<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Macet di Jalan Tol Bikin Negara Rugi hingga Rp4,3 Triliun</title><description>Kemacetan di jalan tol membuat Indonesia rugi hingga USD300 juta atau setara Rp4,32 triliun (kurs Rp14.400).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511321/macet-di-jalan-tol-bikin-negara-rugi-hingga-rp4-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511321/macet-di-jalan-tol-bikin-negara-rugi-hingga-rp4-3-triliun"/><item><title>Macet di Jalan Tol Bikin Negara Rugi hingga Rp4,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511321/macet-di-jalan-tol-bikin-negara-rugi-hingga-rp4-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511321/macet-di-jalan-tol-bikin-negara-rugi-hingga-rp4-3-triliun</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2021 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/03/320/2511321/macet-di-jalan-tol-bikin-negara-rugi-hingga-rp4-3-triliun-8c2NEImira.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia rugi Rp4,3 triliun karena kemacetan di jalan tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/03/320/2511321/macet-di-jalan-tol-bikin-negara-rugi-hingga-rp4-3-triliun-8c2NEImira.jpg</image><title>Indonesia rugi Rp4,3 triliun karena kemacetan di jalan tol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kemacetan di jalan tol membuat Indonesia rugi hingga USD300 juta atau setara Rp4,32 triliun (kurs Rp14.400). Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  Triono Junoasmono mengatakan salah satu faktor penghambat kerugian tersebut adalah terjadinya penumpukan kuantitas dan okupansi kendaraan yang tidak efisien dalam pembayaran di ruas jalan tol.
Baca Juga: Hiii Takut! Tol Ini Dulu Bekas Kuburan, Ini Penampakannya
&amp;ldquo;Perlu kami sampaikan bahwa  jalan tentunya banyak sekali antrean di jalan tol  hal tersebut diungkapkan menurut studi yang dilakukan oleh World bank Indonesia pada tahun 2019, saat ini Indonesia  telah menderita kerugian sebanyak USD4 miliar yang disebabkan karena kemacetan di Jalan raya,&amp;rdquo; kata  Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono dalam program Market Review IDX Channel, Jumat (3/12/2021).
Dia melanjutkan, jika hitung secara total 7,5% kerugian dari kemacetan yang disebabkan dari kemacetan di gerbang tol. Dirinya berharap dengan adanya penerapan transaksi non tunai nirsentuh ini tidak akan ada lagi antrean.
Baca Juga: Progres Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi II Capai 58,55%
 
Dengan demikian, sesuai arahan  Presiden Jokowi agar peningkatan pelayanan jalan tol semakin baik.  BPJT mengembangkan inovasi penggunaan teknologi untuk mengurangi kemacetan di gerbang jalan tol dengan Transaksi Nirsentuh MLFF Non Tunai di Jalan Tol.&amp;ldquo;Ini sudah teknologi akurat, Nanti akan pengendara yang melintas  cukup men-download  aplikasi yah begitu nantinya kemudian kami BPJT   bekerja sama dengan badan usaha dan saat ini semuanya sudah serba  digital dan kita sudah dengan menggunakan aplikasi ataupun software yang  nantinya kita tidak perlu repot-repot dan hanya meregister kendaraan  kita meregister data diri kita sehingga nanti sebelum berangkat sudah  terkonek,&amp;rdquo; urainya.
Sebagai catatan, untuk hal ini PUPR Melalui BPJT bekerja sama dengan  pihak Internal dan ekstenal  yang kebetulan badan usaha tersebut yang  sudah dilakukan di beberapa negara maju dan terbukti sudah berhasil  dilakukan di beberapa dan juga sejumlah negara maju dan berkembang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kemacetan di jalan tol membuat Indonesia rugi hingga USD300 juta atau setara Rp4,32 triliun (kurs Rp14.400). Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  Triono Junoasmono mengatakan salah satu faktor penghambat kerugian tersebut adalah terjadinya penumpukan kuantitas dan okupansi kendaraan yang tidak efisien dalam pembayaran di ruas jalan tol.
Baca Juga: Hiii Takut! Tol Ini Dulu Bekas Kuburan, Ini Penampakannya
&amp;ldquo;Perlu kami sampaikan bahwa  jalan tentunya banyak sekali antrean di jalan tol  hal tersebut diungkapkan menurut studi yang dilakukan oleh World bank Indonesia pada tahun 2019, saat ini Indonesia  telah menderita kerugian sebanyak USD4 miliar yang disebabkan karena kemacetan di Jalan raya,&amp;rdquo; kata  Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono dalam program Market Review IDX Channel, Jumat (3/12/2021).
Dia melanjutkan, jika hitung secara total 7,5% kerugian dari kemacetan yang disebabkan dari kemacetan di gerbang tol. Dirinya berharap dengan adanya penerapan transaksi non tunai nirsentuh ini tidak akan ada lagi antrean.
Baca Juga: Progres Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi II Capai 58,55%
 
Dengan demikian, sesuai arahan  Presiden Jokowi agar peningkatan pelayanan jalan tol semakin baik.  BPJT mengembangkan inovasi penggunaan teknologi untuk mengurangi kemacetan di gerbang jalan tol dengan Transaksi Nirsentuh MLFF Non Tunai di Jalan Tol.&amp;ldquo;Ini sudah teknologi akurat, Nanti akan pengendara yang melintas  cukup men-download  aplikasi yah begitu nantinya kemudian kami BPJT   bekerja sama dengan badan usaha dan saat ini semuanya sudah serba  digital dan kita sudah dengan menggunakan aplikasi ataupun software yang  nantinya kita tidak perlu repot-repot dan hanya meregister kendaraan  kita meregister data diri kita sehingga nanti sebelum berangkat sudah  terkonek,&amp;rdquo; urainya.
Sebagai catatan, untuk hal ini PUPR Melalui BPJT bekerja sama dengan  pihak Internal dan ekstenal  yang kebetulan badan usaha tersebut yang  sudah dilakukan di beberapa negara maju dan terbukti sudah berhasil  dilakukan di beberapa dan juga sejumlah negara maju dan berkembang.</content:encoded></item></channel></rss>
