali-lebih-irit-dari-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510637/luhut-akui-pengeluaran-turis-di-bali-lebih-irit-dari-malaysia</guid><pubDate>Kamis 02 Desember 2021 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/02/320/2510637/luhut-akui-pengeluaran-turis-di-bali-lebih-irit-dari-malaysia-3HvDsngTMe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/02/320/2510637/luhut-akui-pengeluaran-turis-di-bali-lebih-irit-dari-malaysia-3HvDsngTMe.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa   pengeluaran turis di Bali masih lebih rendah dibandingkan dengan pengeluaran turis di negara lain.
Menurutnya pengeluaran turis di Kuala Lumpur Malaysia misalnya lebih besar, dikarenakan Bali merupakan satu wilayah dengan sebaran wisatawan paling tinggi baik dari mancanegara maupun domestik.
&quot;Pada tahun 2018, pengeluaran turis per malam di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan negara lain di Asia. Bisa dilihat dari tabel, kalau Indonesia masih di bawah Malaysia,&quot; kata Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dikutip, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cegah Penularan Varian Omicron, Menko Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri
Menko Luhut menyampaikan berdasarkan data Mastercard 2018, pengeluaran turis per malam di Bali sekitar 125 dolar AS, di bawah Kuala Lumpur, Malaysia, sebesar 142 dolar AS.
Sementara itu, pengeluaran turis per malam di Osaka (Jepang) sebesar 223 dolar AS, di Phuket (Thailand) sebesar 247 dolar AS dan Singapura sebesar 272 dolar AS.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Varian Covid-19 Omicron, Menko Luhut: Tidak Perlu Panik
Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan pergeseran paradigma dari pariwisata berbasis kuantitas menjadi pariwisata berkualitas.&amp;ldquo;Paradigma tersebut membuat wisatawan berpengeluaran tinggi lebih diutamakan dibandingkan tingginya jumlah wisatawan berpengeluaran rendah. Maka kita harus buat yang berkualitas,&quot; katanya.
Menko Luhut juga menyebut terkonsentrasinya sebaran wisatawan mancanegara di Bali merupakan masalah utama.
&amp;ldquo;Sejak 2015-2019, kunjungan wisman ke Bali terus mengalami peningkatan dengan kontribusi 63,4 persen terhadap total kunjungan wisman ke Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa   pengeluaran turis di Bali masih lebih rendah dibandingkan dengan pengeluaran turis di negara lain.
Menurutnya pengeluaran turis di Kuala Lumpur Malaysia misalnya lebih besar, dikarenakan Bali merupakan satu wilayah dengan sebaran wisatawan paling tinggi baik dari mancanegara maupun domestik.
&quot;Pada tahun 2018, pengeluaran turis per malam di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan negara lain di Asia. Bisa dilihat dari tabel, kalau Indonesia masih di bawah Malaysia,&quot; kata Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dikutip, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cegah Penularan Varian Omicron, Menko Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri
Menko Luhut menyampaikan berdasarkan data Mastercard 2018, pengeluaran turis per malam di Bali sekitar 125 dolar AS, di bawah Kuala Lumpur, Malaysia, sebesar 142 dolar AS.
Sementara itu, pengeluaran turis per malam di Osaka (Jepang) sebesar 223 dolar AS, di Phuket (Thailand) sebesar 247 dolar AS dan Singapura sebesar 272 dolar AS.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Varian Covid-19 Omicron, Menko Luhut: Tidak Perlu Panik
Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan pergeseran paradigma dari pariwisata berbasis kuantitas menjadi pariwisata berkualitas.&amp;ldquo;Paradigma tersebut membuat wisatawan berpengeluaran tinggi lebih diutamakan dibandingkan tingginya jumlah wisatawan berpengeluaran rendah. Maka kita harus buat yang berkualitas,&quot; katanya.
Menko Luhut juga menyebut terkonsentrasinya sebaran wisatawan mancanegara di Bali merupakan masalah utama.
&amp;ldquo;Sejak 2015-2019, kunjungan wisman ke Bali terus mengalami peningkatan dengan kontribusi 63,4 persen terhadap total kunjungan wisman ke Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
