<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang-Utang BUMN Mulai Bengkak, AP I Terlilit Rp35 Triliun</title><description>Pandemi covid-19 menekan keuangan perusahaan BUMN. Bahkan banyak perusahaan BUMN yang kini terlilit utang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511482/utang-utang-bumn-mulai-bengkak-ap-i-terlilit-rp35-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511482/utang-utang-bumn-mulai-bengkak-ap-i-terlilit-rp35-triliun"/><item><title>Utang-Utang BUMN Mulai Bengkak, AP I Terlilit Rp35 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511482/utang-utang-bumn-mulai-bengkak-ap-i-terlilit-rp35-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511482/utang-utang-bumn-mulai-bengkak-ap-i-terlilit-rp35-triliun</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2021 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/03/320/2511482/utang-utang-bumn-mulai-bengkak-ap-i-terlilit-rp35-triliun-LHz5Yackbf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Angkasa Pura I tercatat memiliki utang Rp3 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/03/320/2511482/utang-utang-bumn-mulai-bengkak-ap-i-terlilit-rp35-triliun-LHz5Yackbf.jpeg</image><title>Angkasa Pura I tercatat memiliki utang Rp3 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi covid-19 menekan keuangan perusahaan BUMN. Bahkan banyak perusahaan BUMN yang kini terlilit utang. Kementerian BUMN membeberkan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I memiliki utang sebesar Rp 35 triliun.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Tambah Modal Anak Usaha Rp4,5 Miliar
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memperkirakan utang perseroan akan naik menjadi Rp 38 triliun pasca pandemi Covid-19. Pasalnya, kerugian rata-rata per bulan mencapai Rp200 miliar.
&quot;Memang Angkasa Pura I sekarang tekanannya berat sekali, kondisi keuangan mereka sekarang (utang) mencapai Rp35 triliun. Kalau kita rate loss (kerugian rata-rata) bulanan mereka Rp200 miliar dan setelah pandemi utang bisa mencapai Rp38 triliun,&quot; ujar Kartika, Jumat (3/12/2021).
Baca Juga: Merger 6 BUMN Pangan Diresmikan, Berikut Susunan Direksi dan Komisaris
 
Dia mencatat, tekanan cash flow perusahaan disebabkan operasional sejumlah bandara baru yang ditanggung AP I. Namun akibat pandemi, okupansi penumpang menurun drastis. Dia mencontohkan, Bandar udara (bandara) Kulon Progo di Yogyakarta yang tercatat masih sepih penumpang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xNi8xLzE0MDQ5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini Kementerian BUMN tengah melakukan proses restrukturisasi  utang untuk menyehatkan kembali keuangan perusahaan. Tiko, sapaan akrab  Kartika, berharap restrukturisasi bisa diselesaikan pada Januari 2022  mendatang.
&quot;Masalah cashflow berat sekali, kami sedang restrukturisasi, moga-moga Januari bisa kami selesaikan,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi covid-19 menekan keuangan perusahaan BUMN. Bahkan banyak perusahaan BUMN yang kini terlilit utang. Kementerian BUMN membeberkan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I memiliki utang sebesar Rp 35 triliun.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Tambah Modal Anak Usaha Rp4,5 Miliar
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memperkirakan utang perseroan akan naik menjadi Rp 38 triliun pasca pandemi Covid-19. Pasalnya, kerugian rata-rata per bulan mencapai Rp200 miliar.
&quot;Memang Angkasa Pura I sekarang tekanannya berat sekali, kondisi keuangan mereka sekarang (utang) mencapai Rp35 triliun. Kalau kita rate loss (kerugian rata-rata) bulanan mereka Rp200 miliar dan setelah pandemi utang bisa mencapai Rp38 triliun,&quot; ujar Kartika, Jumat (3/12/2021).
Baca Juga: Merger 6 BUMN Pangan Diresmikan, Berikut Susunan Direksi dan Komisaris
 
Dia mencatat, tekanan cash flow perusahaan disebabkan operasional sejumlah bandara baru yang ditanggung AP I. Namun akibat pandemi, okupansi penumpang menurun drastis. Dia mencontohkan, Bandar udara (bandara) Kulon Progo di Yogyakarta yang tercatat masih sepih penumpang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xNi8xLzE0MDQ5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini Kementerian BUMN tengah melakukan proses restrukturisasi  utang untuk menyehatkan kembali keuangan perusahaan. Tiko, sapaan akrab  Kartika, berharap restrukturisasi bisa diselesaikan pada Januari 2022  mendatang.
&quot;Masalah cashflow berat sekali, kami sedang restrukturisasi, moga-moga Januari bisa kami selesaikan,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
