<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Bansos Bikin Orang RI Melek Keuangan</title><description>Inklusi keuangan di Indonesia meningkat selama pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510855/sri-mulyani-sebut-bansos-bikin-orang-ri-melek-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510855/sri-mulyani-sebut-bansos-bikin-orang-ri-melek-keuangan"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Bansos Bikin Orang RI Melek Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510855/sri-mulyani-sebut-bansos-bikin-orang-ri-melek-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/02/320/2510855/sri-mulyani-sebut-bansos-bikin-orang-ri-melek-keuangan</guid><pubDate>Kamis 02 Desember 2021 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/02/320/2510855/sri-mulyani-sebut-bansos-bikin-orang-ri-melek-keuangan-yOwlWAlBia.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inklusi keuangan Indonesia meningkat selama pandemi covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/02/320/2510855/sri-mulyani-sebut-bansos-bikin-orang-ri-melek-keuangan-yOwlWAlBia.jpeg</image><title>Inklusi keuangan Indonesia meningkat selama pandemi covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inklusi keuangan di Indonesia meningkat selama pandemi covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati cepatnya peningkatan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia melalui bantuan adopsi teknologi digital.
&amp;ldquo;Dengan teknologi dan kolaborasi kita mendorong semakin cepatnya inklusi keuangan. Ini salah satu (dampak) dalam musibah COVID-19 yaitu inklusi keuangan kita meningkat,&amp;rdquo; kata Menkeu Sri Mulyani, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga: Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Nasional, MNC Asset Hadir di Virtual FinExpo BIK OJK 2021
 
Sri Mulyani menjelaskan peningkatan inklusi keuangan tersebut dapat terjadi karena selama pandemi pemerintah semakin gencar memberikan bantuan sosial kepada masyarakat agar mereka dapat bertahan.
Bantuan sosial ini menyentuh hampir seluruh penduduk, terutama 40 persen masyarakat dengan kondisi sosial dan ekonomi terendah yang belum memiliki akses terhadap perbankan.
Baca Juga: Inklusi Keuangan Ditarget 90% di 2024, Anak SMP Punya Tabungan Digital
 
Menurut Sri Mulyani, melalui bantuan sosial seperti berupa Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada 10 juta keluarga maka masyarakat yang tadinya tidak memiliki akun bank menjadi punya.
&amp;ldquo;Mereka ini tidak pernah punya akun di bank, namun dengan adanya transfer pemerintah maka kita melakukan inklusi keuangan, karena mereka langsung masuk ke akun-akun (bank),&amp;rdquo; jelas Menkeu Sri Mulyani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8zMC8xLzE0MTA1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski demikian Sri Mulyani tidak memungkiri bahwa masih terdapat  daerah yang memang belum tersentuh oleh akses perbankan sehingga bantuan  sosial pun diberikan melalui kantor pos.
&amp;ldquo;Memang masih banyak daerah yang belum bisa membuka akun bank sehingga kita mengandalkan kantor pos untuk men-deliver,&amp;rdquo; ujarnya.
Sri Mulyani pun memastikan pemerintah akan terus memperluas  pengembangan infrastruktur teknologi digital, terutama kepada sekitar 20  ribu desa yang belum memiliki akses sehingga peningkatan inklusi  keuangan dapat lebih maksimal.
&amp;ldquo;Ini aspek keadilan yang sangat Islami yaitu bagaimana pemerintah  melakukan investasi di bidang teknologi informasi sampai ke seluruh  pelosok Tanah Air,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inklusi keuangan di Indonesia meningkat selama pandemi covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati cepatnya peningkatan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia melalui bantuan adopsi teknologi digital.
&amp;ldquo;Dengan teknologi dan kolaborasi kita mendorong semakin cepatnya inklusi keuangan. Ini salah satu (dampak) dalam musibah COVID-19 yaitu inklusi keuangan kita meningkat,&amp;rdquo; kata Menkeu Sri Mulyani, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga: Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Nasional, MNC Asset Hadir di Virtual FinExpo BIK OJK 2021
 
Sri Mulyani menjelaskan peningkatan inklusi keuangan tersebut dapat terjadi karena selama pandemi pemerintah semakin gencar memberikan bantuan sosial kepada masyarakat agar mereka dapat bertahan.
Bantuan sosial ini menyentuh hampir seluruh penduduk, terutama 40 persen masyarakat dengan kondisi sosial dan ekonomi terendah yang belum memiliki akses terhadap perbankan.
Baca Juga: Inklusi Keuangan Ditarget 90% di 2024, Anak SMP Punya Tabungan Digital
 
Menurut Sri Mulyani, melalui bantuan sosial seperti berupa Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada 10 juta keluarga maka masyarakat yang tadinya tidak memiliki akun bank menjadi punya.
&amp;ldquo;Mereka ini tidak pernah punya akun di bank, namun dengan adanya transfer pemerintah maka kita melakukan inklusi keuangan, karena mereka langsung masuk ke akun-akun (bank),&amp;rdquo; jelas Menkeu Sri Mulyani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8zMC8xLzE0MTA1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski demikian Sri Mulyani tidak memungkiri bahwa masih terdapat  daerah yang memang belum tersentuh oleh akses perbankan sehingga bantuan  sosial pun diberikan melalui kantor pos.
&amp;ldquo;Memang masih banyak daerah yang belum bisa membuka akun bank sehingga kita mengandalkan kantor pos untuk men-deliver,&amp;rdquo; ujarnya.
Sri Mulyani pun memastikan pemerintah akan terus memperluas  pengembangan infrastruktur teknologi digital, terutama kepada sekitar 20  ribu desa yang belum memiliki akses sehingga peningkatan inklusi  keuangan dapat lebih maksimal.
&amp;ldquo;Ini aspek keadilan yang sangat Islami yaitu bagaimana pemerintah  melakukan investasi di bidang teknologi informasi sampai ke seluruh  pelosok Tanah Air,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
