<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Inflasi 2021 Capai 1,55%, Harga Cabai Jadi Biang Kerok</title><description>Bank Indonesia (BI) menyatakan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Desember 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511518/bi-prediksi-inflasi-2021-capai-1-55-harga-cabai-jadi-biang-kerok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511518/bi-prediksi-inflasi-2021-capai-1-55-harga-cabai-jadi-biang-kerok"/><item><title>BI Prediksi Inflasi 2021 Capai 1,55%, Harga Cabai Jadi Biang Kerok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511518/bi-prediksi-inflasi-2021-capai-1-55-harga-cabai-jadi-biang-kerok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/12/03/320/2511518/bi-prediksi-inflasi-2021-capai-1-55-harga-cabai-jadi-biang-kerok</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2021 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/03/320/2511518/bi-prediksi-inflasi-2021-capai-1-55-harga-cabai-jadi-biang-kerok-9oR3M1Q4VE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI soal Inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/03/320/2511518/bi-prediksi-inflasi-2021-capai-1-55-harga-cabai-jadi-biang-kerok-9oR3M1Q4VE.jpg</image><title>BI soal Inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Desember 2021, perkembangan harga pada Desember 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,25% (mtm).

&quot;Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2021 sebesar 1,55%,&quot; kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Jumat(3/12/2021).

Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu I yaitu komoditas cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,04% (mtm), cabai merah sebesar (0,02%) mtm, telur ayam ras, sawi hijau, kangkung, sabun detergen bubuk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain bawang merah dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; katanya.

Erwin menyampaikan bahwa BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

&quot;Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Desember 2021, perkembangan harga pada Desember 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,25% (mtm).

&quot;Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2021 sebesar 1,55%,&quot; kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Jumat(3/12/2021).

Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu I yaitu komoditas cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,04% (mtm), cabai merah sebesar (0,02%) mtm, telur ayam ras, sawi hijau, kangkung, sabun detergen bubuk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain bawang merah dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; katanya.

Erwin menyampaikan bahwa BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

&quot;Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
